
"Baiklah tidak perlu basa basi jadi acara kita mulai saja" Ucap Kaisar Ling Zhue.
Acara dimulai dengan semarak, para penari menari dengan gemulai banyak para gadis mempersiapkan pikiran, untuk menunjuk keterampilan masing² untuk menarik perhatian para pangeran.
Sementara para bangsawan saling menjilat pada yg memiliki kedudukan tinggi, Du Xian Er hanya menguap malas melihat orang yg menurutnya sangat munafik.
Du Xian mengabaikan lingkungan sekitarnya, namun ia merasakan tatapan yg menusuk ketika ia melirik kearah orang² yg menatapnya sengit.
Siapa lagi kalau bukan Selir Rong Yi dan Du Min Yi yg menatapnya benci, karna Du Xian mendapat kehormatan dari Kaisar untuk duduk di keluarga kerajaan.
"Apa²an tatapan para penyihir itu, benar² merusak suasana saja, oh astaga lihat matanya itu sampai² mau keluar dari rongganya ck ck" batin Du Xian.
Tapi Du Xian malas untuk mangurus mereka, karna pikiarannya sedang mengembara ke tempat lain.
Du Xian memikirkan Yan Feng yg akhir² ini tidak pernah muncul kehadapannya.
Yan Feng mengatakan bahwa ia memiliki sebuah urusan yg harus diselesaikannya, karna ia sudah bebas dari Cicin giok surgawi sembilan alam, setelah terkurung didalamnya selama berabad².
Du Xian sangat penasaran dengan identitas Yan Feng yg sebenarnya, terakhir kali ia menanyakan hal ini Yan Feng pasti tidak menjawab dan hanya mengatakan
__ADS_1
Flashback:
"Yan Feng siapa sebenarnya dirimu" ucap Du Xian perhatian.
" *belum saatnya aku memberi tahumu semuanya, karna kamu belum terlalu kuat, dan aku takut kamu akan terlibat sehingga mereka memanfaatkanmu untuk menekanku, karna sekarang kamu adalah kelemahanku, hatiku tidak akan kuat jika wanita yg aku cintai akan terluka" jawab Yan Feng sendu dan rasa bersalah karna harus merahasiakan sesuatu pada Du Xian.
"Maaf aku tidak akan memaksa lagi, tapi ketika kamu sudah siap nanti aku harap kamu terbuka padaku maka aku juga akan memberi tahu juga rahasiaku yg padamu" balas Du Xian.
"Hem ya aku pasti akan terbuka padamu jika waktunya tiba"
"Baik*"
Du Xian hanya acuk tak acuh, hingga pada acara dimana semua gadis yg hadir dapat menunjukkan bakat pada diri masing², dan Du Xian masih menunjukkan sifat acuh, dan malas hingga ketika saudari keduanya Du Min Yi maju untuk menampilkan tarian.
Wajahnya yg cantik tersenyum nakal dengan tarian yg eksotis, dan gemulai membuat banyak pria menatapnya tak berkedip.
"Oh astaga memang kecantikan nomor 1 di Nan su"
"Anda benar nona kedua Du Min Yi benar² tiada tanding"
__ADS_1
"Benar² saya saja hampir tak berkedip menatapnya"
"Huh kalau bisa saya ingin menjadikan sang kecantikan sebagai istri saya, dan walau tak bisa saya rela menjadi budaknya"
Satu demi satu pujian dari bangsawan yg hadir, rasa kagum, dan iri dapat terdengar setelah menyaksikan kemampuan tari Du Min Yi.
Du Min Yi merasa puas dengan tatapan memuja para pria, dan tatapan iri para gadis ditujukan padanya membuatnya merasa tinggi, dan sombong.
"Benar² tarian yg bagus zhen, sangat senang dengan tarian anda. Jadi mari beri hadiah 100 emas, dan 10 kain sutra untuk hadiah atas suguhan tarian yg memukau dari anda" puji Kaisar Ling Zhue tulus.
"Hamba merasa bahagia jika Yang Mulia senang akan tarian dari nona kecil ini tapi.." Du Min Yi menatap Du Xian dengan seringai.
"Kakak pertama hamba lebih hebat dalam hal ini dari hamba, jadi hamba harap pada Yang Mulia untuk menyaksikan sendiri kemampuan kakak hamba
Benarkan jiejie, meimei sangat mengharapkan kesedian jiejie akan hal ini" lanjut Du Min Yi senang karna menurutnya ini saat yg tepat untuk menunjukkan sampah ini, dan mempermalukannya didepan semua orang.
Du Xian yg sudah tau gelagat jahat Du Min Yi hanya menyeringai kejam dibalik caranya dan memandang rendah Du Min Yi.
"Kayaknya ini ulat bulu sudah mulai gatal untuk menggangguku, ini orang benar² sudah bosan hidup karna mengganggu hayalanku pada Yan Feng tersayang
__ADS_1
Ulat bulu kamu mengganggu diriku yg merindukan Yan Fengku, dan aku kurang energi karna tak bisa melihat wajah tampannya huh benar² menjengkelkan" batin Du Xian dengan lesu dan kesal.