The Rich Yet The Poor

The Rich Yet The Poor
12. Sebuah rindu


__ADS_3

Doxin dan Fei pergi ke luar dari toko mobil tersebut.


" Presiden apakah kau mau pulang bersamaku ? ". Tanya Doxin.


" Tidak kau duluan saja.. aku bawa motor ". ujar Wang Fei..


Doxin langsung pergi ke arah mobil.. saat sampai di depan mobil Doxin tersenyum dan melambaikan tangan nya kepada presiden Wang Fei..


Masuk lah Doxin ke dalam mobil.. di perjalanan Doxin masih teringat senyuman itu.. Rasanya senyuman itu sama seperti dulu saat pertama mengenalnya.. senyumnya yang penuh kehangatan. " Aku merindukan mu yang dulu " ujar Doxin..


Wang Fei langsung pergi dari toko mobil tersebut..


Berjalan Wang Fei menuju sepeda bututnya..


saat di perjalanan Tanpa di sengaja Wang Fei bertemu dengan Rann dan Roy..


terlihat dari wajah rann.. wajah yang sangat menyedihkan.. terlihat dari raut mukanya di sedang tersiksa.. Wang Fei yang saat itu masih mencintai istrinya. langsung dia berlari ke arah Rann. Saat sampai di depan ran.. Presiden Wang Fei heran.. karna tiba tiba Rann memeluknya.. sebelumnya dia belum pernah mendapatkan pelukan.. bahkan tidur saja mereka berpisah.. namun apa yang di lihat Wang Fei.. dengan tangisan di mata Rann.. sambil memeluk dirinya dengan erat.


" Aku merindukan mu " ujar Rann.


saat mendengar perkataan yang keluar dari mulut Rann.. presiden Wang Fei langsung memeluknya juga dengan erat..

__ADS_1


" Bbbruukk " Presiden Wang Fei di pukul dari belakang


Presiden Wang Fei pun langsung melirik ke arah belakang dan ia melihat sosok Roy dengan wajah marahnya.


" Apa yang kau lakukan pada Istriku.. dasar gembel" ujar Riyan dengan nada marah.


" Bbbrruuggg " pukulan telak di wajah Roy..


Rann yang melihat hal tersebut terkejut.. karna biasanya Riyan ( presiden Wang Fei ) hanya tersenyum.. namun kali ini ia berani melawan. Apa yang membuatnya berubah.. hingga dia seperti ini.. sepertinya Rann melihat sosok lain dari Riyan..


" apa yang kamu katakan.. istrimu?.. asal kau tau.. aku dan Rann belum Pernah bercerai!!. dia istriku". ujar Riyan dengan wajah op ( oper power ).


namun pukulan itu di tangkis oleh Riyan.. Roy.. yang saat itu melihat wajah Riyan.. ketakutan.. Roy langsung menelpon keluarga nya..


Rann dari tadi terdiam melihat sosok Riyan yang sudah berubah.


tiba - tiba seorang turun dari mobil sport dan menghampiri mereka..


" ayah lihat lah.. gembel ini mengganggu istriku." Roy mengadu pada ayahnya..


" Pppllaakkk ".. tamparan keras di terima oleh Wang Fei..

__ADS_1


" apakah kau tidak tau.. aku ini pemilik perusahaan zoo.. dan kau berani mengganggu keluarga ku.. bersiaplah untuk mati kau nak " tangan ayah zoo menunjuk ke arah wajah Wang Fei..


Karna saat itu ramai sekali orang yang melihat.. Riyan alias presiden Wang Fei langsung pergi meninggalkan mereka..


Setelah menempuh perjalanan dengan sepeda bututnya sampailah Wang Fei di rumahnya..


" Sepertinya dia ingin bermain main bersamaku .. baiklah kita mulai permainan ini ". ujar Wang Fei..


Wang Fei bangun dari duduknya menuju ke arah jendela dan menelpon Doxin..


" Halo.. apakah perusahaan kita memiliki kontrak kerja dengan perusahaan Zoo ?". tanya Wang Fei..


" Betul sekali tuan .. Perusahaan kita memiliki kontrak kerja dengan perusahaan zoo. "


" Baiklah.. aku ingin sedikit bermain - main dengan mereka.. besok kau panggilah seluruh keluarga zoo.. dan keluarga menantunya untuk datang ke kantor pusat perusahaan kita. "


" Baik presiden perintah mu aku lakukan ". sahut Doxin..


Telepon pun langsung di tutup oleh Wang Fei..


" baiklah kita mulai permainan kita.. "

__ADS_1


__ADS_2