The Riddle

The Riddle
03. Accusation


__ADS_3

Tanpa orang lain kau tidak akan bisa menjalani hidupmu sendiri. Apakah pepatah tersebut cocok dengan Jian? Ia sudah selamat berkat bantuan temannya yang sering ia ajak berkelahi, siapa? Dion.


Lalu kemana Gion pergi? Saat ia sampai disana sudah ada Dion yang menolong Jian, jadi Gion hanya membantu sedikit.


Bukankah lebih baik jika mereka menjalani hubungan yang sehat tanpa terpecah belah seperti ini? Jika ada masalah tidak akan ada rasa malu untuk sekedar minta bantuan.


Untung saja mood Dion sedang baik-baik saja jadi ia mau menolong. Coba saja tidak?


Lantas, siapa yang memberitahu nya bahwasanya Jian dalam masalah? Secret.


"Kalian gapapa kan?" Sambut Malvin yang berlari menghampiri mereka bertiga yang berada di bawah pohon dekat toilet belakang.


"Ya, cuman masih syok" balas Gion.


"Kok bisa sih? Gue tahu ini karena kertas ini" kata Malvin sembari menunjukkan sesuatu dari dalam sakunya yang membut mereka membolakan mata.


"Malv, Lo dapet ini dari mana?" Tanya Dion menghampiri Malvin.


"Hah.. jangan cepuin ke wali kelas ya, tadi kan gue dikelas sendirian, nah ada orang aneh lembar ini dari luar jendela sampe kacanya pecah, tulisannya beginian" jelas Malvin.


"Ini maksudnya apa ya? Gue yakin ini bukan bercandaan orang terjadi baru aja" kata Dion yang sudah mengambil alih kertas yang dibawa oleh Malvin.


"I will follow you until I get the second victim. Artinya. Saya akan mengikuti Anda sampai saya mendapatkan korban kedua" translate dari Malvin.


"Kalian masih percaya kalo gue yang bunuh Fanza? Jelas-jelas gue jadi korban sekarang" kata Jian.


"Hey, ini masih petunjuk bukan kebenaran jadi Lo mending diem dulu, kalo emang bukan Lo orangnya gausah ngaku-ngaku" Ujar Dion.


"Dion, jangan terpancing napa" kata Gion menengahi.


"Kembali ke clue, disini tertulis pakai bahasa Inggris dengan terjemahan ingin mendapat korban kedua. Dan pelakunya ingin salah satu diantara kita mengetahui nya, jadi apa tujuannya kalo pengen bunuh kenapa bilang-bilang, goblok anjr.." ujar Dion.


"Iya juga ya, tujuannya kan mau cari korban kenapa bilang-bilang kan jadi gagal" balas Malvin.


"Mungkin pelakunya pengen main-main dulu, biasanya psikopat itu lebih suka bermain-main sama korbannya terlebih dahulu sebelum akhirnya membunuh nya" ucap Jian.


"T-tunggu... Kalian mikir gak sih kalo bisa aja pelakunya itu salah satu diantara kita bertujuh?"

__ADS_1


(?・・)σ


"Ya gue kan punya uang ya pasti beli lah, yakali nyolong dong Eka" katanya.


"Yaya" balas Eka singkat. Jujur saja ia lelah meladeni Kenan yang cerewet mulu dari tadi, ini mereka belum kelar?


"Ayo nyusul, udah pegel disini mulu" kata Kenan langsung berdiri, sedangkan Eka masih duduk santai.


Tanpa basa-basi Kenan menarik lengan temannya itu sampai berdiri sempurna, namun tidak dengan rasa sakit yang Eka alami.


"Akh sialan, lu kalo mau ngajak pelan-pelan dong ajg! Tangan gue sakit gblk" umpatan demi umpatan keluar dari mulut Eka, namun sang penerima hanya tersenyum jahil.


"Ayo sebelum bel masuk bunyi" ujar Kenan lalu berlari terlebih dahulu meninggalkan Eka yang berjalan santai di belakang.


"EKA... Tunggu bentar.." teriakan seseorang yang sangat mudah ia kenali.


"Woy, disuruh kumpul di aula katanya ada siswi yang lompat dari atas gedung. Semuanya disuruh kumpul sekarang juga" jelas Hanan dengan terengah-engah.


"Hah?! Yang bener Lo?" Tanya Eka tak yakin.


"Iya, emang gak pada denger pengumuman lewat speaker sekolah?" Balas Hanan.


Fyi: Hanan adalah salah satu anggota OSIS di sekolah nya.


"Heh! Denger pengumuman gak sih Lo Lo pada? Disuruh kumpul di aula sekarang juga!" Kata Hanan tegas.


Tanpa banyak bacot dan tanya tanya mereka pun bergegas pergi ke aula yang dimaksud.


Seorang siswi lompat dari atas gedung? Seberapa banyak masalah nya sampai mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu di sekolah? Atau...


"Diberitahukan kepada seluruh siswa-siswi tidak boleh ada yang keluar dari lingkungan sekolah selagi menunggu petugas datang, atau kalian akan mendapat denda" ucap sang kepala sekolah.


"Pak, kalau boleh tahu siapa dan kenapa alasannya?" Tanya salah satu siswa sembari mengacungkan tangan.


"Aleena, Ada kemungkinan didorong dan kemungkinan depresi, saya tidak tahu pasti" balas sang kepala sekolah.


"Duh.. kok jadi gini ya.." gumam Dion sambil menggigit bibirnya.

__ADS_1


"Eh, ini ada sangkut pautnya gak sih sama orang misterius tadi?" Tanya Eka.


"Enggak tahu, kayaknya sih enggak solanya siswi itu gak ada hubungannya sama kita" balas Gion.


"Dia Aleena, gue inget banget Fanza pernah cerita kalo dia suka sama Aleena. Mungkin ada sangkut pautnya" ujar Malvin.


"Aleena anak 11 IPS 3 kan?" Tanya Hanan.


"Iyaa, katanya si Aleena itu sering depresi karena ditinggal mati. Perihal kematiannya gak tahu pasti apa karena depresi atau mungkin dibunuh" ujar Malvin.


"Kalo dipikir-pikir kenapa orang misterius tadi pengen banget bunuh korban kedua? Apa maksud dan tujuannya gitu" kata Hanan dengan nada bertanya.


"Mungkin butuh hiburan" jawab Kenan tanpa basa-basi.


"Tapi kenapa baru diungkit sekarang? Kenapa gak setelah kejadian itu? Ini udah satu tahun yang lalu, seharusnya sekarang hidup kita udah tenang" balas Dion lelah.


"Ya mana gue tahu, gue kan bukan pelakunya" balas Kenan.


"Eh guys, ini siapa ya nomor tidak dikenal ngechat gue kayak gini? Kok creapy" kata Hanan dengan menunjukkan ponselnya.


"Aleena memang tidak bersangkutan dengan kalian, tapi dia tahu gue yang bunuh pacarnya. Begitu isi chatnya" kata Hanan.


"Hah... Sejak kapan woe Aleena sama Fanza pacaran? Gue aja kagak tahu loh, bahkan baru tahu detik ini jugaa" kata Dion dengan mulut terbuka saking kagetnya.


"Iya ajr, dulu dia cuman bilang kalo suka sama Aleena dan gaada maksud buat pacarin, eh sekarang udah terbongkar" kata Ekanta tak kalah terkejutnya.


"Lalu... Kenapa kalo Aleena udah tau yang bunuh Fanza siapa kenapa gak dari dulu beritahu kita? Mau goblokin tapi dia udah koid" ujar Jian.


"Keberanian seseorang itu beda-beda, mungkin dia belum berani buat beritahu kita tapi si pelaku udah tahu kalo dia nyembunyiin sesuatu jadi pelakunya bertindak duluan" Jawab Kenan.


"Hm, gue kepo apa yang dilihat si Aleena waktu itu, posisinya kan dia jadi pacarnya Fanza dan liat si Fanza dibunuh itu pasti sakit banget" ucap Gion.


"Kalo boleh tahu Fanza dibunuh karena apa ya?" Tanya Ekanta.


"Hm, dulu tuh kita ada masalah dan saling berantem, kita juga gatau kalo ada yang tega bunuh Fanza, karena Fanza itu tipikal kalo beradu argumen itu kukuh banget. Yang buat kita kepecah lagi yaitu setelah kabar Fanza dibunuh" jelas Hanan.


"Tapi sekarang sih hubungan kita udah akrab walau kadang-kadang juga masih ada berantemnya" tambah Gion.

__ADS_1


Kenapa Eka tanya? Ya karena dia anak pindahan jadi belum tahu masa lalu nya mereka. Eka gabung itu waktu pertama masuk kelas 11


__ADS_2