The Rich Yet The Poor

The Rich Yet The Poor
19. Perjuangan Yang sia sia


__ADS_3

...19. Perjuangan Yang Sia Sia...


Di hari yang cerah..entah apa yang ada dalam pikiran Rann. hingga ia melakukan tindakan tidak terpuji Yaitu bunuh diri. Wang Fei yang masih terus berlari menuju apartemen keluarga Kudo. Wang Fei tidak memperdulikan dirinya. walau Wang Fei berkali kali hampir di tabrak oleh mobil. namun Wang Fei hanya terus berlari..


" apa ini.. arghhh.. kakiku sakit.. dadaku sesak.. badanku mulai lemas.. penglihatan ku juga mulai rabun. ayo tubuhku berjuanglah sedikit lagi kita hampir sampai.. tidak sepertinya masih jauh. kumohon tubuhku bertahan lah. "


Wang Fei memaksakan dirinya terus berlari walau Fisiknya mulai lemas.. namun ia bertekad untuk menyelamatkan Rann.


" meski kakiku sakit.. paru paru ku pecah..mataku gelap.. tapi aku tidak mau kehilangan orang yang aku cintai lagi.. tidak apa tubuhku hancur.. tapi ku mohon selamatkan nyawa Rann. berjuanglah.."


Tekad Wang Fei seperti Batu..keras ia tidak perduli meski dirinya harus hancur.. yang ia pikirkan hanya menyelamatkan Rann.


" Bertahan lah tinggal tiga persimpangan lagi kita sampai.. tapi tubuhku.. sial lari ku melambat. Sesak..sesak sekali nafas ini.. kumohon sedikit lagi."


Berlari..dan terus berlari.. Wang Fei tidak perduli tubuhnya hancur. Lari Wang Fei pun mulai melambat.. terlihat ia akan jatuh pingsan. namun Wang Fei masih terus memaksakan dirinya. " Brrruugg".. badan Wang Fei jatuh ke tanah.


" Sial padahal tinggal di balik gedung itu.. tapi kakiku sudah tidak bisa lagi di gerakan. nafasku sesak. badanku rasanya hancur.. Tapi aku harus berjuang.. sedikit lagi. tinggal di balik gedung itu.. aku pasti bisa."


tangan Wang Fei terus meraih tanah dan mendorong badan nya maju.. Wang Fei merayap ke tanah berjuang untuk menyelamatkan Rann.


" walau kakiku sudah tidak bisa di gerakan. nafasku sesak. badanku lemas.. tapi aku harus berusaha.. bagaimana pun caranya itu.. seperti aku hanya bisa menggunakan sisa tenaga ku.. baiklah berjuang lah.. sedikit lagi ."


Perjuang Wang Fei akhirnya berhasil.. Wang Fei berhasil merayap melewati gedung itu.. namun Wang Fei merasa kecewa atas apa yang di lihatnya.


" Apa..!! apa - apaan ini bagaimana mungkin?.. Gedong ini sepi.. tidak terlihat ada banyak.. dan juga aku tidak melihat siapapun disini.. apakah aku di bohongi.. walau mataku rabun tapi aku benar benar tidak melihat satu manusia pun Disini.. sial. "


Wang Fei mulai lemas.. ia mulai hilang kesadarannya.. perlahan lahan Wang Fei menutup matanya.. namun tiba tiba ia mendengar mobil pemadam kebakaran.


" bunyi itu.. tidak salah lagi itu mobil pemadam kebakaran.. sebenarnya apa yang terjadi.. sial otaku sudah tidak bisa berfikir. "


Mobil pemadam kebakaran itu melewati Wang Fei begitu saja.


" Apa.. sepertinya bukan disini.. "

__ADS_1


Wang Fei membalikkan badannya dan ia melihat ke arah mobil pemadam kebakaran melaju.. walau sudah rabun penglihatan Wang Fei ia tetap berusaha mencari tahu.


" sepertinya tidak ada keramaian di arah mobil pemadam kebakaran itu..".


Wang Fei merasa senang dan lega.. Wang Fei pikir nyawa Rann selamat.. badan Wang Fei yang tidak kuat lagi.. kesadarannya mulai hilang.. dan saat Wang Fei mulai menutup matanya.. tiba tiba penglihatan Wang Fei kembali jelas.. Wang Fei di kejutkan saat ia melihat ke arah jembatan. terlihat mobil pemadam kebakaran tersebut baru saja sampai di sana.. banyak orang di jembatan itu.. Wang Fei melihat ke atas jembatan.. Wang Fei melihat sosok wanita di atas jembatan itu sendirian.


" siapakah dia.. itu Rann.. apa!! Benar itu Rann.. kumohon jangan lakukan itu..siap seperti nya aku terburu buru.. dan tidak tau tujuan.. aku harus bangkit.. apa ini.. badanku.. tidak bisa di gerakan seluruhnya. "


Wang Fei paham betul itu Rann. Wang Fei melihat Rann melangkah maju dan Rann melompat kan dirinya dari atas jembatan. namun tiba tiba penglihatan Wang Fei rabun dan ia jatuh pingsan.


" Rannn "....


" ada apa pak presiden sepertinya anda bermimpi buruk.. bangunlah sebentar aku akan mengambil kan air untuk mu. "


Doxin saat itu terkejut saat mendengar teriakkan dari Wang Fei.. Doxin pun langsung membangunkan Wang Fei. Setelah itu Doxin pergi mengambil Air minum untuk Wang Fei.


" ini Tuan presiden silahkan di minum. "


" Apakah ini di rumah sakit. ? " tanya Wang Fei dengan nafasnya yang tergesa- gesa.. dan wajahnya yang terlihat ia sedang memikirkan Sesuatu.


" hahahaha.. ini rumah anda sendiri tuan.. apakah anda sudah lupa hahahaha.. ada ada saja tuan ini."


Wang Fei mengambil nafas panjangnya dan berkata.


" Hmmmmuuppp.. syukurlah ."


tiba tiba Wang Fei langsung memeluk Doxin.


" Syukurlah itu hanya mimpi ."


Terdengar bisikan kecil di telinga Doxin.


" Benar.. pelukan ini.. terus lah.. rasanya nyaman sekali..aku tidak ingin melepaskan pelukan ini. " guman Doxin dalam hati.

__ADS_1


Wang Fei pun melepaskan pelukannya. terlihat dari wajah Doxin. senyuman bahagia Doxin. namun saat itu Wang Fei tidak terlalu memperhatikannya.. Wang Fei langsung pergi berjalan menuju jendela..


" syukurlah kalau itu hanya mimpi.. tapi mimpi itu terlihat nyata.. semoga saja itu tidak benar benar terjadi di dunia nyata.. tapi kalau mimpi itu memiliki arti.. aku mohon semoga tidak terjadi hal buruk kepada mereka orang yang ku cinta ."


" Tuan.. sebaiknya anda sarapan terlebih dahulu.. saya sudah menyiapkannya ." ujar Doxin sambil membungkukkan badannya.


" baiklah ". sahut Wang Fei.


Wang Fei dan Doxin Sarapan bersama. Doxin melihat wajah Wang Fei yang masih kebingungan.


" Baiklah tuan presiden.. jika sudah saya akan mengantarmu pulang ke penginapan.. Lalu aku akan berangkat bekerja ."


" syukurlah ini seratus delapan puluh derajat ( 180°c ) dengan mimpiku.. bodohnya aku.. bermimpi kelalaian Doxin.. mana mungkin ". guman Wang Fei dalam hati.


" Baiklah aku sudah selesai.. kalau begitu kita berangkat sekarang ."


" Baik tuan presiden ." jawab Doxin sambil membungkukkan badannya.


Doxin pun turun dan memarkirkan mobilnya.


Doxin pun mengantarkan Wang Fei pulang ke penginapannya. saat di jalan ia masih terpikir oleh pelukan dari Wang Fei.


" apa yang terjadi dengan hari ini.. aku sudah di peluk dua kali.. pelukan itu.. nyaman sekali .. ". guman Doxin dalam hati..


Mereka pun sampai di penginapan Wang Fei. Wang Fei pun turun dari mobil dan melambaikan tangan nya kepada Doxin. Doxin berangkat ke kantor pusat perusahaan Wang Fei.


" ku mohon semoga itu hanya mimpi saja. " ujar Wang Fei.


Sepertinya aku merindukan Rann.. seperti apa kepadanya sekarang apakah dia baik Baik saja.


Rann Rann dan Rann itu lah yang saat ini menghantui pikiran Wang Fei..


Wang Fei melihat dari jendela penginapannya.. Wang Fei membayangkan mimpinya saat itu di mana Wang Fei melihat Rann melangkah maju dan meloncat kan dirinya dari atas jembatan.

__ADS_1


" Sepertinya aku harus memikirkan rencana supaya aku bisa kembali Dengannya. " Wang Fei berkata sambil bertekad mencari cara agar bisa kembali dengan Rann.. tanpa harus membongkar rahasianya.


__ADS_2