Time Travel : The Legend Of Genius Lady

Time Travel : The Legend Of Genius Lady
Cincin Giok Surgawi Sembilan Alam


__ADS_3

Du Xian menatap lekat² cincin giok yg terpasang di jari manisnya, cincin ini tak dapat dilepas hingga membuat ia frustasi.


"Cincin si*lan gara² kamu aku jadi kena si*l... setiap hari ada saja hewan buas si*lan yg ingin menarkamku dasar cincin si......" umpatan dimulut mungil Du Xian tertahan setelah mendengar suara seorang pria menjawab dengan dinginnya.


"Bisa²nya manusia lemah sepertimu mengutuk cincin surgawi sembilan alam, jangan salahkan aku yg akan memotong kepalamu karena tak sopan denganku"


Du Xian tampak menatap ke sekelilingnya mencari arah sumber suara, namun tak menemukan siapapun disekitarnya membuat bulu kuduk Du Xian berdiri.


"Oh astaga apakah saking kesepiannya diriku sampai² aku mendengar suara pria menjawabku" batin Du Xian sambil berpikir apa asal usul suara dingin yg membuat bulu kuduknya semakin berdiri dengan hawa dingin yg semakin menjadi².


"Oh ataukah itu adalah arwah penasaran yg ingin mejahiliku, emmmzz tapi sorry aku Du Xian tidak pernah takut apapun kecuali kakekku yg super rempong macam ibu² yg tiap hari pidato panjang leebbuuuaaarrrr...,huh.. jadi jangan kira aku takut padamu" gumam Du Xian.


"Hei manusia aneh jangan samakan aku yg mulia ini dengan arwah rendahan"


Dan 'Wuuss' asap putih keluar dari cincin giok ditangannya, membuat Du Xian tersentak kaget melongo.Dimana muncul sesosok lelaki dengan ketampanan surgawi didepannya yg menatap dingin Du Xian.


Rambut putih peraknya dengan mata biru laut dengan sorotan tajam yg seperti sumur dalam dapat menyedot jiwa² manusia sehingga terhipnotis menatapnya, alis tebal bak pedang, bibir tipis merah, hidung mancung dengan rahang yg kokoh, kulit mulus seperti porselen, dan perawakan tinggi bertubuh berotot.


"Ah ini yg namanya ketampanan surgawi tak tertandingi, hemm..tapi tunggu barusan dia keluar dari cincin ini kan" batin Du Xian.


"Bisa²nya cincin ini berjodoh dengan manusia bodoh seperti mu" gumam laki² asing itu, dengan wajah penuh cemohan.

__ADS_1


"Kamu yg bodoh, semua keluargamu yg bodoh seenaknya mencemohku yg dari lahir sudah pintar huh.." sarkas Du Xian melotot jengkel pada laki² asing didepannya.


"Dan kamu jin antah berantah yg gak tau asalnya, mengapa bisa²nya muncul dari cincin giokku" tanya Du Xian.


"Jin...antah berantah... apa itu?" balasnya masih dengan wajah datar nan dingin.


"Huh ternyata IQ mu rendah sekali yg tadi dengan soknya mengejek orang bodoh, tapi sekarang siapa yg bodoh huh..benar² merusak citra tampanmu".


"APA KATAMU ?" wajah laki² asing itu merah gelap dengan aura membunuh menatap Du Xian tajam.


Yg ditatap biasa saja dengan wajah cengengesan dan cemohan menatap laki² tampan didepanya.


"Apa hah.. bukankah tadi sudah dengar dengan jelas atau karna kebodohanmu membuatmu menjadi t*li".


Dalam sekali kedipan mata laki² asing itu sudah didepan Du Xian, dengan sigab mencengkram leher putih bersalju Du Xian.


Du Xian yg kaget tak bisa mengelak wajahnya memerah, dengan nafas sesak karna cekikan laki² didepanya.


Wajah mereka yg hanya berbatas sedikit , bisa merasakan hembusan nafas dari wajah didepan mereka.


Bau harum tubuh Du Xian yg menenangkan membuat laki² itu tenang dan segera melepas cekikanya.

__ADS_1


Dengan rakus Du Xian bernafas, leher putihnya memerah bekas cekikan kuat dilehernya.


Matanya melotot marah, dan segera pergi meninggalkan lelaki yg menatap kosong padanya.


Setiap ia berjalan laki² itu mengekorinya, awalnya tak diabaikan saja oleh Du Xian tapi lama kelamaan ia jengkel dan memutar tubuhnya menatap laki² didepanya.


"Apa yg kamu mau lagi hah..,apa belum cukup kau menyakitiku"


"Aku akan mengobatimu !"


"Tidak perlu, aku tidak butuh kebaikanmu. Sebaiknya kamu pergi dari hadapanku"


"Tidak bisa karna aku dan kamu telah terkontrak dengan mu melalui cincin ini"


Du Xian hanya diam, dan melanjutkan langkahnya kedalam hutan malam untuk berlatih, dan mengumpulkan tanaman herbal.


Sepanjang jalan Du Xian bertemu hewan buas dan dengan mudah dikalahkanya, tak lupa ia berburu untuk makannya hari ini.


Laki² itu menatap lekat Du Xian kadang² keningnya mengernyit melihat setiap gerakan beladiri yg menurutnya aneh namun cepat, kuat, dan anggun.


Setiap gerakannya benar² tajam tanpa celah. Melihat hari yg mulai sore Du Xian bersiap untuk pulang.

__ADS_1


Sepanjang jalan mereka hanya diam tak bersuara hingga sampai gubuk tempat tinggalnya.


__ADS_2