
hari ini hari jumat. tepat pukul04.00 sore sabrina berangkat menuju sekolah polisi. sambil menyiapkan minumannya ,memakai jaketnya ia,dan mengenakan sepatu sabrina melangkah keluar rumahnya.iapun berjalan menuju sekolahnya.
tidak lama kemudian sabrina sampai disekolahnya. ia berjalan menuju lokernya dan menaruh jaketnya terlihat bayu yg menghampirinya.
"sab gimana jawaban lo"bayu
"jawaban gue gk akan jadi pacar lo"sabrina
sabrina terus melangkah.bayu mengikuti sabrina.
"kenapa sab lo gk suka sama gue"bayu yg ada dibelakang sabrina. sabrina menghentikan langkahnya dan menghadap ke arah bayu. sambil tertawa kecil
"menurut lo gue cewek apaan pacaran sama orang yg udah tunangan"sabrina.
"lo tau dari mana sab"bayu
"bukan urusan lo udah lah gue gk mau terus berdiri disini sama tukang tipu kayak lo senior"sabrina.iapun melangkah pergi meninggalkan bayu.
"sab tunggu sab iyadeh gue minta maaf gue cuman kesepian sab soalnya tunangan gue ada di luar kota "bayu.
"hah lo kira gue apaan cuman buat nemenin lo "sabrina.
bayu terus menghampiri sabrina dan megang kedua tangan sabrina meyakinkan agar sabrina tidak membencinya tapi sabrina berusaha untuk melepaskan tangan bayu. hingga akhirnya adi yg baru datang dengan ayahnya.turun dari mobilnya dan berlari menghampiri bayu dan sabrina.
ayahnya meneriaki nama adi karena bingung apa yg dilakukan dengan anaknya.
sampainya adi dihadapan sabrina dan bayu
adi memukul wajah bayu dengan keras hingga terjatuh dan keluar darah.
"maksud lo apa "bayu sambil berusaha berdiri
"heh pakek nanya gue tau lo senior gue tapi lo udah buat sabrina sakit hati lo itu pembohong besar lo tau"adi dengan nada tinggi.
ayah adi yg melihat kejadian itu langsung menghampiri adi.
"adi keterlaluan kamu apa yg sudah kamu lakukan"ayah adi sambil membantu bayu berdiri.
"ayah masih aja belain dia,dia ini pembohong yah dia itu licik "adi.
ayah adi yg mendengar ucapan adi langsung menampar wajah adi sangat keras hingga merah di pipi adi.
sabrina yg melihat adi menghampiri adi.
"adi lo sabar ya "sabrina sambil memegang wajah adi.
"ayah jahat banget adi gk nyangka ayah belain anak pembohong ini dari pada anak kandung sendiri aku benci ayah"adi penuh emosi.
"yuk sab kita pergi"adi menarik tangan sabrina mengajaknya pergi dari tempat itu.
"ya tuhan apa yg aku lakukan tadi"pak surya didalam hati.
sedangkan bayu tertawa licik sambil memagangi wajahnya yg berdarah.
adipun mengajak sabrina ia duduk sambil memegangi pipinya.
"gue ambil kotak obat ya"sabrina iapu pergi mengambil kotak obat dan menghampiri adi.
__ADS_1
"sini gue obatin duh kok sampek merah gitu"sabrina mukanya sangat khawatir.
"ayah kan polisi pukulannya keras banget"adi.
sabrina perlahan mengobati pipi adi. adi yg melihat sabrina tersenyum.
"udah ni udah selesai "sabrina ia melihat adi yg terus tersenyum memandangnya.
"woiii ngapain lo mandangin gue kayak gitu"sabrina
"ternyata lo bisa lembut ya.. "adi.
"apaan gk jelas lo"sabrina.
adi menghela nafas
"gue masih sakit hati sab sama ayah gue "adi
"bagaimanapun juga itu ayah lo,lo gk boleh benci sama dia gue yakin kok ayah lo pasti sayang banget sama lo"sabrina
"tapi bu polwan ayah gue itu terus aja belain bayu benci gue"adi
"makanya lo itu harus semangat ya latihannya biar bisa jadi polisi dan.. ayah lo bangga sama lo"sabrina.
adi menoleh kearah sabrina dan tersenyum
"ih malah senyum gue serius tau"sabrina
"siap bu polwan"adi .
"ayokk semuanya baris "salah satu kakak polisi berteriak.
"yaudah yuk baris "adi.
Merekapun berbaris dengan rapi. suara tegas dari kakak polisi itu bergema dan membuat mereka sangat semangat.adipun tetap berusaha untuk mengikuti latihan yg lumayan keras itu walau sakit yg ia rasa tak hanya sakit dipipinya tapi adi merasakan sakit hati pada ayahnya.
*ILHAM
saat ilham pulang dari tanding ia melihat banyak sekali mobil dirumahnya. ilham sangat bingung. ia juga meliahat saudaranya yg menangis.
"om tante ada apa kok nangis ini juga banyak orang kenapa"ilham.
omnya ilham menghampiri ilham dan menepuk pundak keponakannya itu.
"ilham yg sabar ya"om ilham.
"ha sabar kenapa sih andre, kak ayu kenapa"tanya ilham pada Sepupunya. tetapi Sepupunya terus menangis.
"kenapa sih bingung gue "ilham iapun segera masuk kerumahnya. ia melihat banyak sekali orang dirumahnya yg mengaji.
"ini kenapa sih "ilham. ada seorang bapak yg merupakan tetangga ilham ia menghampiri ilham.
"sabar le ini sudah takdir"bapal itu.
merasa perasaanya tidak enak ilham langsung menyerobot masuk dari keramaian itu. hingga sampailah ia dihadapan dua jenazah yg sudah terbungkus selimut.
"ini siapa yg meninggal"ilham
"ilham itu "renata yg ada disitu dan tidak kuat mengatakannya.
ilham pun langsung mendekati jenazah itu dengan kaki dan tangan yg bergetar. perlahan ia membuka jenazah yg dihadapannya.
__ADS_1
seketika ruangan sunyi.
ilham melihat wajah ayahnya yg sudah kaku tidak bernyawa ilham menjatuhkan tasnya.ia seakan tak percaya badan ilham bergetar ia melihat kedua orang tuanya yg kaku.
air matanya mulai mengalir ia memeluk erat papa dan mamanya bergantian
sambil berkata
"kenapa papa sama mama ceped banget ninggalin iham"teriaknya .
"udah ilham sekarang mau dimandiin dulu jenazah papa sama mama kamu "renata lembut.
"yaudah ilham kamu istirahat dulu kamu doakan saja orang tuamu"om ilham
jenazah kedua orangtua ilham segera dimandikan. badan ilham bergetar seakan ia tak percaya 5 tahun orang Tuanya diluarkota hanya melepas rindu dengan video call. tapi takdir berkata lain. mereka meniggal karena pesawat yg mereka naiki terjatuh dan hancur sangat hebat. seketika ilham menangis sejadinya badan nya seakan tidak kuat. dan ia terjatuh di pundak renata yg berada disampingnya. seketika renata kaget dan memegang tubuh ilham .saudara ilham pun membantu membawa ilham kekamarnya. sedangakan makin banyak orang yg berdatangan untuk mengaji dirumah ilham.
Renata dan saudaranya siap untuk menjaga ilham.
*Sabrina dan adi.
usailah latihan hari itu. adi masih merasa sangat kesal dengan ayahnya ia berniat untuk tidak pulang bersama ayahnya. ia melihat sabrina yg bersiap untuk pulang.
"hay bu polwan"adi
"adi lo kok ada disini gk pulang "sabrina
"gue males banget pulang sama ayah gue "adi
"lo gk boleh gitu ntar dia nyariin lo"sabrina.
sedangkan adi tidak mendengarkan sambil menyender di loker. tiba 2 terdengar suara ayahnya yg mencari adi.
"bu polwan kali ini aja gue minta tolong sama lo kalok ayah nanyain gue bilang gue udah jalan ok"adi
"tapi... itu... "
"please bantu gue bu polwan"
Sabrina mengangguk.
"ok deh"sabrina.
dan tiba2 ayah sabrina membuka pintu itu dan hanya melihat sabrina sendiri.
"sabrina kamu lihat anak bapak nak"ayah adi
sabrina gugup dan ia tidak mau membohongi pak surya tapi...
"ehem pak tadi sabrina liat adi udah pulang duluan pak"sabrina.
"heh(menghela nafas )pasti dia masih marah sama saya padahal saya mau minta maaf saya sangat menyayanginya ya sudah saya pulang dulu "ayah adi.
"ia pak"sabrina
adipun keluar dari tempat persembunyiannya.
"thanks bu polwan lo emang baik banget"adi
"adi lo itu gk boleh gitu ayah lo itu sayang banget tau sama lo"sabrina
"ah biarin gue pulang dulu daa bu polwan"adi iapun pergi meninggalkan sabrina.
__ADS_1
sabrina menghela nafas dan menggelengkan kepalanya dan pergi pulang.
sabrina belum tau duka yg menimpa ilham.