
Selesai makan mie Doxin. langsung kembali ke kamarnya untuk tidur. namun saat Doxin memejamkan matanya ia kembali teringat akan masa lalunya. Jiwa yang tadinya sudah tenang kini kembali dalam kesedihan.
Duarrr.. suara petir menyambar dengan kencang...
hujan turun deras di kota space..
Dalam gelapnya kamar ada Doxin yang sedang menangis dan mengingat masa lalunya...
Doxin sebenarnya bukan berasal dari kota space.. Doxin lahir di negeri sakura alias negara Jepang.. Doxin pindah ke Indonesia di saat usianya 7 tahun.. Doxin di Jepang adalah keluarga kecil.. Doxin adalah anak satu satunya... ayah Doxin bekerja sebagai tukang sapu jalanan di Jepang.. Dan ibu Doxin mengurus kebun di rumah..
Dulu.. saat keluarga Wang pergi jalan jalan ke Jepang.
saat itu hari menjelang malam.. Dengan mobil sebuah mobil mewah.. Yang membawa keluarga Wang.. saat itu keluarga Wang habis pergi ke gunung Fuji.. ayah Fei alias Riyan mungkin lupa mengisi bahan bakar mobilnya.. hingga saat perjalanan pulang.. Mobil yang di pakai keluarga Wang kehabisan bahan bakar.. Di tengah antara Gunung Fuji dan kota.. pemandangan pinggir jalan hanya pohon dan pesawahan.. tidak ada satu rumah sekalipun..
turun lah ayah Fei alias Riyan dari dalam mobil.. Melihat sekeliling untuk mencari bantuan.. tidak ada orang sekalipun.. Dan semua keluarga Wang turun dari mobil.
Terlihat dari kejauhan Lampu sepeda motor terlihat.. Semua keluarga Wang melambaikan tangan untuk meminta bantuan kepada pengguna sepeda motor tersebut.. namun orang yang mengendarai sepeda motor tersebut tidak berhenti. wajar saja.. Waktu yang menjelang malam.. membuat khawatir pengguna Motor tersebut.. ia takut mungkin saja mereka menipu.. mungkin saja mereka Begal.. pikir pengendara sepeda motor tersebut..
Hari mulai gelap.. Fei yang saat itu berusia 5 tahun pun takut.. karna itu pengalaman pertama berada di negeri orang.. Terlihat sebuah lampu mobil dari kejauhan bercahaya.. Semua keluarga Wang melambaikan tangan berharap mobil tersebut berhenti untuk membantu.. Namun mobil tersebut hanya membunyikan klakson dan melaju lalang.. hari semakin gelap.. tiba tiba.. dari dalam pepohonan terlihat bayangan manusia berjalan menuju mereka.. untung saja saat itu keluarga Wang membawa senter.. diambilah senter tersebut dari dalam mobil.. Dan ayah Wang Fei menyalakan senter tersebut dan mengarahkan kepada bayangan manusia.. terlihat seorang pria paruh baya berdiri..
ayah Wang Fei : " Siapa kamu ?".. tanya dengan nada ngegas.. anj*y ngegas..
__ADS_1
" wah kamu berbahasa Indonesia.. apakah kamu orang Indonesia ?.. tenanglah aku kesini untuk membantu" Ujar pria paruh baya tersebut.
" Maaf.. saya lancang.. saya terkejut tadi.. loh kok kamu bisa berbahasa Indonesia?.. apakah kamu juga orang Indonesia?." tanya ayah Wang Fei.
" Tinggalkan saja mobilmu.. pergi ke rumahku hari sudah mulai gelap.. kita lanjut ngobrol di rumahku saja." sahut pria paruh baya tersebut..
karna hari sudah mulai gelap.. ayah wang Fei mengiyakan saja.. dan meninggalkan mobilnya di pinggir jalan..
"sini nak ibu gendong." ujar ibu Wang Fei..
Bermodalkan satu senter.. mereka semua berjalan menerobos pepohonan.. di tengah perjalanan ayah Wang Fei bertanya.
" ikuti saja aku pak.. rumah saya di depan.. bapak ga usah takut.. saya bukan hantu pak.." sahut pria paruh baya tersebut..
setelah menempuh perjalanan sekitar 5 menit.. ayah Wang Fei.. melihat sebuah gubuk rumah.. di tengah-tengah sawah..
" apakah itu rumah bapak..?". tanya ayah Wang Fei..
" betul sekali.. maaf ya kalo rumah saya jelek.. di rumah saya tidak ada listrik.. saya dan keluarga hanya memakai lampu lentera saja pak.. maaf ya pak.. tapi itu saja yang saya punya." jawab pria paruh baya tersebut..
sampailah mereka di depan rumah gubuk milik pria paruh baya tersebut..
__ADS_1
" pak.. apakah bapak sendiri di sini.. saya lihat hanya rumah bapak saja.. disini.." tanya ayah Wang Fei.
" betul pak.. saya menjauh dari kota.. karna saya tidak bisa bayar uang pajak bulanan pak..maaf pak kalo rumah saya seperti ini " jawab pria paruh baya tersebut.
" Saya ingin sekali seperti bapak.. walaupun bapak tidak punya apa-apa.. namun bapak masih mau membantu.." sahut ayah Wang Fei..
pria paruh baya tersebut hanya membalas dengan senyuman..
kreeaatt..!! suara pintu terbuka.. terlihat tangan yang mungil.. terlihat sosok anak kecil yang anggun dan cantik..
" ibu ayah pulang .." ujar anak kecil tersebut.
setelah melihat orang yang bersama ayahnya anak kecil tersebut kabur ketakutan.. wajar saja.. rumah yang jauh dari kota.. membuat anak tersebut ketakutan melihat orang asing.
" maafkan Anakku.. dia belum pernah melihat orang asing.. mungkin dia ketakutan." ujar pria paruh baya tersebut..
" tidak malah kami yang merepotkan." sahut ayah wang Fei..
..." Harta mu akan kalah jauh dengan mereka yang memiliki hati berlian"....
^^^@Rann.Lyroh^^^
__ADS_1