Tidak Dilanjutkan.

Tidak Dilanjutkan.
BAB 20 VS


__ADS_3

sore hari sabrina bersiap pergi untuk ke sekolah polisinya. iapun berjalan menuju sekolahnya dan menyetop angkot karena jarak sekolah sabrina yg cukup jauh.


sampailah sabrina disekolahnya terlihat Hendra dan Bayu yg sedang berbincang semua cewek berbaris memandang mereka hanya sabrina yg cuek iapun terus berjalan menuju lokernya.


Hendra yg memperhatikan sabrina sambil tersenyum.


"bang cantik banget tuh cewek bener gk"Hendra.


"heh lo suka sama dia bukan cuman cantik sabrina itu tegas pemberani dan beda dari cewek lainnya dah"bayu.


"pokoknya gue harus bisa dapetin tuh cewek"hendra sambil tersenyum memperhatikan sabrina yg sedang berbincang dengan teman2 nya.


klakson mobil pak surya pun berbunyi.


pak surya meneriaki bayu dan hendra untuk segera membariskan semua murid.Adi melihat sinis hendra dan bayu yg terus memperhatikan sabrina.


sesuai tugas hendra siap melatih yg junior dan bayu siap mengajarkan yg senior.


sabrina masih terlihat kesal dengan adi.


"bu polwan lo masih kesel sama gue, gue minta maaf ya"adi.


"apaan sih siap yg kesel"sabrina


"jadi lo gk kesel sama gue"adi.


sabrina tersenyum dan menggelengkan kepala lalu berbaris adipun mengikuti sabrina untuk berbaris.


semua cewek meneriaki hendra yg memang tampan dan keren sambil mengacak rambutnya ia bersiap dan membariskan para junior. walau lebih tampan adi dan lebih keren adi tapi adi sudah banyak menjahili cewek2.


adi menatap hendra dengan tatapan sinis.


sampai di tengah-tengah latihan hendra menghampiri adi


"latihan yg bener bro"Hendra.


adi tidak menjawab sambil terus melakukan kegiatan.terlihat hendra juga tidak suka dengan bocah yg lebih tampan darinya yg dari tadi memperhatikan sabrina. seketika hendra menyeleding kaki adi hingga adi terjatuh di bawah kaki sabrina.


"adi"ucap sabrina dan ingin membantu adi.


semua murid memandang adi.


"sabrina jangan dibantu"hendra.


adipun berdiri sambil menggenggam kedua tangannya dan tertawa.


"maksud lo apa hah "adi.


"lo, gue itu senior lo harus manggil gue kakak"hendra.


seketika itu semua murid terdiam melihat kemarahan adi.


"heh gue gk akan takut sama lo "adi.


"makanya bro kalok latihan itu yg fokus jangan liatin cewek di depan lo"hendra sambil menepuk bahu adi.


"adi lo tahan emosi"sabrina dengan muka khawatir karena adi tidak bisa dilecehkan


"gue tau lo anak pak surya tapi lo gk ada apa2 nya sama gue"hendra.

__ADS_1


"heh o ya yaudah kita buktikan secara jentel"adi.


pak surya dan bayu yg berada di balik tembok tidak mengetahui kejadian itu.


"berani ya bocah kayak lo nantang gue ok ayok"hendra sambil menatap adi sinis.


"udah kak kenapa malah ribut sih ini bisa diomongin baik -baik kan"sabrina coba melerai mereka.


"sabrina dia itu sudah membuat harga diri gue jatuh sekarang saya mau buat dia berlutut sama dia"hendra.


"pd amat lo bro gue tunggu didepan "adi melangkah kedepan. hendra pun mengikuti adi semua murid tidak bisa berbuat apa-apa.


sabrina sangat khawatir.


hendra lebih dulu menonjok adi hingga berdarah tidak terima adi langsung menunjukan kehebatannya mengangakat kaos hendra dan memukul nya hingga terkapar tidak berdaya.


sabrina tidak bisa tinggal diam walau sudah melerai mereka tidak mendengar kan hingga akhirnya sabrina. menghampiri pak surya dan bayu yg sedang melatih.


"permisi pak hendra sama adi bertengkar"sabrina yg pergi langsung kehadapan pak surya dan bayu.


"apa kita kesana"pak surya


merekapun menghampiri adi dan hendra yg dikrumuni para murid pertarungan itu sangat


lah hebat hingga mereka berdarah. saat adi ingin memukul hendra yg sudah terkapar ditanah. pak surya pun langsung meneriaki adi.


"adi berhenti"pak surya adi pun menoleh ke arah ayahnya dan menghentikan pukulannya.


"kalian ikut bapak ke kantor ayo hendra bangun"pak surya dengan tegas.


adi dan hendra pun dibawa oleh Pak surya dan bayu kekantor.


"apa yg kalian berdua lakukan kalian itu kayak anak kecil tau "pak surya dengan nada tinggi.


"tapi yah dia yg mulai duluan"adi.


"bohong pak jelas2 dia yg ngajak saya berkelahi"hendra sembari memegang bibirnya..


"ah diem lo"adi kesal.


"sudah kalian semua salah polisi itu memberantas kejahatan tapi kalian lihat berkelahi seperti ini sudah merasa jagoan ha"pak surya sangat marah


adi dan hendra terdiam.


"ya sudah saya harus tegas sama kalian lari 10 putaran di lapangan"pak surya.


"tapi pak saya kan berdarah habis dipukul adi"hendra.


"anak saya juga berdarah sudah polisi harus kuat dan tangguh lagian siapa yg menyuruh kalian berkelahi laksnakan bayu awasi mereka"pak surya.


"baik pak"bayu tegas.


mereka pun mengikuti bayu.


mereka mulai berlari walau berdarah semua murid menyaksikan mereka.


"kasian kak hendra ini tuh gara2 adi"cewek1


"iya si adinya aja yg belagu"cewek2

__ADS_1


"tapi kak hendra bisa kalah tuh sama adi" salah satu cowok yg mendengarkan.


"ishhh apaan sih lo emang si adinya aja yg belagu "cewek 1


sabrina yg mendengarkan merasa sangat kesal.


"udah deh kalian jangan nyalahin adi dia itu cuman ngebela diri"sabrina


"ishh apaan sih sab kok lo belain adi"cewek2


"iya sab dia tuh sok jagoan"cewek1


karena sabrina malas mendengarkan mereka sabrina pindah ketempat lain tinggal 1 putaran adi merasa sangat kesakitan tapi dia terus melanjutkan larinya. begitu pun dengan hendra yg juga menahan rasa sakitnya.


"ok cukup hukumannya selesai"bayu.


adipun meninggalkan bayu dan hendra.


"lo kok bisa sih berantem sama dia"bayu.


"ah gue harus jentel sama dia liat aja gue bakal bales lo adi"hendra.


"ah terserah lo deh"bayu iapun pergi meninggalkan hendra.


para cewek2 memperebutkan untuk mengobati hendra.hendra pun dibawa duduk dan diobati oleh para cewek yg menyukai hendra.


hendra menatap adi yg ada disebelahnya dengan sinis adipun membalikkan pandanganya sambil menahan rasa sakitnya.


"lebay banget sih tu cewek2 dasar "adi.


sabrina yg melihat adi sendiri sambil menahan rasa sakitnya merasa kasihan. iapun pergi mengambil hansaplas, kapas dan obat merah di kotak obat. sabrinapun menghampiri adi dan berdiri di hadapan adi yg sedang duduk.


"sini biar gue obatin"sabrina.


adipun menoleh ke arah sabrina.


sabrina duduk disamping adi


"ngadep ke gue dong biar gue obatin"sabrina


"gk usah bu polwan "adi


"ayo dong darah lo banyak banget entar bisa infeksi"sabrina


adi tetap tidak mau menghadap ke arah sabrina.akhirya sabrina duduk di sebelah tepat berhadapan dengan wajah adi dan mengobati luka adi.adi menatap dalam mata sabrina


"nah udah lo sih ngapain lagi bales dia biarin aja"sabrina.


"biarin aja gue kesel banget sama tu orang"adi.


sabrina tersenyum


"lo emang susah di bilangin ya lo itu harus bisa ngendaliin diri lo kayak tadi itu gk ada gunanya liat tadi pak surya marah banget lo tau gk yg lo lakuin tadi bisa bahaya buat diri lo"sabrina.


adi terdiam sebentar.


"bener juga sih yg lo bilang ya udah gue coba"adi.


"nah gitu dong"sabrina sambil tersenyum adi pun membalas senyuman sabrina. mereka asik bercanda gurau membuat hendra yg ada disebelahnya merasa marah.

__ADS_1


"kok mereka bisa ketawa-tawa gitu sih liat aja gue bakal bales lo adi"Hendra didalam hati sambil tersenyum licik.


__ADS_2