
Dirumah Perdana Mentri Du, Du Jung Min yg sedang sibuk karna sebentar lagi adalah hari ulang tahun Kaisar.
Kaisar menitahkan untuk mengundang setiap keluarga bangsawan tak terkecuali siapapun, karna jika ada satu anggota keluarga yg tidak datang maka dianggap menentang dekrit Kaisar.
"Sayang apakah kita harus menjemput gadis si*l itu" tanya manja Selir Rong Yi.
"Tentu kita harus menjemputnya jika tidak, kita akan mendapat masalah dari keluarga kerajaan. Apa lagi gadis j*lang itu merupakan keponakan dari Kaisar"
"Huh dia akan menjadi penghalang Yi'er ku untuk menjadi istri Putra Mahkota dan saya tak ingin itu terjadi"
"Tenang saja sayang saya tidak akan mengecewakanmu"
"Hem saya percaya itu" sambil berpeluk manja pada Du Jung Min.
Du Jung Min sangat membenci Du Xian yg dianggap sebagai orang yg membunuh wanita tercintanya yaitu ibu kandung Liu Wei Ning, karna rasa cintanya pada Liu Wei Ning, tempat istri pertama masih kosong hingga sekarang dan Selir Rong Yi hanyalah sebagai pelarian semata.
Disisi lain
Du Xian Er dan Yan Feng yg mulai akrab juga saling bermanja, mereka saling memiliki rasa suka satu sama lain dihati mereka.
Yan Feng yg tidur dipaha Du Xian dengan menutup matanya, sedang menikmati elusan sayang dirambutnya
dari orang yg dicintainya.
__ADS_1
Yan Feng yg awalnya hanya ingin menggoda Du Xian, yg akhirnya mulai memiliki hati pada gadis yg menurutnya sangat cerewat.
"(bersin) sepertinya ada menjelek-jeleki aku" gumam Du Xian.
"Sayang ada apa, apakah kamu sakit ? " tanya Yan Feng yg bangun dan menggosok lembut pipi kanan Du Xian.
"Ah tak apa mungkin aku hanya kedinginan"
"Sini biar aku hangatkan" balas Yan Feng lembut penuh cinta dan menarik tangannya untuk memeluk Du Xian, sedangkan Du Xian yg wajahnya memerah hanya menyembunyikan wajahnya didada bidang Yan Feng.
Digubuk tua itu mereka tidur disatu ranjang, yah walau tidak sampai melakukan hal² diluar nikah, karna Yan Feng sangat menghargai Du Xian dan tetap menjaga kemurniaan gadis tercintanya.
Karena Yan Feng masih memiliki sebuah masalah besar, dan ia takut musuhnya akan menyakiti gadis tercintanya. Sudah cukup ia kehilangan kedudukannya, jangan sampai ia kehilangan orang yg dicintainya.
Yan Feng memiliki banyak rahasia, dan tak ingin melibatkan Du Xian lebih jauh, ia akan melatih Du Xian agar lebih kuat, sehingga mampu untuk melindungi dirinya sendiri ketika ia harus pergi untuk mengambil apa yg memang seharusnya memang miliknya.
Dipagi hari Yan Feng yg terbangun dari tidurnya menatap samping tempat tidur yg mendingin, karna ternyata Du Xian sudah bangun pagi sekali untuk menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua.
Bau harum masakan membuat perut Yan Feng menggerutu, ia melangkahkan kakinya ke arah dapur yg terlihat sederhana.
Disana tampak seorang gadis berhanfu putih, bersurai hitam, berikat setengah dengan pita putih yg membelakangi Yan Feng tampak sedang memasak, dengan telatennya dalam memotong bahan dan memasaknya.
Dengan langkah yg tak bersuara ia menghampiri Du Xian dan memeluknya dari belakang.
__ADS_1
Du Xian tersentak kaget dan segera rileks ketika ia mencium bau cendana dan mendengar suara serak nan seksi dari orang terkasihnya.
"Sayang kamu memang calon istri idamanku selain sangat cantik kamu juga pandai memasak" dengan kepala bersender dibahu kiri Du Xian.
"Yah tentu saja aku harus pandai memasak agar anakku kelak sehat, dan ini juga sebagai tanda cintaku untuk keluargaku"
"Aku jadi makin cinta padamu sayang"
"Oh jadi sebelumnya cintamu kurang padaku" jawab Du Xian dan memutar balik badanya menghadap Yan Feng.
"Bukan begitu sayang, kan sayangku sangat pintar harusnya kamu paham akan maksudku" puji Yan Feng untuk menghilangkan kekesalan kekasihnya.
"Hem baiklah aku memaafkanmu untuk itu" sombong Du Xian.
Yan Feng hanya tersenyum dan mencubit manja hidung mungil Du Xian, hingga membuatnya mengerutu kesal padanya yg menurut Yan Feng sangat imut, dan langsung mencium lama bibir merah Du Xian agar ia berhenti mengomel.
gambar: Selir Rong Yi
gambar: Du Jung Min (ayah Du Xian)
__ADS_1
gambar: Liu Wei Ning ( ibu Du Xian)