
Pacar Viona semakin melajukan motornya. Adi menoleh ke belakang ia berusaha menenangkan Sabrina yg ketakutan. Terlihat semakin dekat pacar Viona menyerempet motor Sabrina .Mereka terjatuh,Adi berusaha ingin memegang tangan Sabrina tetapi Sabrina sudah terjatuh tepat disamping Adi. Adi yg sangat kesal berdiri menahan rasa sakitnya.
"woii jangan lari lo"teriak Adi kesal.
Adi mengahmpiri Sabrina yg kesakitan.
"Sab kamu gk papa kan ayo bangun pelan-pelan"Adi coba membangunkan Sabrina kepala Adi terbentur batu hingga berdarah sedangkan tangan Sabrina lecet juga luka-luka.
"Aww " Sabrina kesakitan.
"kamu gk papa kan ada yg sakit dimana Sab biar aku obatin, Sab bilang sama aku "Adi dengan nada sangat khawatir.
Sabrina memandang Adi yg dahinya berdarah.
"itu dahi lo berdarah "Sabrina.
Adi memegangi dahinya dan melihat darah yg ada di dahinya.
"yaudah kita pulang aja yuk, biar gue obatin dulu tuh luka lo"Sabrina.
"ok kita pulang biar aku aja yg bawa motornya"Adi.
"tapi lo gk papa bawa motor "Sabrina.
"gk papa kan lukanya di dahi yuk"Adi.
Sabrina mengangguk saat ingin berdiri kaki Sabrina terkilir.
"aww"ucap Sabrina, Adi segera memegangi tangan Sabrina.
"kenapa bu polwan kaki kamu sakit? "tanya Adi memegangi tangan Sabrina.Sabrina menatap Adi...
"iya nih tapi gk papa kok"Sabrina.
"biar aku bantu jalan"Adi.
Adi membantu Sabrina yg berjalan dengan kakinya yg pincang .Sabrina terus memandangi Adi sambil tersenyum. Adi segera menaiki motor Sabrina, Sabrina duduk dibelakang Adi mulai memeluk Adi.
Adi kaget dan ia menoleh ke belakang melihat Sabrina.Adi dan Sabrina saling pandang dan saling senyum.
Mereka berjalan menuju rumah Sabrina.Adi masih memikirkan orang yg menyerempet mereka dalam benaknya ia merasa mengenali sepeda motor yg dinaiki oleh orang yg menabrak mereka.
"aku akan cari tahu bu polwan siapa yg nabrak kita tadi lihat aja akanku kasih pelajaran tu orang"Adi sangat kesal.
"udah gk usah palingan dia gk sengaja gk ada gunanya juga bales orang itu"Sabrina.
"tapi bu polwan aku yakin banget dia sengaja buktinya kenapa dia gk nyalip aja lewat depan jalanan sepi kan pasti di emang pengen nyelakain kita"Adi.
"udah lah gk usah ngomongin itu "Sabrina.
Adi hanya terdiam terus melajukan motornya.
Viona merasa kesal dengan pacarnya,karena hanya menyerempet dan Sabrina dan Adi terlihat baik-baik saja. Viona marah kepada pacarnya.
"ishh kamu gimana sih aku nyuruh nabrak bukan nyerempet lihat mereka baik-baik aja"Viona.
"cukup Viona, kamu kenapa sih pengen banget mereka celaka kamu gk suka tuh cewek deket sama Adi hah cemburu"pacar Viona.
"kamu kok malah marahin aku sih "Viona.
__ADS_1
"aku gk marah aku cuman nanya kamu masih suka sama Adi "pacar Viona memegangi kedua pundak Viona menatap Viona.
"ya enggak lah denger sayang aku itu selingkuh dari Adi dan aku milih kamu masa kamu mikir aku suka sama Adi "Viona.
"ok kalau emang gitu tapi kenapa kamu pengen banget nyelakain mereka "pacar Viona.
"yaaa aku gk suka aja sama dia aku benci sama cewek kampung kayak dia,sayang kamu harus percaya aku cuman sayang saman kamu "Viona merayu pacarnya memegangi wajah pacarnya dan memeluknya,pacar Viona percaya dengan Vioana ia mengelus rambut panjang Viona.
Sabrina dan Adi sampai mereka duduk di teras rumah Sabrina.
"emmm Adi gue ambil obat merah buat lo ya itu darah lo kayaknya makin banyak"Sabrina.
"iyaa bu polwan "Adi.
Sabrina segera masuk dan keluar membawa obat merah ditangannya.
"tapi bu polwan tangan kamu gk papa"Adi.
"enggak kok"Sabrina.
Sabrina mulai mengobati Adi dengan lemah lembut Adi menatap Sabrina sembari tersenyum.
"ngapain sih senyum kayak gitu sok manis lo"Sabrina.
"gimana aku gk senyum seorang Sabrina ngobatin luka aku dengan lemah lembut"Adi
"apaan sih nih lembut"Sabrina mengeraskan tangannya saat mengobati dahi Adi
"aww "rengek Adi kesakitan.
"ehh sory gue gk sengaja sini gue lihat"Sabrina memegangi wajah Adi. Mereka saling berpandangan, Adi memberikan senyumannya. Sabrina memalingkan wajahnya.
"yaudah gue naruh ini dulu"Sabrina.
"gk usah cuman luka kecil "Sabrina.
"mau luka kecil luka gede kalau bu polwan aku udah terluka aku pasti akan ngobatin lukanya yah sini sini "Adi.
"alay lo "Sabrina.
"biarin "Adk sembari mengobati tangan Sabrina. Sabrina menatap Adi yg sangat perhatian dengannya.
Suara klakson motor berbunyi didepan rumah Sabrina. Sabrina dan Adi seketika menoleh melihat ada 2 pemuda yg mendekati mereka.
"siapa sih lo buka dulu helm lo"Adi.
"oh iya "
ke dua pemuda itu membuka helmnya dan terlihat wajah Hendra dan Bayu.
"kak Hendra kak Bayu ngapain kesini kak"Sabrina.
"kita mau ngasih tau entar lagi latihan disuruh pak surya nih cepetan ya"Bayu.
"yaa lewat hp gue kan bisa atau hp Sabrina ngabrinnya gk usah ke rumah Sabrina bilang aja mau caper"Adi.
"kok lo yg sewet sih "Hendra.
"udah udah iya kak nanti Sabrina sama Adi ke tempat latihan "Sabrina.
"ooo ya udah kalau gitu"Bayu.
"Sabrina lo sama gue aja berangkatnya biar gue tungguin deh"Hendra.
__ADS_1
"gk bisa Sabrina sama gue entar"Adi.
"gue nanya Sabrina bukan lo "Hendra.
Sabrina memandang Adi dan hendra secara bergantian.
"emm iya kak Sabrina sama Adi aja berangkatnya "Sabrina.
Adi tersenyum mendengar ucapan Sabrina.
"nah denger sendirikan udah sana ketempat latihan banyak yg nunggu tuh "Adi.
"diem lo tapi Sab kenapa sama gue aja Adi itu...
"udah kak Sabrina sama Adi aja lebih baik kakak ke tempat latihan deh, Sabrina sama Adi nyusul "Sabrina.
"ok Sab gue ke tempat latihan"Hendra.
"jangan sampai telat "Bayu.
"iyaa"Adi.
Hendra menatap Adi sinis.
"woiii brk ngapa lihat gue kayak gitu gue ganteng ya"Adi.
"udah yuk Hen"Bayu.
Mereka kembali ke motor mereka.
Hendra mengegas motornya menatap Adi dan melajukan motornya.
"yaudah gue siap-siap dulu deh lo tunggu disini"Adi.
"siap bu polwan"Adi.
Hp Adi berbunyi ia melihat panggilan dari ayahnya Adi segera mengangkatnya.
.
"halo yah "Adi
"halo nak kamu latihan pagi cepet berangkat"ayah Adi.
"iya yah entar lagi Adi mau berangkat sama Sabrina "Adi.
"ya sudah jangan sampai telat"ayah Adi.
"iyaa siap komandan "Adi
Ayah Adi menutup telponnya.
Terlihat Sabrina yg keluar mengenakan jaketnya dan menggendong tas selempangnya yg hanya berisi air dan hp.
"Adi gue bawa air minum dua buat lo nih"Sabrina menyodongkan botol minum pada Adi.
"makasih bu polwan "Adi menerima botol minum itu.
"ya udah yuk"Sabrina.
"ayoo "Adi.
Mereka segera menuju tempat latihan menggunakan motor Adi...
__ADS_1