
"Ken, Lo jahat" sahut Hanan yang masih tak percaya akan kebenaran. Ya, kebenaran.
"Gue harap kalian gak percaya sama dia ataupun sekedar dekat dengan dia, dia belum puas. Dan dia sekarang adalah satu-satunya yang tersisa, karena Gion udah mati" lanjut Fanza
"Apa sangkut pautnya sama Gion?" Tanya Jian dengan cepat.
"Mereka ber sekongkol, Fanya orang yang paling Gion suka tapi Kenan gak izinin adeknya sama Gion. Fanya juga suka sama Gion tapi terhalang restu Kenan selaku kakak angkatnya" balas Fanza.
"Hah!? Sejak kapan mereka jadi kakak adek angkat?, Gue pikir mereka gak saling kenal malahan" sahut Malvin yang masih tak percaya.
"Ayah Kenan nikah lagi sama ibunya Fanya, umur Kenan sama Fanya gak terlampau jauh tapi Kenan lebih tua. Karena itulah Kenan gak pernah di perhatikan dan menjadi anak yang nakal dan sedikit gila" balas Fanza.
"Ungkit aja ungkit semua tentang gua dan keluarga gua!, Lo itu cuman sampah, gak usah berharap lebih!" Ujar Kenan yang sudah lelah akan ucapan Fanza yang seakan mempermalukan dirinya.
"Lo itu munafik dan egois. Apa-apa yang Lo mau harus terpenuhi, korbannya Aleena, orang yang Lo sayang dan Lo tega bunuh dia hanya karena dia gak mau sama Lo. Sadar gak sih Lo itu udah gila" ujar Fanza makin berapi-api.
"Gue gak gila yang bangsat, Lo itu dari masih jadi manusia sampe jadi setan kenapa kelakuannya nyebelin banget sih?! Gue gak suka debat sama Lo!" Ujar Kenan yang mulai frustasi.
"Ch, apa karena sikap gue yang kayak gini Lo tega? Lo itu gak dewasa sok-sokan jadi kakak, bahkan Fanya aja lebih bisa berfikir logis daripada Lo" balas Fanza yang meremehkan.
"Ya jelas lah, Lo itu susah banget buat di kalahin dengan perdebatan, dan Lo itu gak mau kalah, nyusahin rencana gue doang" ujar Kenan.
"Udah Kenan! Jangan menambah permasalahan, kalian jangan berantem bisa nggak sih?!" Lerai Malvin yang menjadi tameng diantara mereka berdua.
__ADS_1
"Gue cuman mau bilang, semua dibalik kasus pembunuhan temen kita semua adalah kelakuan Kenan dan Gion, juga yang memberi clue, teror dan yang lain-lain" kata Fanza sembari melihat temen-temennya.
"Jadi pembenaran dari semua teror dan clue itu sebenarnya cuman pengalihan? Dan gak ada bener nya?" Tanya Hanan yang masih bingung dengan ujaran yang diucapkan Fanza.
"Iya, tapi kalau clue memang ada benarnya, sebagian, bukan semuanya" balas Fanza.
"Dan orang tuaku?"
"Malv, itu bukan termasuk tindakan Kenan, itu kebetulan dia ada di lokasi kejadian jadi dia buat itu seakan-akan dia yang jadi pelaku padahal itu murni kecelakaan" ujar Fanza dengan nada selembut mungkin agar Malvin tidak berlarut-larut lagi.
"Kenan, lu keterlaluan" ucapan yang sederhana namun mampu membuat hati Kenan tergores.
"Cuman karena Lo suka sama cewek dan di tolak Lo bisa bersikap kayak gini? Sampah Lo" tambah Jian.
"Lo pikir semua tindakan Lo itu keren? Lo pikir nyawa bisa di kembalikan? Sekarang orang-orang yang berposisi sebagai temen udah gaada dan gak bakal bisa di kembalikan lagi" ujar Hanan yang mampu membuat hati Kenan semakin tergores pedih.
"Dan dengan bodohnya Lo bunuh orang yang Lo suka hanya karena dia nolak cinta Lo, seharusnya Lo sadar kalo Aleena gak bakal bisa berpaling dari Fanza" sahut Jian.
"Dan punya hak apa Lo ngelarang Fanya deket sama Gion? Dan kenapa malah jual adeklo Fanya ke Gion?" Sahut Malvin.
"Lo itu egois dan munafik, kenapa juga gue bisa berteman sama orang modelan Lo kayak gini, buang-buang waktu yang berharga" tambah Malvin.
"Seharusnya kalian paham, gue kayak gini karena keluarga gue, gue gak suka ibunya Fanya, dia jahat sama gue, ayah gue juga gak suka sama gue karena perilaku gue yang nakal. Sekalinya gue suka malah di tolak. Gue juga pengen ngerasain kebahagiaan, bukan kalian seorang, gue juga manusia" ujar Kenan sayu.
__ADS_1
"Gue udah kayak anak buangan, kayak bukan anak mereka, mereka gak sayang sama gue. Dan kalian juga ternyata jahat, kalian setelah tahu kebenaran malah berpihak sama Fanza. Gue juga butuh pertemanan, bukan kalian seorang" tambah Kenan yang membuat teman-temannya tutup mulut.
Tidak ada yang abadi dalam hidup, kedatangan pasti ada akhir. Sesuatu yang bisa membuat kita senang juga berbanding terbalik dengan apa yang orang lain terima. Jika kita berbuat curang dan menang, lalu lawan kita kalah atas kecurangan yang kita perbuat, maka ia akan merasa sakit hati atas apa yang ia terima, susah payah ia berusaha namun di patahkan oleh kecurangan lawan.
Makanan yang bahkan di sembunyikan sebaik mungkin akan tetap membusuk dan timbul ke permukaan. Semua hal yang di sembunyikan akan berangsur-angsur terbuka dan terpecahkan. Tidak ada yang abadi dalam dendam.
Jika kau di sakiti, janganlah menaruh dendam jika tidak ingin hal buruk menghasut mu.
"Kenan, Lo berani berbuat maka Lo juga harus berani bertanggung jawab" kata Hanan.
"Ya, gue tahu" balasannya.
"Setelah apa yang Lo perbuat sampai menghilangkan nyawa temen-temen Lo, apa Lo juga berani?" Tanya Malvin yang membuat semuanya tercengang.
"G-gue... Apa Lo pengen begitu? Gue bakal ngelakuin apapun asalkan kalian maafin gue" balasannya.
"Jangan bodoh"
"Silahkan memilih, antara masuk jeruji besi atau tidak melihat dunia lagi?" Malvin memberi pilihan.
"Lebih baik gue gak melihat selamanya"
"Selamat jalan, kehidupan yang tidak adil"
__ADS_1
---**END**---