The Rich Yet The Poor

The Rich Yet The Poor
15. Hukum yang hancur


__ADS_3

...15. Hukum yang hancur...


Pagi yang indah dan cerah.. Wang Fei yang kala itu senang karena sudah memberi pelajaran kepada keluarga Wang dan keluarga zoo. Kala itu Wang Fei mengajak Doxin untuk minum bersamanya.


" Halo.. nanti malam jemput aku.. kita rayakan kemenangan kita di rumah mu ".


" Baik presiden ". jawab Doxin.


Wang Fei langsung menutup telponnya. Wang Fei yang senang kala itu pergi jalan jalan ke luar rumah.. baru kali ini ia merasakan kesenangan karna balas dendam.


Karna semasa menjadi menantu keluarga Kudo Wang Fei hanya diam.. dia selalu menggerutu di dalam hati.. Wang Fei yang setiap hari di jadikan budak oleh keluarga Kudo selalu sabar. Wang Fei sebenarnya ingin membalas kan dendam.. namun ia tidak mau identitas nya terungkap.


akhirnya setelah sekian lama Wang Fei bisa membalas kan dendamnya.. Dalam kesenangan itu Wang Fei tidak tau efek samping dari kemanangannya .. akibat kemenangannya Rann lebih tersiksa di keluarganya.


Saat sedang jalan jalan pandangan Wang Fei Ter fokus kepada seorang pria dan wanita yang cukup berumur yang sedang menangis memohon kepada aparat kepolisian kota space.


Tiba tiba banyak orang datang mengerumuni pria dan wanita yang sedang memohon kepada aparat kepolisian. Firasat Wang Fei akan terjadi hal buruk.


Bermodal kan Firasat dan keberanian Wang Fei lari menuju kerumunan tersebut. Terdengar suara wanita sedang menangis dan memohon kepada aparat kepolisian. " Saya mohon pak.. anak saya jangan di hukum mati.. bukan kah anak saya hanya mencuri sepeda motor pak.. tolong ampuni anak saya.. saya rela mengganti kan posisi anak saya jika harus di hukum mati. "


Wang Fei langsung syok mendengar ucapan yang keluar dari mulut wanita tua yang memohon kepada aparat kepolisian.


" Apa yang harus ku lakukan.. apakah aku harus membongkar rahasia ku demi menyelamat kan nyawa orang yang tidak aku kenal?.. apa yang harus ku lakukan." Wang Fei yang bingung saat itu.. Wang Fei tidak tau apa yang harus di lakukan.


" Pppllaakkk ". Wang Fei melihat aparat kepolisian tersebut menampar wanita tua yang sedang memohon padanya.


Wang Fei yang sudah di tinggalkan ibunya sejak kecil.. Amarahnya memuncak.. Wang Fei paling benci jika ada orang yang menyiksa seorang ibu.


Tiba tiba Wang Fei langsung menonjok muka aparat kepolisian tersebut. pandangan semua orang yang sedang berkerumun langsung melirik ke arah Wang Fei..


" Bangsat kau.. siapa kau.. berani sekali memukul aparat."


" Panggil komandan mu suruh kemari ".


aparat kepolisian itu semakin marah saat di tantang oleh Wang Fei.


" Apakah kau juga mau mati.. hah ? ".

__ADS_1


" PANGGIL KOMANDAN MU KEMARI ". aparat kepolisian tersebut langsung bergetar seluruh badannya saat mendengar gertakan dari Wang Fei..


Tiba tiba banyak sekali aparat kepolisian yang datang ke kerumunan orang orang. " Apa yang sedang terjadi?".


Aparat kepolisian yang sebelumnya bertengkar dengan Wang Fei langsung menunduk kan badan saat beberapa aparat kepolisian lain datang.


" Maaf komandan.. saya membuat keributan disini ".


Wang Fei yang sudah di penuhi amarah langsung saja memukul komandan Mereka.. " Bbbrruuggg ".. pukulan itu telak di muka komandan kepolisian.


Para polisi kemudian memborgol tangan Wang Fei.. dan mengintrogasinya di tempat.


" hey.. apa kamu sadar apa yang kamu lakukan. "


" Aku sadar dengan apa yang aku lakukan. "


" Apakah kau sengaja memukul ku.. dasar bajingan".


komandan kepolisian tersebut memukul Wang Fei.. namun komandan kepolisian itu mengurungkan niatnya.. karna saat ini ia berada di tempat umum.


" apakah kau tidak waras nak ? ".


" Bukan aku tapi kalian.. aku tanya apa kesalahan anak mereka ? .. jawab lah ?."


" Kesalahan nya ialah ia ketahuan sedang mencuri sepeda motor..di taman pusat kota space. "


" Apa hukuman yang kalian berikan kepada pemuda tersebut ? ".


" hey.. siapa kau.. ada perlu apa kau bertanya.. apa kah hal ini penting bagimu?."


Wang Fei yang saat itu sedang dalam posisi tiarap dan tangan nya di borgol. ia langsung bangun dengan sekuat tenaga. Polisi yang melihat Wang Fei bangun langsung ingin meringkuk Wang Fei.. namun aksinya di hentikan oleh komandan mereka.


" JAWAB LAH!! APA HUKUMAN YANG KAU BERIKAN ".


Terlihat dari mimik wajah Wang Fei.. ia begitu emosi tatapan Wang Fei.. seakan ia ingin membunuh komandan kepolisian.


Komandan kepolisian yang saat itu terkejut dengan nada yang di gunakan oleh Wang Fei.. tidak sengaja menjawab pertanyaan Wang Fei.

__ADS_1


" Hukuman mati yang aku berikan. " ( apa yang aku katakan.. tidak sepertinya ini respect.. apakah aku ketakutan? ) gumannya dalam hati.


" Kenapa.. kau berikan hukuman itu ?".


( Benar aku takut.. walau nada bicaranya sudah di pelan kan.. tapi wajahnya begitu dingin.. wajahnya lebih kejam dari pada pembunuh berantai ). guman komandan kepolisian.


" Karna itu keputusan bersama ". terlihat ketakutannya wajah komandan kepolisian kepada Wang Fei.


" ternyata benar.. kau ini sudah gila.. Di bayar berapa kau.. sampai kau lupa dengan hukum di negara ini ?.. apakah kalian tau.. hukum mati di berikan kepada siapa ? ".


( apa ?.. wajahnya seperti psikopat.. namun pengetahuannya.. apa ini ? ) komandan kepolisian bertanya tanya kepada dirinya sendiri..


" Hukum mati di berikan kepada mereka yang sudah gila. "


seketika semua aparat kepolisian yang ada tertawa terbahak-bahak.


( Syukur lah.. aku kira dia benar-benar mengerti tentang hukum.. ternyata dia hanya orang bodoh ).


" Mereka.. orang gila.. orang yang gila akan jabatan.. gila akan harta mereka yang mengkorupsi uang rakyat.. mereka yang gila hormat.. dan mereka juga yang gila darah. "


seketika semua tawa an itu terhenti..


( Apa..? apa ini?. siapakah dia sebenarnya?.. Lebih baik aku melepaskan dia dari pada menambah masalah ku ). " Hey kalian lepaskan dia.. lalu kita pergi dari sini"


Akhirnya Borgol yang ada di tangan Wang Fei di lepaskan oleh polisi.. mereka pun meninggalkan Wang Fei dari kerumunan orang orang. Namun mereka di hentikan oleh teriakan Wang Fei.


" HEYY..JIKA ADA DARAH YANG MENETES.. MAKA BERSIAP UNTUK KEHANCURAN MU. "


komandan kepolisian itu langsung menunduk badannya. lalu pergi masuk ke mobil.. para aparat kepolisian itu langsung meninggalkan Wang Fei dan yang lainya.


" makasih nak.. kami berdua berhutang Budi padamu.. berkatmu anak kami satu satunya selamat.. makasih nak ".


Apa yang terjadi ?.. Wang Fei tidak melirik sedikit pun ke arah orang tua yang berterima kasih padanya. Wang Fei langsung berjalan meninggalkan kerumunan itu.


Apa yang terjadi terhadap Wang Fei. apakah hatinya sudah mulai membeku.. apakah hatinya sudah di penuhi dengan balas dendam.. atau hatinya sudah di penuhi oleh kebencian..


sedangkan di sisi lain.. keadaan Rann semakin tidak baik.. Rann disiksa dan hina oleh saudaranya sendiri.. Rann yang di cap sebagai pembawa sial di keluarganya.. dan Wang Fei ( Riyan ) yang saat ini sudah berubah ?

__ADS_1


__ADS_2