The Rich Yet The Poor

The Rich Yet The Poor
6. Menepati Janji


__ADS_3


Menepati Janji



Kriiiing...Kriiiing... Kriiiing..!!!


Suara alarm berbunyi..


Terlihat dari pintu kamar seorang Pria dengan jas rapih... Terkejut bukan kepalang..


" Apakah ini mimpi..? " Ujar dalam hati..


" Bangun lah cepat semua tamu sudah datang menunggu kita." Ujar pria tersebut.


" Maksud mu tamu.. apa?.. aku tidak mengerti ?"


" Apakah kamu tidak tahu kalau hari ini kita akan menikah ." Dengan senyum manis Roy berkata.


Duarrr..!! Seakan petir menyambar.. Rann yang mendengar perkataan itu seketika terdiam..


" Apa yang terjadi.. apakah ini benar?.. Bukan kah aku masih belum bercerai dengan Riyan. Apakah sekotor ini keluarga ku?.. Mereka menikahkan ku hanya demi uang.. Apakah Mereka lupa dengan ibu?.. bukan hanya ibu.. sebenarnya juga aku mencintai Riyan... apakah mereka perduli dengan ku?.. apakah ini mimpi..? " Itulah pikiran Rann saat ini.. dia yang patuh kepada ibunya.. dan ia yang merindukan sosok Riyan.. yang selalu sabar..


" Apakah kau sudah urus surat - Surat yang ku minta ? " Ujar Presiden Wang Fei ( Riyan ).


" Sudah presiden . " Jawab Doxin.


" Bisa kah kau antar kan aku di dekat Apartemen Kudo..?" Tanya Presiden Wang Fei.


" Dengan senang hati Presiden ." Jawab Doxin sambil membungkukkan badan.


" Baiklah aku akan turun dalam 2 menit tunggu aku di bawah ."


" Baik pak presiden ." Jawab Doxin.


Whuussstt.. hembusan angin pagi yang sejuk..


Kreeaattt... Suara pintu terbuka.. Melihat banyaknya orang..

__ADS_1


" Apa ini ..?? Apakah ini benar terjadi ." Guman Rann.


Sambil mendorong badan Rann.. Ryder berkata. " Cepatlah dasar bodoh.. jangan membuat orang menunggu lama lagi ."


Rann.. melihat kiri dan kanan.. mencari sosok Riyan.. apakah dia hadir?.. " Apakah aku bodoh.. aku saja tidak mengetahui pernikahan ini.. apalagi dengan suamiku?." Guman Rann dalam hati..


Pernikahan pun di mulai..


" Saya nikahkan Roy Amano zoo binti Vera zoo dengan saudara Rann Kudo binti Downy Kudo dengan mahar emas sebesar kepala Sapi, uang tunai 10 M dan seperangkat alat sholat di bayar tunai."


" Saya terima nikah dan kawinya Roy Amano Zoo binti Vera Zoo dengan saudara Rann kudo binti Downy Kudo dengan mahar emas sebesar kepala Sapi, uang tunai 10 M dan seperangkat alat sholat di bayar tunai."


" Bagaimana mana para saksi sah??.."


Sahhh..sahut semua orang..


Kreeattt!!.. pintu apartemen keluarga Kudo terbuka.. terlihat seorang pria..yang tidak lain itu adalah presiden Wang Fei alias Riyan.


Riyan yang melihat itu secara langsung hanya melempar senyum..


Rann mencoba bangun namun badan Rann di pegangi oleh keluarganya sendiri..


" Hey kau menantu Sampah.. ada perlu apa kau kemari?.. apakah kau sudah membawakan apa yang ku minta.. sehingga kau berani datang kemari..? Jikalau iya.. kau habis mencuri bank mana.. dasar gembel tak tahu diri!!.." ujar Kudo Shinichi.


Semua tamu tertawa.. Riyan hanya menanggapi mereka dengan senyuman..


"Paman apakah kau tau.. dia kesini ingin memungut rongsokan bekas acara disini hahahah.." ujar Roy dengan bangganya..


" Ini.. Dokumen yang anda minta.. surat kepemilikan atas hotel Grade Experience yang anda janjikan.. saya kesini menepati janji.. lantas apa yang saya lihat.. ini adalah sebuah penghianatan.." Ujar Riyan masih dengan senyumnya..


" Apakah kamu bermimpi.. masih belum sadar juga.. apakah kamu kira dengan pakaian rapih seperti itu.. kami akan tertipu?.. menyewa Dimana baju itu.. aduh sakit perutku hahahah .." ujar Ryder sambil tertawa terbahak-bahak..


" Ambilah bukankah ini yang anda minta..?" Ujar Riyan dengan senyumnya.


Shinchin pun berdiri.. berjalan menghampiri Riyan.. dia berpikir.. apakah dia gila.. atau dia benar-benar merampok Bank..


Setelah surat di ambil dari Riyan Shinchin pun berkata..


" Pintar sekali kamu membuat manipulasi seperti ini hahahaha.. kamu pikir saya akan percaya!!."

__ADS_1


Prekk..prekkk prekkk!!.. Dokumen tersebut di sobek - sobek oleh Shinchin..


" Pulanglah jangan pernah bermimpi kau membeli hotel itu ... Sebelum kau lebih malu di sini.. lebih baik kau pulang relakan Anakku.." ujar Shinchin.


" Baiklah akan ku panggilkan seseorang agar kalian percaya ." Sahur Riyan.


Presiden Wang Fei mengambil ponsel genggam di sakunya..


" Datanglah kemari.. sekarang ." Tlpon di matikan oleh Riyan.


" Akting mu bagus juga gembel ." Sambil tertawa Shinchin berkata..


RANN yang mencoba membantu Riyan.. terhalang keluarganya sendiri.. Rann hanya bisa diam tak berkutik.


Terlihat dari depan pintu apartemen keluarga Kudo berjalan seorang wanita seksi yang tidak lain itu adalah Doxin.


"Apakah kamu sekarang percaya bahwa dokumen itu asli ?." Ujar Riyan..


Semua orang terdiam.. melihat sosok Doxin yang datang hanya dengan di telepon saja.. semua tamu yang datang yang ingin menemui Doxin pun harus mati-matian.. Siapa kah dia sebenernya?..


Apakah ini bohongan?.. Apakah yang sebenernya terjadinya?.


" Sayangnya anda sendiri yang menyobek Dokumen tersebut. Jadi saya pamit pergi dari sini ." Lagi lagi dengan senyumnya Riyan berkata dan melangkah keluar dengan Doxin..


Semuanya terdiam.. senyap.. masih tidak percaya apa yang di lihatnya.


Pesta pun masih terus berlanjut di apartemen keluarga Kudo. terlihat dari wajah rann. bahwa dirinya tidak bahagia dengan pernikahannya. Karna Rann masih memiliki suami.


Keluarga Rann tidak pernah memikirkan perasaan Rann.. mereka hanya memikirkan uang dan jabatan. Rann yang merasa tersiksa di keluarganya hanya bisa menangis dalam hati. Jiwa yang di robek robek olek keluarga rasa sakit yang kian tak kunjung padam.


walau pun tadi Rann melihat kehadiran Riyan di pestanya. namun terlihat dari mata Riyan bahwa dia sedang kecewa. Rann tau Riyan mencintai nya melebihi siapapun. bahkan Riyan rela setiap hari di jadikan budak di keluarganya hanya untuk tetap bertahan dengan Rann. Rann sadar dengan cinta Riyan yang begitu besar dengan nya. pilihan Ibu Rann tidak salah. Riyan adalah orang baik.


Rann harus menahan rasa sakitnya di depan banyak orang. bayinya yang tersiksa dan dirinya yang serasa di anggap boneka oleh keluarganya mencoba terus tersenyum dan menahan air matanya di hadapan banyak orang. Pura pura bahagia.. itu lah yang di lakukan Rann sekarang..


" apakah ini yang suami ku Riyan rasakan. apakah sesakit ini ?.. tidak!!.. dia setiap hari di hina dan di jadikan budak di keluargaku.. Pasti Riyan lebih tersiksa dariku ..tapi Dia selalu melindungi ku dan tetao tersenyum di hadapan ku.. masa aku harus kalah oleh suamiku.. aku harus bisa sepertinya. aku percaya aku akan kembali dengannya suatu saat nanti. "


Rann menguatkan dirinya sendiri dengan cara membandingkan dirinya dengan suaminya Riyan. walau statusnya Rann tidak ada yang tau bahwa sebenarnya Rann masih belum bercerai dengan Riyan. Rahasia itu di rahasiakan oleh keluarganya dan keluarga zoo.


..." Terkadang Sampah yang kamu lihat.. bisa jadi itu adalah berlian yang tersembunyi."...

__ADS_1


^^^@Rann.Lyroh^^^


__ADS_2