
Sinar matahari sudah mulai menampakkan diri, itu tandanya awal baru akan segera dimulai. Hari kemarin sudah menjadi masa lalu dan entah kejadian apa yang akan terjadi hari ini.
Seorang pelajar semestinya belajar dan mengerjakan tugasnya, namun anak ini malah berleha-leha dengan segelas kopi yang ia taruh di atas nakas.
"Hah... Males banget buat ke sekolah, capek udah gitu gak dikasih pelajaran" kata pemuda itu dengan ponsel yang ia genggam.
"Kak... Anterin sekolah nanti jangan lupa... Aku hari ini ada jadwal piket soalnya" ucap seorang gadis dari luar pintu kamar nya, siapa lagi kalau bukan sang adik, Sherina.
"Gausah masuk sekolah, kakak lagi males" balas pemuda itu.
"Kak, Sherina gamau.. pokoknya hari ini harus anterin Sherina sekolah.." kata gadis bernama Sherina itu dengan nada manja.
"Ck, yaudah sana siap-siap, gue mau mandi" kata pemuda tersebut lalu beranjak dari tempat tidur nya.
Fyi: Sherina adalah adik kandung Ekanta yang kini berusia 10 tahun, kelas 4 SD.
"Kak, buruan bisa nggak sih ini udah pukul 07:38, nanti telat.." rengek sang adik kala sang kakak belum juga keluar dari kamarnya.
"Gausah ngerengek, udah sana jalan duluan ke depan" kata Ekanta yang baru saja keluar dari kamar.
Sherina pun berlari dengan cemberut, ia sudah siap sedari pukul 06:12 namun sang kakak yang mengulur waktu.
__ADS_1
"Lo jangan kek bocah, lo udah mau kelas 5 juga masih kayak bocah bedakan, bentar lagi udah kelas 6 dan SMP, mau emang diejekin kayak bocah mulu? Gue yang malu" kata Ekanta lalu mengeluarkan motor nya dari garasi.
"Biarin, nanti juga gak bakal begini kok" balas Sherina cuek.
"Gak bakalan bisa berubah kalo gak belajar, cepet atau lambat Lo bakalan tumbuh dewasa, awas aja kalo sikap manja kekgitu masih ada sampe lo lulus SD nanti" ujar Ekanta.
"Iya kak iyaa, Sherina bakalan berubah kok" balas Sherina.
Mereka pun berangkat ke sekolah bersama-sama dengan Sherina yang terus diomeli sang kakak.
(⊙_◎)
"Astaga... Jangan kejar-kejar gue dong bngst, ini masih pagi gblok, gue gamau mati ya sat!" Teriak seorang pemuda yang kini berlari menyusuri lorong sekolah yang masih sepi. Siapa yang mengejarnya?
"Gak bakalan! Yang ada Lo bunuh gue, gue gak segoblok itu ya bjingan" balas pemuda tersebut masih berlari dengan kencangnya.
"Gue tahu sesuatu tentang Fanza!" Teriak seseorang itu pada akhirnya.
"Gue gak bakal berenti selagi Lo masih ngejar gue" kata pemuda yang dikejar.
Suara langkah kaki yang semula terdengar berlari kini sudah mulai meredup, itu tandanya dia sudah berhenti.
__ADS_1
Mengetahui seseorang di belakangnya sudah berhenti berlari, pemuda tadi juga berhenti dan mencoba menatap belakang.
"L-lo... Itu lo?!" Kaget pemuda itu setelah tahu siapa yang mengejarnya.
"Iya, gue tahu sesuatu tentang Fanza dan Aleena, serta penyebab kematian mereka berdua. Gue harap gue gak salah pilih orang buat gue percayakan kebenaran ini" kata seseorang tadi.
"Gue siap buat jaga rahasia, percayakan pada gue, gue janji" balas pemuda itu yakin.
"Namun... Gue punya tantangan buat lo" Kata seseorang tadi sembari menaruh kedua tangannya dalam saku Hoodie nya.
"A-apa?" Tanya pemuda tadi mulai resah, jujur ia sangat takut dengan apa yang akan keluar dari mulut orang di depannya ini.
"Setelah gue beritahu rahasia ini ke lo, Lo harus percayakan rahasianya ke temen Lo yang paling Lo percaya buat jaga rahasia, karena setelah 2 hari mulai hari ini Lo hidup dalam waktu sebelum ajal menjemput mu" kata seseorang tadi dengan senyuman yang ia sunggingkan.
Keringat mulai bercucuran di tubuh pemuda tersebut yang mendapat tantangan demikian, siapa yang tidak takut jika hidupnya hanya tersisa 2 hari lagi ditangan seorang pembunuh sahabatnya sendiri? Ya itu dia yang membunuh Fanza dan berkemungkinan juga bersangkutan dalam kematian Aleena.
Dan seseorang itu adalah salah satu sahabatnya juga, seseorang yang dekat dengan nya.
"Kalo gue gak sanggup?" Tanya pemuda itu tegas, menyingkirkan rasa takut yang mulai menjalar.
"Lo bakal mati hari ini juga karena Lo udah tahu siapa gue. Jadi pilih yang mana? 2 hari itu cukup loh buat bertobat" balas seseorang tadi dengan senyuman yang terus ia tunjukkan, membuat pemuda itu makin resah.
__ADS_1
"Yaudah, kasih tau gue apa yang Lo tahu tentang mereka berdua dan apa penyebabnya" kata pemuda tersebut pasrah. Ia tidak mau mati hari ini juga.
"Yaudah sini, tapi janji ya, sebelum 2 hari usai Lo harus nyampaikan ini ke temen lo dan jangan bilang kalo ini gue atau Lo dan temen-temen Lo dalam masalah" bisik seseorang tadi penuh penekanan.