Tidak Dilanjutkan.

Tidak Dilanjutkan.
Bab 8 ada apa dengan Adi?


__ADS_3

 


Keesokan harinya disekolah sabrina sedang membagikan selembar kertas ke seluruh siswa dan bilang"jangan lupa pilih Sabrina ya"dibantu oleh Renata. sedangkan ilham memilih untuk mengerjakan dengan teman basketnya ia membuat semua siswa berkumpul dan melihat aksinya diakhir ia berbicara untuk pilihlah ilham ketua basket handal. sedangkan Adi adalah murid baru ia tidak tahu apa yg harus ia lakukan.


"iri gue ngeliat mereka sekarang gue harus ngapain gue cuman punya doni"Adi iapun pergi dan tertabrak oleh Sabrina mereka berdua terjatuh semua kertas Sabrinapun terjatuh berantakan.


"jalan liat2 dong liat!! kertas gue sampek jatuh gimana sih"Sabrina berdiri dan memarahi adi. Adipun berdiri dan mendekati sabrina


 


"sombong banget sih lo ambil aja kertas lo tuh"Adi


"udah jelas salah tolongin dong"Sabrina menjauhi adi sambil memunguti kertasnya


"ambil aja sendiri bu polwan"Adi sambil meninggalkan Sabrina.


"Adi kok pergi sih"Sabrina kesal datanglah Renata menghampirinya.


"sabrina kok bisa jatuh ,sini gue


tolongin"Renata membantu memunguti kertas.


"Makasih ya Ren, lo tunggu ya gue mau ngejar dewa sombong"Sabrina sambil berlari menyusul Adi.


"eh Sabrina yah ,kok ditanggalin sih"Renata.


Sabrinapun terus berlari mencari Adi hingga ia menemukan di belakang sekolah melamun sambil memandang ke bawah sumur tua yg sudah tidak terpakai.


"hei dewa sombong ngapain lo disitu "Sabrina mendekati Adi. Adipun membalikkan badannya dan bersender di tembok sumur mati itu.


"ngapain lo nyariin gue belum puas lo buat gue kayak orang kecil"Adi


"tunggu, lo bilang apa sih gue gk ngerti deh"Sabrina memberanikan dirinya mendekati Adi.


"lo tau gk kenapa gue daftar buat jadi ketua osis"Adi


"mmm ya karena lo pengen jadi ketua osis kan? "Sabrina


"lo salah, ini buat biar ayah sama ibu gue bangga karena mereka selalu marahin gue dan banding2ngin gue sama Bayu yg bukan anak mereka"Adi


"mungkin orang tua lo mau jadi lo anak yg lebih baik "Sabrina


"tapi kayaknya gue nyerah deh kayaknya gue gk pantes buat jadi osis karena gue murid baru disini mereka gk ada yg kenal sama gue"Adi.


"masaaa lo nyerah sebelum berjuang sih"Sabrina


"terus gue harus gimana bu polwan gue tau kok lo sama Ilham siswa teladan kan disini udah deh gk usah sok care sama gue"Adi ia membalikkan badannya dan ingin pergi meninggalkan sabrina.


"tunggu"Sabrina ia mendekati Adi.Adi menghentikan langkahnya.


"apa lagi sih"Adi memalingkan wajahnya.


"lo cemen banget sih harusnya lo harus buktiin buat orang tua lo kalau lo lebih baik dari kak Bayu,gue yakin lo pasti punya prestasi yg membanggakan iya kan"Sabrina


"heh(tertawa kecil)kenapa lo yakin bu polwan"Adi menoleh kepada sabrina


"ya... kan dirumah lo waktu itu banyak piala"Sabrina.


"Haduh, lo gk usah deh kayak gitu lo cuman bikin gue kayak orang ****"tukas Adi mendekati Sabrina lalu pergi begitu saja.


"Dasar! dewa sombong dikasih tau juga"Sabrina kesal.


 


saat dikelas Sabrina dan Adi saling cuek .mereka seperti bermusuhan.ibu gurupun memanggil Ilham, Sabrina, dan Adi untuk maju mempromosikan diri mereka agar bisa dipilih menjadi ketua osis. merekapun maju. Sabrina dan Adi saling bertatap sinis.Mereka saling cuek dan memandang dengan pandangan tidak biasa.


 


"baik dimulai dari kamu Ilham"ibu guru.


Ilhampun maju dari Sabrina dan Adi. Ilham merapikan bajunya dan mulai barbicara.

__ADS_1


 


"buat temen2 jangan lupa pilih ilham, kalau saya menjadi ketua osis saya akan membenarkan bagi siswa yg bersifat bandel dan belagu oh ya saya juga akan membantu mengatur perlombaan dan kalian semua tau bahwa saya membawa kemenangan berturut-turut pada tim basket, jangan lupa pilih ILHAM"ucap Ilham dengan percaya diri dan sesekali menatap Sabrina dan Adi yg ada dibelakangnya.


semua siswapun bertepuk tangan.


"Ilham gue pasti bakal pilih lo"Renata sambil tersenyum pada Ilham.


"baiklah Sabrina, silahkan"ibu guru.


Sabrinapun maju sambil menatap Adi. Adi memalingkan wajahnya.


"baik untuk temen2 Sabrina mohon dukungannya ya.. kekurangan sekolah kita adalahn kurangnya siswa yg bisa membanggakan sekolahnya diperlombaan beladiri. disini Sabrina tekankan beladiri adalah ilmu penting ketika kita diserang ya oleh orang jahat yg kita tidak tau sabrina ingin kalian banyak belajar, dan bukan berarti orang yg jago beladiri bisa semena-mena tapi dia harus melindungi orang yg lemah disini juga sabrina lihat banyak kekurangan kita dalam pengetahuan sosial nanti kalau kalian pilih Sabrina. Sabrina akan membuat pengelompokan antara murid cerdas kita yg akan membantu siswa lain yg kurang bisa menangkap pelajaran itu dengan cepat.oh ya ,satu lagi kita juga butuh aset dalam membuat generasi maju nanti Sabrina akan menunjukkan pada teman2 semua"ucap Sabrina tegas jelas dan padat.


 


ibuguru dan semua siswa bertepuk tangan semua kagum dengan sabrina yg merupakan siswa teladan.


 


"Adi silahkan kamu maju"ibu guru


 


dengan gayanya adi maju sambil menyenggol pudak Sabrina.


"ehem buat para temen2 yg gue cintai, mungkin kalian berfikir gue adalah anak baru disini fix gue gk punya prestasi disini jadi terserah kalian mau milih gue apa gk"Adi santai dengan gayanya yg membuat siswi meleleh.


"Adi apa yg kamu ucapkan kenapa kamu daftar jadi osis kalau kamu gk punya pembahasan"ibu guru.


"maaf bu ,tapi saya cuman iseng aja "Adi ia keluar kelas dengan tidak sopan.


"Adi mau kemana kamu"tukas ibu guru marah.


"Maaf bu biar saya nanti yg bicara pada Adi"Sabrina coba menenangkan.


"dasar belagu banget sih tu anak"ucap Ilham


Merekapun kembali ketempat duduk.


Sabrina duduk sambil menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.


Bel istirahat pun berbunyi.


"sab kita makan yuk"Ilham.


"emmm maaf ham gue harus negur si dewa sombong itu"Sabrina.


"ngapin sih Sab lo belain dia anak kayak gitu juga gk punya sopan santun tau ,menang ganteng sama kerennya doang"ujar Renata.


"lo gk boleh kayak gitu orang salah harus kita kasih tau mungkin dia lagi banyak masalah"tukas Sabrina lembut.


"hebat lo Sab yaudah lo samperin dia"Ilham


"Makasih ya lo makan aja sama Renata"Sabrina menepuk pundak Ilham dan pergi keluar kelas.


"yaudah Ren yuk gue laper nih"Ilham .Renata mengangguk dan mengikuti ilham.


 


Sabrina berjalan mencari Adi ia terus bertanya kepada semua siswa. iapun menghampiri Doni dan teman2 nya


"doni lo liat Adi gk"Sabrina


"enggak tu Sab"Doni


"iya sab dari tadi kita nongkrong disini biasanya tu anak yg ngajak kita tanding"salah satu siswa ikut menambahkan


"ok deh makasih ya"Sabrina


ia terus berjalan dan akhirnya ia melihat Adi duduk sendiri di tempat loker siswa. sabrina perlahan mendekati Adi. Adi memandang Sabrina dan menundukkan kepalanya. Sabrina duduk disamping Adi

__ADS_1


"ngapain lo disini hah? mau marahin gue"Adi


"enggak kok,gk boleh gue disini?"Sabrina.


Adi memandang sabrina dan menoleh ke depan memalingkan wajahnya. Sabrina menghela nafas.


"lo udah didis ya"Sabrina.Adi tidak menjawab.


"eh gk gue gk maksud..."Sabrina


"udah deh kalau lo cuman ngerendahin gue pergi gih"Adi.


"gue cuman mau bilang sama lo,kalau lo harus tetep semangat prinsipnya gini deh kalau lo nyerah terus lo marah2 itu gk ngasilin apapun gue tau kok didalam hati lo pasti lo pengen buat bangga orang tua lo. Gini deh,saran gue mmm lo harus semangat lo harus berubah untuk jadi yg lebih baik gue pasti bakal dukung lo kok"Sabrina dengan penuh perhatian.Adi masih tetap diam.


" itu cuman saran gue aja kok yaudah kalau lo gk suka" Sabrina ia berdiri dan beranjak meninggalkan Adi.


"tunggu.... " Adi ia menghampiri Sabrina.


"gk sopan lo langsung pergi makasih bu polwan udah ngasih gue pencerahan"Adi sesekali menatap Sabrina dan menundukkan kepalanya. Sabrina tersenyum.


"sama2 semangat ya dewa sombong"Sabrina memberi semangat sambil menaruh tangannya dipundak Adi.


 


Adi melihat tangan Sabrina


"eh sory"sabrina ia menarik tangannya dari pundak Adi.


"bantuin gue yuk bu polwan buat minta maaf sama bu guru soal sifat gue tadi"Adi


"ok ,yuk"Sabrina


 


Mereka pergi ke kantor guru.


"yaudah sana"Sabrina


"duh gue takut"Adi


"yaelah cemen,cepet ke sana"Sabrina mendorong Adi. ibu guru melihat Adi.


"Ada apa Adi?"ibu guru nada tinggi.


"emmmm bu maaffin perilaku saya tadi saya spontan aja saya janji gk bakal ngulangin lagi"Adi terbata-bata.


"Baiklah Adi, ibu minta kamu bisa berperilaku lebih baik"ibu guru


"siap bu sekali lagi saya minta maaf"Adi.


"ibu maafkan"ibu guru.


"saya pamit bu terimakasih"Adi.ibu guru mengangguk.


Adi menghampiri sabrina


 


"wishhh keren lo"Sabrina memberi jempol


"makasih ya bu polwan lega gue"Adi


 


"ok"Sabrina tersenyum


"tos "Adi


sabrina dan Adi tos mereka tertawa bahagia.


 

__ADS_1


__ADS_2