
...20. Sebuah Rencana...
Seminggu telah berlalu. Wang Fei yang terus berpikir supaya dirinya bisa kembali dengan Rann. Hari harinya Wang Fei hanya menghabiskan diri di kamarnya.. Wang Fei terus memikirkan cara supaya bisa bersama lagi dengan Rann.
" apa yang harus ku lakukan supaya aku bisa kembali dengan istriku. kalau aku datang sebagai Wang Fei maka penyamaran ku sia sia selama ini.. ya tuhan apa yang harus aku lakukan."
Doxin mulai khawatir dengan presiden Wang Fei.. karna seminggu ini ia tidak mendapatkan kabar.. dan juga orang suruhan Doxin tidak melihat presiden Wang Fei di manapun. Akhirnya Doxin nekat menghampiri ke penginapan presiden Wang Fei. Doxin tidak perduli kalau dirinya akan di marahi oleh presiden Wang Fei. Doxin sudah membulatkan tekadnya untuk pergi ke penginapan presiden Wang Fei.
Doxin pun pergi dari kantor pusat perusahaan Wang menuju penginapan presiden Wang Fei. para karyawan yang melihat Doxin heran.. baru kali ini mereka melihat wajah Doxin yang cemas akan sesuatu. karyawan berpikir pasti terjadi suatu masalah besar pada nona Doxin.
Doxin pun berangkat menggunakan mobilnya. sekitar lima belas menit yang di butuhkan untuk sampai ke penginapan presiden Wang Fei. hingga pada akhirnya Doxin sampai di penginapan presiden Wang Fei. Terlihat begitu sepi.. seperti tidak ada kehidupan.
" Sebenernya kemana presiden.. apakah dia baik baik saja?.. semoga dia baik baik saja." guman Doxin sambil melangkah ke pintu penginapan presiden Wang Fei.
Doxin di kejutkan oleh teriakan Wang Fei dari dalam penginapannya. Doxin langsung berlari dan mendobrak pintu nya.
" Arghhh " suara teriakan Wang Fei.
" Itu kan suara presiden. mengapa ia berteriak.. sial sepertinya hal buruk telah terjadi.. aku harus mendobrak pintu itu."
" Brruuakkk " Pintu penginapan terbuka dengan keras.
Ternyata pintu penginapan presiden Wang Fei tidak di kunci.. Doxin yang saat itu kepalang panik. ia tidak berpikir panjang terlebih dahulu. Doxin langsung saja mendobrak pintu penginapan Presiden Wang Fei hingga Doxin jatuh ke lantai penginapan karena saking kerasnya Doxin mendobrak pintu yang tidak terkunci.
Wang Fei yang melihat itu terkejut dan tertawa.
" hey nona.. apa kau istri dari Hulk keras sekali kamu membuka pintu.. " berkata Wang Fei sambil tertawa .
Seketika wajah Doxin memerah.. alangkah malunya Doxin saat itu.. dengan muka memerah ia tertawa kecil.
" maafkan aku presiden..aku pikir kamu kenapa Napa.. sebab seminggu ini kau tidak keliatan."
Wang Fei yang masih ketawa berjalan menghampiri Doxin.. bermaksud memberikan bantuan untuk Doxin. Wang Fei menjulurkan tangannya.
" Bangun lah terlebih dahulu. "
" Baiklah tuan. " sambil memegang tangan Wang Fei Doxin bangun.
__ADS_1
Mereka berdua pun berjalan masuk menuju meja.
" apa maksud dari pertanyaan mu tadi nona ?." tanya Wang Fei.
" aku pikir kau sakit tuan presiden.. sebab seminggu ini aku tidak melihatmu di mana mana ." jawab Doxin.
" Kau kan sibuk mengurus perusahaan bagaimana bisa kau melihatku dari dalam kantor ". sahut Wang Fei sambil tertawa.
" maaf sebelumnya tuan presiden. sudah 3 hari lalu aku menyuruh orang untuk mencari dirimu tuan presiden." jawab Doxin.
" apakah tuan sedang dalam sebuah masalah tuan ?." tanya Doxin.
" mmm.. benar sekali aku memiliki sedikit masalah nona." jawab presiden Wang Fei.
" kau kan pemilik perusahaan terbaik tuan. mana mungkin masalah kecil membebani anda." celetuk Doxin sambil tertawa.
Wang Fei terkejut dan menatap Doxin dengan wajah bingung. seketika Doxin takut kalau ia salah bicara.
" Bodohnya aku.. kenapa aku tidak kepikiran dari dulu.. kalau begitu boleh kah aku meminta bantuan mu nona Doxin."
Doxin yang awalnya takut langsung heran.. " apa yang di maksud presiden ". guman Doxin.
" begini.. nona tolong harus tolong aku.. nona ".
" maksudmu presiden..aku pasti menolong mu sebisaku tuan presiden."
" Aku memiliki sebuah rencana nona.. dan tugas mu membuat kuis menjawab satu pertanyaan.. dan yang paling benar perusahaan mereka boleh berkerja sama dengan perusahaan kita.. Dengan modal awal tiga puluh juta nona."
" lantas pertanyaan apa yang harus aku buat tuan presiden.?" Doxin bertanya dengan herannya maksud dari tuan presiden ini.
" Kau cukup membuat pertanyaan apa yang kalian inginkan semisal kalian berkerja sama dengan perusahaan kami..lalu kau buat pemenangnya atas nama Riyan dari perusahaan Kudo..Tapi kau harus mengumumkan pemenangnya tiga hari kemudian nona." jawab Wang fei dengan bangganya.
Doxin yang saat itu masih tidak mengerti ia mengiyakan saja permintaan presiden Wang Fei. Wajar saja Doxin tidak mengenal Riyan tapi Doxin tau istri Wang Fei berasal dari keluarga Kudo.
...Doxin pun langsung membuka Hpnya dan membuat Kuis yang di minta oleh presiden Wang Fei....
..."kuis"...
__ADS_1
..." Setelah keputusan para petinggi perusahaan Wang. Saya Doxin selaku bertanggung jawab atas perusahaan Wang mengadakan sebuah Kuis. Dimana yang berhasil menjawab pertanyaan dari kami dan membuat kami puas atas jawabannya maka perusahaan mereka akan bekerja sama dengan perusahaan kami ( Wang ) . Dan pemenangnya akan di umumkan dalam 3 hari. pemenangnya akan kami unggah namanya dan akan mendapatkan Formulir real dari kami....
...Adapun perihal modal. kami perusahaan Wang membiayai perusahaan dengan uang tunai Rp. 30 jt. "...
Terimakasih ucap kami :
^^^@Doxin.^^^
^^^#Perusahaan_Wang^^^
Seketika berita itu tersebar luas ke penjuru kota space. Ratusan perusahaan di kota space langsung mengikutinya.. Mereka langsung ambil kesempatan.. bekerja sama dengan perusahaan Wang itu bukan hal mudah. apalagi sekarang perusahaan Wang Fei memberikan kontrak kerja sama dengan mudah.
Berita ini langsung menjadi buah bibir di kota space. seketika kota space menjadi gempar dengan berita ini. Di kegemparan kota space masih ada Doxin yang masih bingung dengan permintaan presiden Wang Fei. Apa sebenarnya maksud dari presiden Wang Fei. apakah masalah sebenarnya?. Doxin terus saja memikirkan hal itu.
Ratusan email masuk dari Perusahaan yang berada di kota space dan beberapa kota tetangga ikut serta dalam kuis ini.
Tiga hari telah berlalu.. sesuai kuis Doxin mengumumkan pemenangnya. Pemenangnya adalah Rian dari perusahaan Kudo. kota space kembali gempar dengan pemenang dari kuis tersebut. Di keluarga Kudo sendiri juga bingung .. bagaimana budak sepertinya bisa memenangkan kontes itu.. sedangkan ratusan perusahaan ikut serta dan tentu saja mereka pasti menjawab dengan jawaban terbaik bagaimana bisa budak sepertinya menenangkan nya.
Seketika Keluarga Kudo menjadi heboh. karena Syarat mengajukan kontrak kerja sama harus membawa formulir yang sudah di tanda tangani oleh perusahaan Wang. Rann yang mendengar hal itu bahagia sekali. akhirnya doanya selama ini di kabulkan ia bisa kembali lagi dengan suaminya. Dari dulu keinginan keluarga Kudo untuk bekerja sama dengan perusahaan Wang akhirnya terwujudkan oleh seorang budak. namun mereka yang sudah mengusir Riyan mereka mencarinya. Rann saat itu sangat bahagia sekali.. senyum di wajahnya yang cantik pun kembali.
Ryder yang dari dulu iri dengan Rann sengaja memojokkan Rann dengan segala cara.
" Ayah apakah budak itu akan kembali ke keluarga kita ayah ?". tanya Ryder
" Mau bagaimana lagi.. bukankah dari dulu ini yang kita inginkan anakku mau tidak mau kita harus menerimanya kembali." jawab Shinchin.
" Akhirnya aku punya budak lagi.. pekerjaan ku akhirnya berkurang ". berkata Ryder sambil tertawa.
Ryder bermaksud untuk menghancurkan kebahagiaan Rann. sontak saja Rann yang mendengar hal itu langsung emosi. Rann yang tidak mau mengacaukan keluarganya ia pergi ke kamarnya. Rann tidak mau lagi mendengar cibiran dari keluarganya.
Shinchin menugaskan anak anaknya untuk mencari Riyan.
mereka pun berangkat mencari Riyan. Rann yang asyik menunggu kedatangan suaminya kembali. ia mempersiapkan dirinya dengan berdandan cantik. dan Rann mengurungkan dirinya dalam kamar.
Shinchin tidak merasa malu.. dulu dirinya yang mengusir Riyan. sekarang dia mencarinya sendiri. Shinchin yang saat itu gila harta jadi ia tidak memikirkan rasa malunya.
Wang Fei langsung menuju ke apartemen keluarga Kudo dengan membawa formulir kemenangan kuisnya. Tanpa di sadari seluruh space sedang membicarakan perusahaan Kudo. lantas saja karena kemenangan mereka.
__ADS_1
Wang Fei berjalan menuju apartemen keluarga Kudo bermodalkan baju oblong dan berjalan kaki. setelah menempuh waktu cukup lama. sampailah Wang Fei di depan apartemen keluarga Kudo.
" Akhirnya.. Rann aku kembali ". ujar Wang Fei alias Riyan sambil tersenyum.