The Rich Yet The Poor

The Rich Yet The Poor
11. Pemeriksaan


__ADS_3

Seminggu berlalu setelah pernikahan Rann dan Roy.. Kini Wang Fei merindukan siksaan dari keluarga Kudo.. setiap hari Wang Fei di suruh membereskan rumah mertuanya.. Hari harinya Wang Fei di jadikan budak di keluarga Kudo.


" Sepertinya aku harus melakukan sesuatu ". ujar Wang Fei.


" Kkkrrriinnggg " .. suara telpon berdering..


" Maaf nona itu telpon mu berbunyi ". ujar karyawan memberi tahu Doxin kalau tlpon nya berdering..


Doxin yang sadar kalo Presiden yang menelponnya, Doxin langsung pergi ke ruangnya..


" Halo Presiden Fei.. ada yang bisa ku bantu..?". tanya Doxin.


" Aku ingin sedikit memeriksa beberapa cabang dari perusahaan ku.. Mungkin aku akan memeriksa bagaimana keadaan Toko mobil kita.. Aku ijin padamu.. boleh kah ?." tanya Wang Fei..


" anu.. tapi itu punyamu presiden.. itu juga hak mu.." jawab Doxin..


" Baiklah aku akan memeriksa mereka sekarang". Ujar Wang Fei


Doxin yang mendengar perkataan tersebut menawarkan dirinya untuk membantu presiden Wang Fei. " apakah aku perlu membantumu presiden ".


" Tidak perlu.. bukan kah kau sedang bekerja lanjutkan pekerjaan mu ". ujar Wang Fei..


" baik presiden ". sahut Doxin..


Berangkat lah Wang Fei menuju toko mobil miliknya.. toko mobil milik perusahaan Wang Fei di kenal sebagai toko mobil terbaik dan terbesar di kota space.. mobilnya pun mobil kelas atas semua..


Wang Fei yang selama ini hidup sebagai budak di keluarga Kudo dan mengganti namanya.. tentu saja tidak ada orang yang tau siapakah identitas sebenarnya. Dengan motor Listrik yang di kendarai Wang Fei berangkat menuju toko mobil tersebut.. Dengan baju sederhana berpenampilan seperti rakyat kelas bawah bertujuan untuk mengetahui seperti karyawannya yang selama ini di tinggal olehnya.


Dengan motor butut yang di kendarai Wang Fei untuk menuju toko mobil miliknya. setelah Dua puluh menit perjalanan Wang Fei.. akhirnya sampai juga di toko mobil miliknya..


Karyawan yang ada di toko mobil melirik ke arah Wang Fei.. lantas aneh dia datang dengan pakaian compang camping dan mengendarai sepeda motor listrik yang sudah butut. Dia masuk ke toko mobil yang menjual mobil kelas atas saja..


masuklah Fei ke dalam toko mobil tersebut.. dia melihat lihat mobil yang ada bermaksud untuk membeli mobil tersebut.. ketika dia melihat sebuah mobil Bane yang harganya selangit dia berhenti di depan mobil tersebut..


" mungkin mobil ini cocok untuk mengetes karyawan ku ". ujar Wang Fei dalam hati.


Wang Fei sudah memutuskan rencananya dan memanggil pelayan untuk mengetesnya.


" Pelayan ". Teriak Wang Fei.


Dua orang wanita cantik datang untuk melayaninya.


Terlihat dari kartu nama yang di kenakan nya tertulis nama Via dan Una .


" ada tuan?.. ada yang bisa saya bantu ". Ujar pelayan yang bernama via.


sedangkan pelayanan yang bernama Una sibuk saja dengan Handphonenya dan tidak memperdulikan Wang Fei..


" Berapa harga mobil ini ? " Tanya Wang fei.


Pelayan yang bernama via mendekat ke arah Wang Fei bertujuan untuk menjelaskan kelebihan dari mobil tersebut. Namun Via di tarik uni oleh


" ehhh.. mobil itu sudah ada pemiliknya.. harganya sangat mahal tidak bisa ". ujar Una sambil menarik via .


" Bolehkah aku melihat isi dalamnya " berkata Wang Fei sambil tersenyum.


" untuk apa anda melihatnya.. mobil itu sangat mahal.."


sahut Una dengan nada keras.


" Tunggu sebentar tuan.. aku akan mengambil kunci mobilnya dulu ". Sahut via .


lagi lagi Una menarik via yang saat itu ingin mengambil kunci mobil tersebut.


" ehhh.. untuk apa kau meladeni orang miskin sepertinya.. tetaplah di sini dan tunggu lah pelanggan lain " ujar Una sambil menarik tangan Via.


" Jangan sembarang menilai orang lain ". Jawab Via ta kepada Una.

__ADS_1


Una yang melihat Wang Fei sedang memegang mobil tersebut dia langsung menghampiri Wang Fei.


" ehh apa yang kau lakukan. jangan sentuh Mobil ini dengan tangan kotor mu." ujar Una sambil menepis tangan Wang Fei yang sedang memegang mobil Bane tersebut.


Tiba tiba seorang pria muda datang dengan pakaian Rapih dan style yang sangat mahal.


" Berapa kah harga mobil tersebut?". Ujar pria muda


Una uang melihat Pria muda dengan pakaian yang rapih dan mahal tersebut.. Una tersenyum dan berkata


" ada yang bisa saya bantu tuan ? ".


Una langsung menghampiri Pria muda tersebut dengan senyum di wajahnya.


" Apakah kamu tertarik dengan mobil ini tuan "?. tanya Una.


" Berapa harganya .. aku ingin beli mobil itu.. tolong siapkan semua surat suratnya. " Sahut pria muda tersebut.


Una yang mendengar perkataan itu senang dan berkata.


" Baiklah tuan silahkan ikut aku ".


Via yang saat itu sudah mengambil kunci mobil Bane tersebut. bermaksud untuk melayani Wang Fei yang sudah sampai duluan.


" ini tuan aku bawakan kunci mobilnya ". ujar via sambil memegang kunci mobil Bane tersebut.


seketika kunci mobil yang di pegangan oleh via di rebut oleh Una. " Mobil ini sudah ada pemiliknya " Ujar Una setelah merebut kunci mobil dari tangan Via.


Via hanya tersenyum. Wang Fei yang melihat itu langsung menghubungi Doxin.


" kriiing" suara telepon.. berdering Doxin yang sadar itu presiden yang menelpon langsung mengangkat telpon tersebut.


" halo Presiden ada yang bisa saya bantu.?" Tanya Doxin.


" Kesini lah ke tempat toko mobil kita sekarang.. tapi kau harus berpura pura menjadi atasanku." ujar Wang Fei.


Tanpa Tanya lagi Doxin langsung mengiyakan kemauan presiden.


Telepon pun langsung di tutup oleh Wang Fei. bergegas Doxin pergi ke tempat toko mobil.


" kuperingatkan padamu.. jangan pernah melandeni gembel seperti nya.. itu hanya buang buang waktu saja.. " Ujar Una Kepada Via..


" Oke tuan ayo ikut aku". ujar Una kepada pria muda tersebut.


" Tapi.. bukankah dia juga pelanggan kita " Sahut via kepada Una .


" Yang penting aku sudah memperingatkan mu ". Ujar Una sambil pergi mengajak pria muda untuk menyelesaikan administrasi nya.


Via langsung pergi ke Wang Fei dan menundukkan badannya.


" Mohon maaf tuan.. Aku bisa hanya bisa menunjukkan bagian luarnya saja. " Ujar via kepada Wang Fei.


" Baiklah tidak apa nona ". sahut Wang Fei sambil tersenyum.


" Tuan silahkan duduk ". ujar Una kepada pria muda tersebut.


" cepat siap kan surat suratnya.. aku ingin semua segera di prosesnya. " ujar pria muda tersebut.


" baik tuan.. kalau begitu mari kita mulai transaksi nya.. kau Mau melunasi dengan cara apa kartu Bank atau cash tuan. " tanya Una sambil tersenyum.


" Baiklah " berkata pria muda tersebut sambil mengeluarkan Kartu bank miliknya.


Una langsung mengambil kartunya untuk melunasi pembayaran mobil tersebut.


Via yang saat itu sedang menjelaskan Bagian luar mobil Bane tersebut kepada Wang Fei.. terlihat dari wajah Via yang selalu tersenyum saat melayani pelanggan.


" Jika ada yang masih tuan tidak mengerti tanyakan saja kepada saya ". ujar via sambil tersenyum.

__ADS_1


" Mengapa kamu masih mau meladeni orang sepertiku.. Dengan senyuman di wajahmu." tanya Wang Fei.


Dengan senyuman via menjawab " Semua yang masuk ke dalam sini adalah pelanggan tuan ".


Wang Fei tersenyum saat itu.


" Apakah kau mau melihat mobil yang lain tuan ?". tanya via kepada Wang fei.


Wang Fei mengangguk kan kepala sambil mengikuti Via yang ingin menjelaskan mobil yang lainya.


Berselang lama kemudian Una datang ke pria muda tersebut.


" Maaf tuan.. Saya sudah mengecek beberapa kali.. tapi Saldo di rekening anda tidak cukup tuan."


" Tidak mungkin.." Berkata pria muda tersebut.


" Bagaimana kalau uang cash saja tuan ". Sahut Una sambil tersenyum.


Pria muda tersebut berdiri, dan berkata


" jangan bercanda mana mungkin aku punya uang sebanyak itu. "


Una yang mendengar perkataan itu langsung jidatnya mengkerut.


" kak kau kan orang kaya.. lihatlah penampilan mu." dengan nada sedikit naik Una berkata.


" baiklah kalau begitu.. bagaimana kalau kamu bantu aku kredit mobil tersebut ". ujar pria muda memohon kepada Una agar mau membantunya.


Una pun langsung pergi meninggalkan pria muda tersebut.. Una yang jengkel karena kejadian itu.. menghampiri Via yang saat itu masih melayani Wang Fei.


" Bagaimana apakah sudah selesai transaksinya " tanya via kepada Una.


Karna jengkel Una menjawab dengan nada ngegas


" Penampilannya saja keren ternyata uangnya kere.. sudah kah jangan kau ladeni dia.. dia yang berpenampilan keren saja tidak punya uang.. apalagi dia yang berpenampilan seperti gembel.. kau tahu mobil Disni semua adalah mobil mahal."


" Kalau begitu mobil itu aku beli ". Ujar Wang Fei.


Via dengan senang hati melayani Wang Fei.. namun tangannya lagi lagi di tarik oleh Una.


" Jangan kau ladeni.. dia saja yang berpenampilan keren tidak punya uang sebanyak itu bagaimana dengan dia yang berpenampilan gembel. " Ujar Una sambil menarik tangan via.


Wang Fei langsung mengeluarkan kartu Bank miliknya dan berkata


" Bisa kau cek sendiri nona." via langsung menerima kartu tersebut dan pergi mengecek saldo dari kartu Bank tersebut.


Datang lah dari pintu toko mobil tersebut.. semua karyawan yang ada menundukkan kepalanya melihat orang yang masuk ke toko mobilnya. Tidak lain orang tersebut adalah Doxin.


Una yang melihat Doxin langsung menundukkan kepalanya.. Una terkejut karena melihat Doxin pergi ke arahnya.


Via pun datang bersama dengan Doxin.


" saldo anda lebih tuan.. aku akan segera menyelesaikan surat suratnya. " ujar via kepada Wang Fei..


via langsung terkejut dan menundukkan kepala saat melihat nona Doxin ada di situ..


" maaf nona aku tidak tau kau datang kesini. "


Doxin hanya tersenyum.. Doxin tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi .. Mangakanya Doxin hanya Diam dan tersenyum saja.


" selesai kan surat surat nya.. tapi dalam surat tersebut tulis namamu.. aku berikan mobil itu padamu. Sebenernya aku adalah bawahan nona Doxin yang di suruh untuk menilai Toko ini." Fei tersenyum sambil melirik ke arah Doxin.


melihat senyum dari Wang Fei . wajah Doxin memerah.. " Betul sekali ". Doxin berkata dengan gugupnya.


" Dan satu lagi.. kau Nona via selamat kau naik jabatan.. dan kau pergi dari sini.. aku tidak butuh karyawan sepertimu disini." ujar Wang Fei sambil menyuruh Una pergi.


Una yang saat itu sudah kepalang malu dan tidak berani melawan karna ada nona Doxin.. ia langsung pergi mengemasi barang Barangnya.

__ADS_1


" Ayo pergi nona Doxin.." berkata Wang Fei sambil menundukkan badan.


Doxin langsung pergi karena tidak mau lebih lama lagi melihat presiden membungkukan kepalanya.


__ADS_2