
"Huft.. gue gak keterangan kan tadi jalanin aksi? Takut-takut pada naruh curiga ke gue soalnya hilang gitu aja" gumam seseorang yang kini tengah rebahan di kasur miliknya.
"Lo keterangan, ada yang nyadar ada juga yang enggak, salah siapa gak punya alasan tiba-tiba hilang, seharusnya Lo pinteran dikit" sahut seseorang lagi yang tengah duduk di sofa sembari memotong kuku nya.
"Ah udahlah, kalo emang ada yang tahu dan naruh curiga gue bakal nyusun dialog, gue kan pinter bohong, hahaha" ucap salah satunya lalu tertawa atas kesombongan nya.
"Halah, lama-lama juga pasti bakal ketahuan, jangan sok pinter. Inget mereka juga punya otak bukan Lo doang" ucapan pedas dari salah satunya lagi berhasil membuat wajah sumringah nya kembali memudar, lantas menatapnya dengan tajam.
"Lo mau gadis itu gak sih? Kalo iya yaudah nurut, kalo enggak ya udah sana asal gak bocorin rencana gue!" Katanya dengan kesal.
"Santai broh, kalaupun gue mau kerja sama Lo, bocorin rencana Lo itu hal yang gampang bagi gue. Dan perihal gadis itu gue bisa usahain sendiri tanpa bantuan dari Lo" balas nya dengan sinis.
"Berani Lo berurusan sama gue itu artinya Lo berani mati"
(((;ꏿ_ꏿ;)))
Pagi ini udah mulai masuk sekolah, ada yang sumringah ada juga yang gak ada energi buat sekolah, bahkan sekedar jalan aja males.
__ADS_1
"Aaah... Tai, gue gak bisa tidur bangsat, masa gue di teror mulu sama seseorang yang ketuk-ketuk jendela kamar gue" kata Eka yang sedang berjalan menghampirinya dengan wajah lesu khas kurang tidur.
"Lo abis manggil arwah ya? Gue pernah denger gatau apa namanya. Katanya kalo malem-malem Lo buka jendela kamar dan manggil mereka dan Lo lanjut tutup jendela nya bakal ada suara ketukan beberapa kali" tanya Jian sembari menjelaskan.
"Enggak, mana Sudi gue main begituan sendiri, enggak lah" balas Eka geleng-geleng kepala.
"La terus apa?, Udah Lo cek belum jendela lu pagi ini?" Tanya Jian.
"Ada tulisannya tapi kecil banget gue gak bisa baca, keknya ditulis sama polpen warna merah deh" balas Eka.
"Udah Lo baca belum?" Tanya Jian kembali.
"Gue ke rumah Lo nanti boleh gak?" Kata Jian sembari membuka tasnya.
"Boleh, mau ngapain emang?" Sahutnya.
"Mau... Keknya lu yang bakal jadi sasaran teror deh, gue mau nemenin Lo dan bantu Lo nebak teka-teki nya"
__ADS_1
"H-hah?!"
ヽ༼⁰o⁰;༽ノ
"Huaaa... Apa-apaan anjr pagi-pagi udah kayak psikopat aja kejar-kejar orang bawa pisau. Jangan kejar gue ya bngst! Agh.." teriak nya yang sedang dikejar di belakang gedung sekolah, oleh seseorang yang sama, bertopeng dan pakai Hoodie hitam, jangan lupakan pisau lipat di tangan kirinya.
"Kan gue udah bilang, Lo aja yang cari gara-gara" balasannya semakin mempercepat kejarannya.
"Bngst Lo! Anjg!" katanya mengeluarkan seluruh hewan kebun binatang yang ia tunjukan ke orang yang mengejarnya saat ini.
"Gak akan ada ujung! Berhenti atau gue sasarin pisau ini ke jantung Lo!" Ancamnya tak main-main.
Ingin mengindahkan ucapannya barusan tapi kakinya berbuat sebaliknya, ia berhenti namun tak berani menoleh ke belakang. Ia menerapkan matanya dan menggenggam erat tangan nya.
"Mau aja Lo dasar bodoh"
Jleb...
__ADS_1
"Aaagh..."