
...17. Pembantaian keluarga Wang dan Doxin...
Sampailah keluarga Wang dan keluarga Doxin di Indonesia. Sesuai yang di janjikan ayah Wang Fei. semua keluarga Doxin tinggal di rumahnya.
Hari hari keluarga Wang dan keluarga Doxin sangat bahagia.
Kebahagiaan itu sirna saat 8 Tahunya keluarga Doxin tinggal di keluarga Wang. Doxin yang saat itu duduk di bangku SMA dan Wang Fei yang masih SMP.
Tepat tengah malam. saat itu Wang Fei dan Doxin sedang tertidur pulas. Tiba tiba mereka di bangunkan oleh ibu Wang Fei . Wang Fei yang heran karena dirinya di suruh sembunyi dan jangan bersuara hingga pagi. saat itu ada Doxin pula di tangan ibunya. Mereka berdua di suruh ber sembunyi dan jangan bersuara hingga pagi. terlihat dari wajah ibu Wang Fei yang sedang menangis dan ketakutan.
saat itu Wang Fei mengajak Doxin ke ruangan rahasia yang ada di kamarnya.
" Sebentar aku akan melakukan sesuatu. ". berkata Wang fei sambil terus memegang tangan Doxin.
Wang Fei kemudian Mengacak urutan buku yang ada di rak lemarinya. awalnya Doxin heran dengan yang di lakukan Wang Fei. namun Rak buku tersebut terbuka dengan sendirinya terlihat ruangan yang amat gelap. Tangan Doxin di tarik oleh Wang Fei. masuk lah mereka ke dalam ruangan rahasia di balik rak buku. Sesuai yang di perintah kan oleh ibunya Wang Fei. mereka berdua tidak bersuara.
Hingga pagi pun tiba. Doxin dan Wang Fei yang saat itu tertidur di ruangan rahasia. mereka pun terbangun. Wang Fei langsung membuka pintu ruangan rahasia tersebut. Wang Fei langsung berlari mencari ibunya kala itu. namun Wang Fei terkejut saat melihat ribuan polisi datang di rumahnya. Seketika Doxin berteriak
Wang Fei dan para polisi yang mendengar teriakkan Doxin langsung berlari ke arah teriakan tersebut.
Tiba tiba tubuh Wang Fei terjatuh. Wang Fei melihat mayat ibunya yang di penuhi luka sobekan di tubuhnya. Wang Fei saat itu tidak sadar kan diri dan pingsan. Doxin kemudian bertanya kepada polisi
" Dimana ayah ku dan ibuku ? ".
Awalnya semua polisi terdiam. hingga akhirnya Doxin berlari menuju pintu depan rumah.
Doxin melihat dua buah mayat yang sudah di bungkus oleh kepolisian. Doxin langsung membuka bungkusan mayat tersebut. Terkejut nya Doxin saat melihat Ayahnya dan ayah Wang Fei sudah tiada. mayat mereka terpisah kepala mereka di penggal. Doxin yang saat itu tidak kuat melihat apa yang di lihatnya kemudian ia juga pingsan.
Wang Fei dan Doxin bangun dari pingsannya di rumah sakit. saat ibu Doxin yang merasa Senang karena melihat ibunya masih hidup. langsung bangun dan memeluk ibunya." Ibu.." .
Wang Fei kemudian terbangun dan bertanya kepada ibu Doxin.
" Bibi.. apa yang sebenarnya terjadi?. "
saat itu ibu Doxin langsung menangis dan meminta maaf kepada Wang Fei. "maafkan aku nak. aku tidak bisa melindungi mereka."
" Tidak apa bibi.. aku hanya ingin tau apa yang sebenarnya terjadi ".
Dengan air mata yang terus menetes dan Doxin yang terus memeluk ibunya. ibu Doxin bercerita dengan perlahan.
__ADS_1
" Malam itu.. aku sedang berada di belakang halaman rumah. saat itu aku sedang melihat bintang bintang di Langit. namun keindahan bintang bintang itu langsung hilang. saat mendengar teriakkan suamiku. aku langsung bergegas berlari menuju ke dalam. namun langkahku terhenti. aku melihat ayah mu di pegangi oleh dua orang yang memakai masker di wajahnya. ada lagi satu orang yang memegang senjata tajam. aku melihat kematian ayah mu. ayahmu di penggal kepalanya oleh mereka. aku saat itu langsung bersembunyi di taman halaman belakang rumah. aku terus berdoa semoga kalian semua selamat. Namun tidak lama aku mendengar teriakkan ibu mu.. yang begitu keras. aku ketakutan. dan aku melihat mereka semua.. jumlah nya ada 10 orang. mereka semua terlihat sedang mencari sesuatu. namun aku tidak tau kenapa. mereka langsung lari pergi meninggalkan rumah itu.. saat itu seluruh tubuhku kaku. aku tidak bisa bergerak. hingga pada akhirnya aku tidur disitu. saat bangun aku di bangunkan oleh polisi dan mereka membawa ku kesini.. maaf kan aku nak.. aku tidak berbuat apa apa ."
Wang Fei tersenyum.. ibu Doxin yang melihat senyuman Wang Fei. mengira ia tidak merasakan kehilangan.
" Syukurlah bibi.. setidaknya aku masih mempunyai keluarga..". setelah berkata itu Wang Fei meneteskan air matanya. ibu Doxin langsung memeluk Wang Fei saat itu.
2 tahun berlalu setelah peristiwa pembantaian itu.
saat itu rumah Wang Fei di penuhi polisi. polisi langsung masuk ke dalam rumah Wang Fei dan menangkap ibu Doxin. Wang Fei lihat Doxin memegangi kaki polisi. Doxin menangis dan memohon untuk melepaskan ibunya. Wang Fei yang melihat Doxin dan ibunya yang sedang di aman kan oleh polisi. langsung berteriak..
" lepaskan mereka.. mereka orang baik ".
salah satu kepolisian itu mendekati Wang Fei dan mengelus kepalanya.
" Hey nak.. dialah yang membunuh kedua orang tuamu. " ujar polisi tersebut.
" apakah kalian punya bukti.. dia orang baik ". berteriak Wang Fei sambil menangis.
" Apakah kau tau.. dia bukan berasal dari sini.. dan dia tinggal di sini tanpa bekerja.. dia sengaja membunuh semua keluargamu untuk menguasai hartanya. apakah kau paham nak ".
Wang Fei langsung marah dan memukul kepolisian yang sedang mengelus kepalanya.
" sudah lah tinggalkan saja dia.. sepertinya dia sudah di racuni olehnya. "
Para kepolisian pergi dari rumah Wang Fei.. yang saat itu membawa ibu Doxin yang sedang pingsan.
Saat semua kepolisian sudah pergi membawa ibu Doxin. Wang Fei menghampiri Doxin yang sedang menangis di pojokan.
" maaf kan aku.. aku berjanji aku akan menyelamatkan ibumu dari orang bodoh itu. "
Doxin hanya terus menangis dan terdiam .
" Sudah lah.. Aku juga sudah tidak punya keluarga lain selain dirimu.. hey kalau kamu menangis.. sama saja kau ingin membunuh ku". Wang Fei saat itu langsung memeluk Doxin yang sedang menangis.
" heh.. apa ini.. hangat.. kasih sayang ini sama seperti ayah ku.. aku ingin merasakannya lagi. " guman Doxin dalam hati.
Seminggu kemudian setelah ibu Doxin di bawa oleh kepolisian. mereka di kejutkan kehadiran kepolisian di rumah mereka. awalnya mereka senang karena mereka kira ibu Doxin di kembalikan. " Liat lah bukankah ibu mu selamat ". ujar Wang Fei ..
polisi masuk dan berkata kepada mereka berdua.
__ADS_1
" apakah kalian ingin melihat ibu kalian.?".
" Mau sekali.. ".
" baiklah ikut aku kalau sekarang..mari kita bertemu ibu kalian. "
Doxin dan Wang Fei yang senang karena akan melihat ibu Doxin pergi masuk ke mobil dan mengikuti polisi tersebut. di bawa lah mereka ke rumah tahanan.
" paman di mana ibuku ?". tanya Doxin.
" ada di sana.. ikuti aku."
Doxin saat itu sangat senang sekali. akhirnya ia bisa bertemu dengan ibunya. Namun setelah sampai di ibunya. Doxin dan Wang Fei terkejut saat melihat ibu Doxin di ikat seluruh badannya di berada di tengah lapangan tahanan. terlihat sebuah benda tajam Siam menikam kepala ibu Doxin.
" Ibu..." Doxin yang mencoba menyelamatkan ibunya bingung karena tempat itu di keliling pagar besi..
" lepaskan bibi.. dia tidak bersalah.. dia orang baik. ". teriak Wang Fei. Kepolisian langsung memegangi Wang Fei dan Doxin.. karena takut mereka membuat rusuh di tempat itu.
saat di tanyain oleh kepolisian tentang keinginan terakhir dari ibu Doxin. Dengan kerasnya ibu Doxin menjawab. " Anakku jaga saudaramu.. dialah orang satu satunya yang kau punya.. jaga dia. ibu memohon padamu ".
Kemudian Doxin menangis dan berteriak " ibu.. "
Doxin dan Wang mencoba melepaskan diri dan menyelamatkan ibu Doxin.. namun usaha mereka gagal. karena mereka di pegangi oleh banyak polisi.
Tiba tiba benda tajam itu tajam jatuh dari atas dan memotong Kepala ibu Doxin. Doxin saat itu langsung pingsan. Wang Fei.. langsung melihat Doxin. yang menyaksikan kematian ibunya di depan matanya. dengan kerasnya Wang Fei berkata " ingatlah mulai hari ini.. aku tidak akan pernah ada hubungan dengan kalian.. aku akan membalaskan ini semua. "
Semua kepolisian terdiam dan pergi meninggalkan mereka berdua.
Air mata keluar dari mata Wang Fei.. benar benar memohon maaf dan terus bersujud di kaki Doxin.
" maafkan aku.. karena keluargaku dulu.. kau harus melihat kematian ibu mu. " berkata Wang Fei sambil memeluk kaki Doxin.
" sudahlah.. bangun lah.. kau orang yang ku punya satu satunya.. kalau kau menangis sama saja kau ingin membunuhku".
Seketika Wang Fei mengingat perkataan itu.. dulu Wang Fei pernah berkata itu kepada Doxin yang sedang menangis.
Wang Fei bangun dan memeluk Doxin.
" ia benar.. peluknya tidak berubah.. masih hangat.. ibu aku akan menjaganya dan pelukannya supaya tidak hilang. " berkata Doxin dalam hati.
__ADS_1