Time Travel : The Legend Of Genius Lady

Time Travel : The Legend Of Genius Lady
Ulang Tahun Kaisar 4


__ADS_3

Kedua pelayan tampak takut dan menangis sejadi²nya, kotow hingga kening penuh dengan darah.


"Nona ampuni nyawa pelayan yg rendah ini nona, kami tidak akan mengulanginya lagi" ucap pelayan2 sambil memikirkan cara agar lolos lalu memberi tahu nyonya besar dan membalas perlakuan nona didepannya.


Akan tetapi semua niatnya sudah terbaca oleh Du Xian.


"Heng, memang nona ini percaya pada kalian. Jangan harap kalian lolos dengan selamat dari sini" sinis Du Xian


"Akan tetapi ada cara agar nona ini tak membunuh kalian, karna tidak sopan pada nona ini" dengan senyum misterius.


"Oh apa itu nona, kami rela menyerahkan nyawa kami pada anda" ucap pelayan 2 dengan berbinar.


Tidak menjawab, Du Xian meleparkan 2 cahaya merah dileher kedua pelayan didepannya, lalu membentuk lambang rantai berduri disana.


"Kalian lihat simbol rantai berduri dileher kalian ??" tanya Du Xian.


Keduanya hanya mengangguk tak berani menjawab.


"Simbol ini akan membunuh kalian, dan jiwa kalian hingga tidak dapat reinkarnasi, jika kalian ketahuan mengkhianati nona ini" jawabnya sinis


"Jadi silahkan jika kalian tidak percaya, nona ini tidak akan memaksa,dan juga lambang itu akan tak terlihat jadi tidak ada yg akan tau akan hal itu" lanjutnya.


Kedua pelayan berubah pucat, dengan keringat dingin membasahi tubuh mereka.


"Baiklah, karna kalian terlihat patuh jadi cepat kalian bersihkan paviliun ini agar nona ini bisa istirahat dengan tenang " ucapnya malas, dan tiba² entah dari mana muncul kursi dan meja berisi sepoci teh disana beserta cemilan.


Du Xian tampak duduk santai, sambil meminum secangkir teh dengan santainya.


Sedangkan Kedua pelayan dengan tanggap membersihkan halaman dengan kekuatan spiritual angin untuk menebas rumput, menyapu bersih dedaunan kering dan terakhir debu² yg ada didalam paviliun.

__ADS_1


Hanya butuh satu jam, paviliun telah bersih, dan rapi. Tanpa pikir panjang Du Xian memasuki kamar, dan mengganti semua perabotan didalamnya dengan miliknya yg tersimpan dalam cicin ruang, lalu merebahkan dirinya diranjang empuk miliknya.


"Ah memang tempat tidur adalah tempat yg bagus untuk menenangkan diriku"


"Oh ya kalian bisa bergulir dari sini" lanjutnya.


Keduanya kotow dan memberi salam lalu beranjak untuk pergi,akan tetapi Du Xian tampak melempar 2 pil pembeku darah tingkat 5 menengah pada Keduanya.


"Ini pil untuk kalian, agar luka dikening itu hilang, karna nona ini malas jika harus mendengar bahwa nona ini dianggap menindas kalian"


"Nona bukankah nona memang baru saja menindas kami" batin Keduanya.


"Terima kasih nona, kami akan keluar dan apakah anda ingin kami menyiapkan makan malam untuk anda" ucap pelayan 1 sopan.


"Tak perlu karna nona ini sudah mengantuk jadi pergilah" usir Du Xian


1 Minggu Kemudian


Du Xian yg tampak santai tidak ada yg mengganggunya bahkan menjenguknya, membuat ia hanya malas²an.


"Nona besok adalah hari ulang tahun Yang Mulia Kaisar, jadi hadiah apa yg akan disiapkan nona" pelayan 2 yg bernama Lili.


"Oh jadi besok adalah hari ulang tahun Kaisar"


"Yah nona ini sudah menyiapkan hadiahnya" lanjutnya malas


Lili yg sudah biasa dengan sikap nonanya ini hanya bisa geleng² kepala lalu menjelaskan sesuatu pada nonanya.


"Nona bagaimana bisa anda bersikap seperti ini, harusnya anda senang karna Yang Mulia Kaisar adalah paman anda dan merupakan adik dari ibu anda"

__ADS_1


"Pamanku" beo Du Xian yg terlihat imut, membuat Lili gemas dan mencubit pipi nonanya.


"Kamu makin berani yah Lili" omel Du Xian, dan Lili hanya tertawa.


Lili pelayan yg sebelumnya sangat angkuh kini tampak lembut dan patuh hanya pada Du Xian setelah lebih banyak mengenal Du Xian dan lebih menghormatinya karna sifat Du Xian yg tidak membedakan mereka dengan dirinya dan bahkan menganggap mereka sebagai keluarga begitu pula dengan pelayan 1 bernama Ye Lin, yg diam melihat Lili yg suka menjahili nonanya.


"Oh ya Ye Lin, apakah ada pergerakan lagi dari para penyihir itu" ejek Du Xian.


Kedua pelayan itu hanya tertawa lepas, mendengar Du Xian mengejek Selir Rong Yi, anaknya Du Min Yi dan antek²nya dengan sebutan penyihir.


Selama beberapa hari Selir Rong Yi selalu menyuruh pelayan mengantarkan makanan sisa pada Du Xian, namun Du Xian tak tinggal diam dan menghipnotis pelayan itu memakan semuanya.


Ada juga saat Selir Rong sendiri membawa makanan yg diberi racun, yah Du Xian memakan habis racun tersebut karna tubuhnya sendiri anti terhadap semua racun dan itu akan menambah kultivasinya yg membuatnya naik 1 tingkat.


Du Xian senang² saja jika diberi racun, karna sama saja seperti menambah spiritual kultivasinya.


"Sepertinya tidak ada nona, tapi anda akan dibiarkan menaiki tandu sederhana dan tidak diperbolehkan pergi bersama mereka" jawabnya sopan.


"Tapi sepertinya nona kedua Du Min Yi, ingin menampilkan sebuah pertunjukkan agar ia menjadi sorotan publik pada ulang tahun Kaisar" lanjutnya.


" Ho ingin menjadi sorotan yah, tapi tidak semudah itu karna selama aku hidup, aku akan terus menjadi penghalang untuk keinginannya" balas Du Xian.


"Tentu nona ke-2 tak bisa dibandingkan dengan keindahan anda" jujur Ye Lin.


"Mulutmu makin manis saja Ye Lin" olok Du Xian.


"Nona bisa saja" jawab Ye Lin malu².


"Itu bukan pujian Ye Lin" balasnya.

__ADS_1


__ADS_2