
Setelah diberi kepercayaan mungkin seseorang itu akan melaksanakan nya dengan baik dan sesuai. Namun bagaimana jadinya kalau seseorang yang memberi kepercayaan malah mengingkari kepercayaan nya sendiri?
Setelah kematian Dion suasana yang tadinya berwarna kini runtuh seketika, diliputi dengan rasa kecewa dan kesedihan yang mendalam. Tidak ada yang buka suara, benar-benar hening dengan raut muka kusam dan bengkak setelah menangis.
Apakah kali ini murni takdir atau ada campur tangan seseorang lain yang ingin merusak circle? Namun jika ya seseorang itu sangatlah licik, membunuh sahabatnya sendiri.
Bukankah dia sudah membunuh 2 orang sekaligus namun di waktu yang berbeda. Fanza 1 tahun yang lalu kemudian sekarang Dion yang tidak wajar.
Sebenarnya seseorang tadi memberi waktu 2 hari untuk memberi kebebasan hidup, namun dia malah ingkar dan membunuhnya hari ini juga. Alasan kenapa seseorang tadi langsung membunuh Dion karena Dion sudah mengetahui identitas nya dan dia tidak percaya begitu saja dengan Dion jadi alangkah lebih baik menurut nya jika langsung membunuhnya.
Apakah seseorang tadi sudah memberi tahu? Sudah, dan entah Dion sebelum ia meregang nyawa sudah menyampaikan ke temannya atau belum, pelaku juga tidak tahu.
"Ada yang mau jelasin?" Tanya Eka memberanikan membuka suara.
"Enggak, gue gatau apa-apa" balas Malvin acuh sembari menyenderkan kepalanya ke tembok.
"Han..." Panggil Gion lirih.
"Gue juga gatau, tadi pagi gue gak liat Dion, tapi pas gue diteras depan kelas si Renata keluar kelas dengan panik jadi gue samperin dan tanya-tanya, gue tau nya gitu" jelas Hanan.
__ADS_1
Kini mereka berada di basecamp alias kantin belakang yang sudah sepi tidak ada orang karena sudah jam pulang, penjual kantin juga udah balik.
"Berarti yang dimaksud korban kedua itu si Dion bukan Aleena? Selama ini kita dibohongin dong?" Kata Eka masih berfikir.
"Mungkin aja gitu, secara kan Aleena bukan lagi bagian dari kita sedari Fanza meninggal" balas Jian.
"Aleena udah gak deket lagi sama kita sejak kematian Fanza, Fanza kan pacar dia pasti paling deket, gak heran kalo Aleena jadi takut dan trauma"ujar Kenan.
"Dan katanya sejak itu juga dia jadi depresi, gimana enggak coba orang dia liat sendiri gimana Fanza selaku pacarnya dibunuh?, Gue juga kalo ada di posisi dia juga pasti bakalan trauma dan depresi" ucap Kenan dengan nada agak tegas.
"Udah tenang, jangan dibawa emosi, gue tahu Lo juga pasti ga rela Dion pergi, kita paham Ken" kata Gion sembari menenangkan Kenan.
"Tapi kalo emang iya apa yang bisa buat dia mimisan sampe kehabisan darah sebanyak itu? Atau emang murni takdir dia?" Tanya Eka.
"Nah itu, kita harus selidiki ini" balas Jian.
"Tunggu-tunggu, kalo emang murni penyebabnya mimisan gak mungkin separah ini sampe bikin dia meregang nyawa, pasti ada campur tangan seseorang yang emang pengen buat Dion meninggal" kata Hanan.
"Kalau kata gue ini bukan murni mimisan, tapi Dion sebelumnya sempat diapain gitu sama seseorang" sahut Jian.
__ADS_1
"Tapi kalau murni mimisan juga bisa jadi soalnya kecapekan juga bisa jadi faktor nya" kata Gion.
"Penyebabnya apa? Kalau emang kecapekan pasti ada penyebab dia capek, namun secara kan kejadian masih tadi pagi dan itu pagi banget bahkan belum masuk jam pelajaran, apa yang buat dia capek?" Tanya Jian. dengan segala kemungkinan.
"Atau panik? Katanya kalo panik banget itu bisa bikin mimisan tapi gue juga gatau pasti" tambah Eka dengan pertanyaan.
"Gue itu tanya kemungkinan nya, kok lu malah balik tanya, pertanyaan gue jauh lebih penting" kata Jian dengan nada emosi.
"Gue juga berhak lah menyampaikan apa yang pengen gue tanyakan, Lo pikir cuman Lo?" Balas Eka yang juga mulai tersambar emosi.
"Tapi setidaknya Lo jangan menyela-" ucapan Jian yang terpotong oleh Eka. "Gue gak nyela Ji, gue nyelesaiin perkataan gue, Lo jangan gitu"
"Terserah-"
"Heh, kalian jangan beradu argumentasi disini, disini kita berdiskusi kenapa malah berantem? Udah kalian berdua mending diem aja daripada berantem" lerai Gion yang langsung di pahami oleh seluruh anggota, Jian dan Eka pun langsung kicep.
"Mending pulang gak sih? Udah sore juga, mending buat kesimpulan masing-masing dan besok kita diskusi lagi tapi yang lebih rinci dan selesai kan besok. Mau gimana pun kasus ini ga akan bisa terpecahkan kalo kita gak berusaha buat mecahin" jelas Hanan kembali.
"Yaudah bubar, gue capek banget seharian ini" kata Kenan lalu melenggang pergi dengan menggendong tasnya.
__ADS_1
"*Lebih baik mereka berantem lagi biar rencana gue berjalan lancar, bagus deh mereka gaada yang tau trik yang gue pake*" kata seseorang diantara mereka.