
Selir Rong Yi dan putrinya Du Min Yi yg telah pindah kepaviliun barat atas ke inginan Du Xian yg didukung oleh Tuan Du, sehingga keduanya hanya bisa pasrah.
Hari² yg keduanya lalui sangat sulit apalagi bagi Du Min Yi yg manja, dan terbiasa hidup mewah.
Disisi lain Du Xian menghukum pelayan² yg pernah menyiksanya, yg terpenting adalah Ketua pelayan Su Mama dan suaminya Tuan Su Ding yg langsung diusir( guys kalian pasti tau jika pelayan yg dibuang nasibnya tidak akan pernah baik ) pelayan yg diusir diganti dengan yg baru serta diberi sugesti/hipnotis agar tidak berkhianat.
"Ruo mama anda saya angkat menjadi ketua pelayan disini dan suami anda akan memegang buku akun keuangan mansion Du dan hasil dagang dari para pedagang menyewa tanah milik klan Du"
"Beribu ampun nona, terima kasih karna memberi kepercayaan pada kami" jawab keduanya bersamaan.
"Hn, silahkan bergulir dan lanjutkan pekerjaan kalian"
"Baik nona"
Setelah menyelesaikan mengusir para hama, dan mantan antek²nya duo ulat bulu, Du Xian pamit pada ayahnya untuk keluar mansion Du, awalnya ditolak akan tetapi dengan wajah so cute and big cute eyes, Tuan Du hanya mampu pasrah dan memberinya Shadow guard ( pengawal bayangan ) untuk melindungi putrinya dari jauh.
Du Xian dan kedua pelayannya dengan cadar senada dengan pakaian mereka, pergi tanpa kereta karna menurut Du Xian itu akan terlalu menarik perhatian, jadi hanya dengan Qing Qongnya mereka pergi tanpa mau lewat gerbang yg menurutnya terlalu ribet.
"Ck ko jalan ramai sekali yah" ketus Du Xian.
"Apakah nona lupa satu bulan dari sekarang akan diadakan pertandingan untuk mencari bakat dari akademi terkemuka dan sekarang tuan rumah acara ini adalah kerajaan kita, negara Nan Su" jawab Ye Lin
"Oh" beonya malas
"Huh...memang hanya nona kita yg tidak terpengaruh sekalipun" ketus Ye Lin
"Hem hem" jawab Lili
__ADS_1
mereka berkeliling, lalu sekali² mampir membeli jajanan kue atau manisan sampai ia mendengar suara orang ramai dan ketika melirik arah suara terdapat segerombolan besar orang.
"Mengapa disana ramai sekali" tanya Ye Lin
"Mana saya tau, kok kamu nanya saya" ketus Lili
"Kan saya cuma nanya pendapat kalian" jawab Ye Lin
"Dari pada nanya sama orang yg gak tau apa² mending kita kesana yuk" balas Du Xian lalu melangkah mendahului mereka berdua.
Ketika mereka mendekat terdengar teriakan kesakitan dan meminta maaf, sedangkan yg satunya dengan suara sombong menjelek²kan yg meminta maaf.
Du Xian sudah mengetahui apa yg terjadi didepan, namun ia hanya mengajak kedua pelayannya untuk menghilangkan rasa penasaran keduanya.
"Xian'er apakah kamu tidak menolongnya ?" tanya Gris
Sekelompok orang yg menonton tidak ada satupun yg menolong kedua pemuda lusuh tersebut yg sudah babak belur dihajar oleh seorang pemuda berhanfu hijau yg seragam dengan hanfu orang dibelakangnya.
"Berani sekali kamu menatap adik seperguruanku kamu mau mati hah" ucap pemuda yg bernama Ning Si Jun.
"Ugh sudah saya katakan saya hanya menyapa adik saya yg disana tapi anda sembarang memukul orang, mungkin adik seperguruanmu saja yg sok cantik hingga ia jadi orang yg terlalu percaya diri jika saya memanggilnya, padahal bukan"
"Kamu.." geram sang gadis yg bernama Gu Yanran, yg memang cantik.
"Dasar sampah beraninya kamu dengan kami murid unggulan dari akademi Shanghai, biarku pelajaran agar kamu tau diri" geram Ning Si Jun
__ADS_1
"Lebih baik jadi sampah yg jujur dan berani, dari pada menggunakan nama kekuasaan untuk mengekang yg lemah" jawab Ye Lan.
"heh menarik, tapi kok dia kaya mirip Ye Lin yah, marganya juga sama² Ye" batin Du Xian lalu melirik Ye Lin yg gelisah.
"Hei Ye Lin, mengapa kamu gelisah" tanya Lili
"Itu pemuda tadi suaranya sangat mirip dengan gegeku" jawabnya.
"Benarkah kalau begitu ayo kita kesana" balas Lili tergesa²
Ketika mereka melihat perkelahian yg beda sebelah, dan tidak adil, Ye Lin yg melihat kakaknya dipukuli beserta sahabatnya Wei Shen sepupu Lili.
"Gege/biao di" teriak keduanya secara bersamaan sehingga masa yg menonton menatap kearah mereka.
"Meimei Lin'er, gege benar² percaya itu adalah kamu, meski kamu memakai cadar"
"Huh..nanti saja kita membahasnya, sebaiknya kita merawat lukamu dulu, lihat lah sekarang kau seperti b*b*" jengkel Ye Lin namun perhatian.
Ye Lin tak menggubris tatapan yg dilayangkan padanya, hingga sebuah tangan kecil ingin menggamparnya, akan tetapi ditahan oleh Du Xian yg melihat Ye Lin sedang tidak fokus.
'P..a..k'
"Kamu beraninya menahanku" murka Gu Yanran.
"Kamu yg berani melayangkan tanganmu pada wajah sahabatku, ingat wajah adalah harta wanita setelah rambut tetapi kamu dengan sombongnya ingin memyakitinya, jika sampai orangku terluka kamu bisa² tidak bernyawa" balas Du Xian dingin
Disisi lain Ye Lin merasakan hatinya hangat dengan kebaikan dan kelembuatan Du Xian padanya.
__ADS_1