Time Travel : The Legend Of Genius Lady

Time Travel : The Legend Of Genius Lady
Kehancuran Pertama Duo Ulat Bulu


__ADS_3

Setelah semua anggota keluarga berkumpul Du Jung Min tak ingin basa basi lagi dan segera menyampaikan keinginan putrinya namun banyak yg tidak setuju.


"Apa hak kalian tidak setuju disini aku yg ketua keluarga, bukan kalian jadi pendapat kalin tidak penting" jawab Du Jung Min dengan wajah datar sehingga banyak yg bungkam. Disisinya Du Xian tersenyum simpul.


"Ara ara ayahku ternyata bisa langsung membungkam muluk comberan mereka"


"Hei Xian'er aku bosan melihat konflik yg gak seru ini" seru Gris dari pikiranya.


"Tenang nanti juga rame jadi bersabarlah"


"Hem..baiklah"


Du Xian maju memecah keheningan


"Saya ingin bertanya mengapa kalian bisa tidak setuju"


"Itu karna kamu terlalu muda, jadi biar bunda yg melakukannya" jawab Selir Rong Yi


"Benar apa kata nyonya, nona anda masih terlalu muda untuk mengurus urusan mansion Du, apalagi anda sudah lama tinggal di pengasingan mungkin itu akan sulit" balas Tuan Su Ding yg bertugas memegang buku keuangan, menatap Du Xian rendah karna mengira Tuan Du tidak akan memihak Du Xian.


"Heh sejak kapan seorang pelayan berani menatap tuannya, dan berbicara tidak sopan dimana sopan santunmu yg anda banggakan itu, anda yg sudah belajar tata krama saja begini tidak sopan apalagi bawahanmu, caramu ini mencoreng wajah Panatua di klan Du "


Tuan Su Ding langsung berkeringat dingin, dia lupa jika nona pertamanya sudah tak seperti dulu, dan jika ia menjawab maka ia dianggap tak tau tata krama, dan jika ia menunduk hormat itu akan mempermalukan dirinya.


"Si*l dia ingin memojokkan ku" batin Tuan Su


"Oh iya hampir lupa dan kau Tuan Su sejak kapan Selir Rong ini dipanggil nyonya padahal kalian tau jika ayahku tidak menikah lagi, jadi dari mana keberanianmu itu"

__ADS_1


"I itu.."


"Maafkan Tuan Su, Du Xian karna ia hanya ingin bersikap sopan pada ibumu ini" potongnya dengan sikap sok lembutnya.


"Bersikap sopan itu bisa saja, tapi jangan buat orang lain lupa diri pada dirinya yg seorang Selir, yg bermimpi menjadi istri sah dan juga anak seorang Selir yg dengan tak tau dirinya bersikap lancang menyiksa anak dari seorang istri sah" ejek Du Xian


"Xian'er mengapa kamu begitu membenci ibumu ini" jawabnya sendu sambil melirik Tuan Du.


Sedangkan yg dilirik hanya acuh dan hanya menonton permainan anaknya, dan akan membantu bila perlu.


"Ck tak usah memasang wajah sedih palsumu itu karna sudah tidak berguna jadi, cepat serahkan mana buku akun keuangannya hah"


"Tap..." tak memberi kesempatan Selir Rong menjawab Du Xian dengan tambang ditindas menatap ayahnya.


"Ayah lihatlah mereka, berani melawan Xian'er, mereka hanya sopan pada kedua ulat bulu itu saja, ayah harus memberi keadilan untuk Xian'er" dengan nada teraniyaya.


Du Jung Min hanya tersenyum simpul mendengar julukan untuk dua ibu dan anak dengan sebutan ulat bulu.


"Tuan Su, kamu tul* sampai² tidak melaksanakan perintah PUTRIKU"


"Dan kau cepat laksanakan perintahnya, jangan buat putriku menunggu" lanjutnya dengan tegas pada Selir Rong.


Mereka tak mampu menolak perintah Tuan Du, dan segera mengambil hal tersebut dan menyerahkannya dengan berat.


"Bagus, em lalu ayah.."


"Apa Xian'er"

__ADS_1


"Jika ada yg tidak sopan pada Xian'er, Xian'er harus bagaimana ? "


"Hukum saja"


"Ini berlaku untuk setiap anggota keluarga Du tak terkecuali apapunkan ayah" sambil melirik duo ulat bulu yg sudah memucat.


"Apapun untukmu Xian'er"


"Memang ayah yg terbaik" jawabnya senang lalu berlari dan memeluk Du Jung Min.


Tuan Du sedikit kaget lalu tersenyum bahagia, melihat putri tercintanya bahagia. Sedangkan Selir Rong dan putrinya menggertakan gigi geram dan semakin benci pada Du Xian.


Du Xian yg merasa punggungnya dingin melepas pelukannya lalu menatap ke arah duo ulat bulu.


"Ara hampir aku lupa dengan duo ulat bulu kegatelan itu, dan siksaanku belum selesai hehe😈😈" batinnya.


Selir Rong Yi dan Du Min Yi merasakan fisasat buruk akan terjadi setelah melihat senyum penuh arti dari Du Xian.


"Ayah ².." rengek Du Xian


"Hem apa sayang ayah"


"Xian'er ingin Selir Rong Yi dan Yi'er dipindahkan dari paviliunnya, ke paviliun barat"


"Tidak ayah" balas Du Min Yi tak terima


"Baiklah" jawab Du Jung Min tanpa mengidahkan ucapan Du Min Yi.

__ADS_1


"Hehe ****** lu👿👿" batin Du Xian senang.


Dan rapat keluarga pun selesai, dan mereka kembali ke kediaman masing² kecuali duo ulat bulu yg harus pindah ke kediaman baru dibagian barat yaitu yaitu paviliun Melati yg gersang dan tidak boleh memiliki satupun pelayan untuk membantu mereka disana.


__ADS_2