The Riddle

The Riddle
08. Rotten meat terror


__ADS_3

Sudah waktunya bagi mereka mengistirahatkan badan dan pikiran, namun tujuan mereka tidak akan tersampaikan karena mereka masih harus memikirkan kasus temannya yang baru saja meregang nyawa hari ini atau lebih tepatnya pagi ini.


Sebagai teman memang lebih baik kalau saling membantu, tapi nyatanya tidak, ada beberapa dari mereka yang malah menyukai jika disaat seperti ini. Siapa lagi kalau bukan sang pelaku?


"Duh... Capek banget bangsat, ngapain juga sih si Dion pake mati segala nambah-nambah in beban pikiran doang" kata Eka sembari meletakkan tasnya ke meja belajar.


"Kalo dipikir-pikir penyebab kematian Dion itu karena diberi sesuatu sama seseorang, dimana seseorang itu juga yang bersangkutan dalam kematian Fanza waktu itu" lanjutnya masih berfikir keras.


"Dion mati juga gue ada untungnya, secara kan dia paling suka menentang dan ngajak ribut mulu, dia juga nyusahin mulu kerjaan nya, hahah" katanya.


"Berkurang lagi dan lagi, semoga aja yang ketiga si Malvin" gumamnya.


(◡ ω ◡)


Disaat semuanya sedang berfikir bagaimana bisa salah satu temannya itu mati dengan tak wajar, pemuda ini malah sedang dirundung ketakutan yang mendalam.


Sendirian di rumah yang besar mungkin adalah hal yang biasa saja atau malah menyenangkan bagi sebagian orang karena bisa bebas berada dirumah tanpa ada seseorang lain. Namun bagaimana jika sudah memasuki waktu senja dan malam akan menyambut? Beda cerita.


Hari ini senja mulai tiba, namun kedua orangtuanya belum kunjung pulang yang mengharuskan nya tinggal dirumah sendiri. Kesepian, takut, cemas, banyak pikiran.


Kini pemuda itu sedang berdiri di balkon rumahnya memandangi langit senja yang mulai menghitam, mungkin beberapa menit lagi sudah seluruhnya gelap.


Angin berhembus kencang menerpa wajahnya, membawa segala kenangan indah bersama teman-temannya yang kini sedikit demi sedikit mulai berkurang atas cara yang tak wajar.


Semua ingatan indah kian bermunculan dalam benaknya, waktu bersama, canda tawa, banyak kisah yang terukir bersama dengan indah kini kian pupus digantikan dengan perpecahan dan banyak masalah yang rumit. Cobaan apa lagi ini?


Berawal dari munculnya masalah yang tak terlalu berbobot hingga terciptanya pertengkaran hebat antara satu dengan yang lainnya, membuat salah satu diantara mereka tega membunuh satu diantara mereka yang malah membuat masalah kian memburuk.


Tidak ada yang mau mengaku siapa pelakunya, hingga waktu berjalan dengan cepat meninggalkan kisah buruk tahun lalu. Namun sialnya kekasih dari korban malah dibunuh juga dengan alasan sudah tahu identitas sang pelaku. Membuat masalah yang dulu hampir tenggelam kini muncul ke permukaan kembali.

__ADS_1


Banyak teka-teki yang harus mereka pecahkan, muncul teror dan akhirnya salah satu lagi menjadi korban. Tak sampai disitu, kini sekarang pertengkaran mulai terjadi lagi karena saling tuduh siapa yang menjadi pelaku dibalik pembunuhan nya Dion.


Kalau boleh tahu apa alasan sang pelaku tega berbuat demikian dengan temannya sendiri dan mengapa dia sangat tega, ya karena....


Asmara.


BRAKK..


Pemuda itu menoleh ke sumber suara yang berada di bawah.


Dia sungguh ingat betul apa yang diucapkan oleh kedua orangtuanya, semua pintu dan jendela sudah ia tutup dan kunci dengan rapat, tak membiarkan siapapun masuk. Namun itu tadi siapa yang memecahkan kaca jendela depan?


Dari atas ia tak melihat siapapun di bawah sana, hanya pemandangan jalanan kosong dengan taman rumah yang selalu rapi dengan tumbuhan.


Oh astaga ternyata ia baru sadar belum menyalakan lampu luar, ia pun lekas menuruni anak tangga dan mencari saklar lampu.


Dibawah, ia tak menemukan siapapun, kaca jendela depan tidak ada yang pecah, hanya sebuah retakan kecil dibagian tengah. Tak ingin mati penasaran ia pun lekas membuka gorden yang menutup jendela dan, tak ada siapapun, masih dirundung penasaran ia pun nekat membuka pintu depan yang sebelumnya sudah ia kunci, tetap tidak ada siapapun disana.


Tidak tertulis nama pengirim, mencurigakan.


Baru ia membuka selotip yang terpasang di sekeliling boks tersebut, bau anyir mulai menguar, seperti aroma daging busuk yang disimpan lama.


Ingin rasanya ia muntah saat itu juga. Namun ia sangat penasaran ingin tahu apa isi di dalamnya.


Setelah boks terbuka sempurna, terlihatlah tiga bongkah daging busuk dengan banyak belatung. Tunggu... Ada tulisan di tutupnya.


"I want you to go out and see me under that street lamp, then you'll get another gift."


Pemuda itu tak kuasa menahan nya, ia mendorong boks tersebut dengan kaki sampai boks tersebut terdorong jauh, ia sangat geram atas perlakuan yang ia dapatkan.

__ADS_1


Dengan pasti ia menutup tutupnya lagi dan membawanya keluar rumah dan menghampiri lampu jalan yang terpasang di sana.


Ia melihat seseorang tengah berdiri berbalik badan. Sangat mencurigakan.


"Siapa Lo?!" Tanya pemuda tersebut dengan lantang.


Orang misterius tersebut berbalik badan. Namun sialnya ia memakai topeng dan Hoodie hitam kesayangannya.


"Kau tahu? Perayaan ulang tahun mu adalah perayaan terakhir sebelum kau terbang ke langit. Maka dari itu aku membawakan hadiah yang mewah untukmu" kata orang misterius tersebut sembari menyembunyikan kedua tangannya dalam Hoodie.


"Oh ya, aku akan memberi tahu sesuatu. Percuma kau menunggu mereka pulang karena mereka sudah pulang ke rumah yang semestinya" lanjut seseorang itu santai.


"Lo jangan macem-macem ya bangsat, siapa Lo bilang begitu?! Lo hanya seseorang yang tak berpendidikan mengganggu hidup orang lain" sewot pemuda tersebut, menyembunyikan rasa khawatir tentang apa yang dikatakan oleh orang misterius di depannya ini.


"Jangan menangis teman, kau sekarang sudah yatim piatu" balas seseorang itu dengan nada sedih yang ia buat-buat.


"Gue gaakan percaya sebelum adanya bukti, pergi atau-"


Drtttt... drtttt...


"Halo Tante-"


*Tolong ikhlaskan orang tuamu ya nak, mereka tadi terlibat kecelakaan di perjalanan pulang, mereka tidak selamat*


"A-apa.."


Tut.... Tut.....


"Sekarang kau percaya?" Tanya seseorang itu yang ternyata masih bersamanya di bawah lampu jalan.

__ADS_1


"Persetan dengan daging busuk sialan!!"


__ADS_2