
Pagi hari yg cerah menenangkan, setelah kepulangannya dari hutan malam untuk mensummon spirit beast Griffon diralat Jadi Griffin, Du Xian yg mendengar kabar bahwa paviliunnya mau dirusuh oleh duo ulat bulu dan kedatangan ayahnya yg ingin berdamai dengannya hanya cuek² saja.
Ia terlalu malas membicarakan duo ulat bulu dan curut tuanya, dipikiranya ialah Du Xian ingin membuat sebuah kelompok mafia seperti yg ada didunianya dulu.
Ia sudah memikirkan apa saja rencana kehidupan kedepannya,( info: Du Xian adalah penyihir pertama dikalangan manusia, sedangkan untuk klan iblis dan dewa itu bukan hal tabu lagi ) Du Xian yg jenius hanya mengikuti cara mantra sihir dari komik² kesukaannya, dan beberapa sihir dengan mantra buatanya sendiri.
Mana untuk sihir sangat sulit dicari untuk diserap akan tetapi berbeda dengan Du Xian yg memiliki cincin ruang yg juga penuh dengan mana dan esensi elemen dari langit dan bumi, ia juga membuat alat bantu sihir yaitu menara sihir miliknya yg berjumlah 5 menara yg terpasang melingkar didalam formasi tingkat dewa yg berisi formasi ruang dan waktu agar pilar sihir miliknya dapat menyerap sihir dari dimensi apapun.
👆anggap aja itu pilar sihir👆
Sehingga Du Xian memiliki lautan mana yg begitu luas meliputi seluruh dimensi yg tak terjangkau, adapun level kekuatan sihir itu tidaklah terbatas.
Du Xian juga membuat pilar² untuk setiap elemen yg juga berada di dalam formasi untuk mempermudahkannya menyerap energi Qi spiritualnya dan levelnya sudah berada di level dewa akhir, Du Xian tidak terlalu sulit ingin
naik level karna pondasi tubuhnya yg kuat karna terlahir dengan tubuh istimewa dan lima dantian yg salah satunya adalah dantian emas.
Du Xian yg termenung dibuyarkan oleh kedatangan ayahnya Du Jung Min.
"Nona Tuan Du ada di depan apakah anda akan menemuinya" tanya Ye Lin
__ADS_1
"Apa lagi sih maunya si curut tua itu?" batin Du Xian.
Lalu Du Xian kembali ke mode dingin dan acuh tak acuhnya.
"Baiklah ayo kita keluar menemuinya"
Du Xian keluar dari kamarnya dengan hanfu biru, berkerah putih dengan bersulam benang perak dan disambung dengan bulu merak putih yg lembut dan ringan, serta hiasan jepit emas bunga sakura dikanan dan kirinya, menambah kesan natural pada rambut polosnya.
Du Jung Min tidak henti²nya bangga dengan kecantikan putrinya yg satu ini.
"Ada apa gerangan Tuan Du, datang ke paviliun saya" tanyanya dengan dingin.
"Xian'er mengapa kamu berbicara begitu formal pada ayahmu ini, dan juga jangan memanggil ayahmu ini dengan sebutan tuan, membuat kita terkesan asing satu sama lain" jawabnya lembut.
"Buk..." Du Xian memotong ucapan ayahnya Du Jung Min tanpa memberi sedikitpun luang.
"Dan semenjak itu, saya bukan lagi Du Xian Er yg lemah lembut, dan rapuh sehingga mudah untuk kalian tindas, yg ada hanya ada Du Xian yg akan kejam bak iblis untuk musuhnya dan akan menjadi dewi bagi orang tersayangnya. Jadi mulai sekarang jangan sok kenal atau akrab dengan saya karna ini semua adalah hasil dari perbuatanmu dulu ingat ' apa yg kamu tanam itu yg akan kamu tuai ' jadi sekarang anda bisa rasakan bagaimana rasanya perasaan saya yg dulu ketika saya diabaikan" Du Xian beranjak pergi dan seketika berhenti ketika ia merasakan pelukan dari belakang serta suara tangisan sendu dan penyesalan dari ayahnya.
"Xian'er maafkan ayah, ayah mohon beri ayah kesempatan sekali lagi untuk kita memulai dari awal"
"Heh kesempatan, apa anda dulu juga memberi saya kesempatan untuk menjelaskan tentang ketidak bersalahan saya ketika saya dituduh meracuni Yi'er hah, apakah ada Tuan Du...?" tanya Du Xian yg merasakan sesak, entah mengapa karna merasa seperti dialah anak dari Tuan Du yg asli padahal ia hanya pengganti, ia marah, kecewa, sedih mengingat sikap Du Jung Min pada Du Xian Er yg ditolongnya dulu seakan² ialah yg berada diposisi itu. Tak terasa air matanya mengalir, tubuhnya gemetar, ia bingung dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
Du Jung Min memutar tubuh Du Xian dan mendekap erat dirinya karna rasa penyesalannya yg menyakiti putrinya.
" Maafkan ayah, maafkan ayah Xian'er, ayah janji ayah hanya akan mendengarkanmu dan tidak akan perduli dengan dua j*lang itu" ucapnya sambil mengelus lembut kepala putrinya.
Du Xian hanya tersenyum devil mendengar ucapan ayahnya, sehingga ia mendongkakkan wajahnya hingga terlihatlah wajah gadis yg mungil dengan mata sembab dan hidung merah yg memberi kesan imut dan menggemaskan.
"Benarkah ?" tanyanya sambil sesenggukan memastikan pendengarannya.
"Iya... apapun keinginanmu atau yg ingin kamu lakukan pada mereka ayah akan selalu mendukungmu" jawabnya lembut sambil mencubit hidung putrinya.
"janji jangan bohong pada Xian'er" sambil mengankat jari kelingkingnya.
"Janji" balasnya sambil mengaitkan jari kelingkingnya dan segera keduanya tertawa.
"Tapi Xian'er masih marah pada ayah"
"Eh... kok masih marah, terus gimana caranya ayah bisa dapat maaf dari Xian'er hem..."
"Xian'er mau semua akun toko milik bunda dan mansion Du, Xian'er yg pegang, Xian'er yg harus menetapkan apa peraturan yg ada disini bagaimana"
"Apapun keinginanmu ?"
Segera Du Jung Min memanggil pelayanya untuk mengundang keluarga Du untuk datak ke aula pertemuan untuk menyampaikan keinginan Du Xian, lalu ia beranjak pergi.
__ADS_1
Du Xian sangat bahagia ia akan memulai permainannya untuk menyiksa kedua ulat bulu dan itu tanpa halangan apapun.
Mereka bertiga tertawa lebar dengan senyum devilnya😈😈😈.