Time Travel : The Legend Of Genius Lady

Time Travel : The Legend Of Genius Lady
Ulang Tahun Kaisar 5


__ADS_3

Dipagi hari yg cerah Du Xian, dengan wajah malasnya harus pasrah untuk dirias dan diperlakukan seperti boneka.


Dan itu membuatnya stres, melihat Kedua pelayannya harus bolak balik didepannya.


2 Jam kemudian


"Nona ingin memakai hanfu berwarna apa ??" tanya Lili


" Putih " singkatnya


Du Xian memakai hanfu putih dengan perhiasan putih motif bunga dikepalanya, dengan riasan tipis diwajahnya.



Setelah selesai Du Xian menggunakan cadar untuk menutupi kecantikannya.


Kedua pelayannya hanya terbengong melihat nonanya, walau lumayan lama mereka melayani Du Xian mereka tidak sekali pun tak takjup melihat kecantikan nonanya.


"Apakah kita bermimpi indah semalam sampai² kita bisa melayani seorang dewi disini" tanya Lili.


"Hei Lili tampar aku, apakah ini benar² mimpi" ucap Ye Lin bodoh.


'Pakkk' bunyi tamparan keras terdengar diruangan itu, cukup mengejutkan Du Xian yg melihat keanehan dua pelayannya.


"Woi Lili sakit, ngapain pakek nampar² segala" ketus Ye Lin.


"Kan kamu sendiri yg tadi minta ditampar, jadi bukan salah saya 😛😛" jawab Lili dibuat polos.


"Kamu kayaknya minta dibogem ha.."


Du Xian yg kesal melihat kelakuan Keduanya, langsung memberi jitakan pada masing² kepala pelayannya.

__ADS_1


"Cukup sudah saatnya kita kegerbang untuk menghadiri acara kerajaan, bukanya malah hari menunggu kalian debat macam orang g*la kayak gini huh" balas Du Xian sambil memijit keningnya.


"Maaf nona" jawab keduanya bersama.


"Baiklah ayo kita pergi let's go"


"Go" jawab Keduanya.


Mereka sudah terbiasa dengan bahasa² aneh yg terucap dimulut nonanya, dan mulai mengikutinya sedikit².


Sesampainya digerbang, terdapat sebuah gerbong kereta sederhana disana.


"Ternyata mereka memang tidak menunggu kita" batin Du Xian.


"Nona kita sudah tertinggal dan sama sekali tidak ditunggu oleh tuan besar padahal andakan juga darah dagingnya seperti nona kedua" ucap Ye Lin kesal.


"Biarkan saja, karna kita juga tidak mati walau pun ditinggal, dan juga pasti hasil hasutan dari penyihir tua itu" vulgar Du Xian dan disambut tertawaan pelayannya.


Mereka segera menaiki kereta dan sesekali bercanda, hingga menunggu 3 jam sampailah mereka digerbang istana.


"Hei, lihat ada orang miskin datang"


"Mana², ih tidak tau malu datang keacara kerajaan"


"Menurutmu, mereka dari keluarga mana ?"


Makin banyak yg membicarakan siapa yg ada digerbong sederhana itu, dan ketika tirai gerbong disingkap, dan tampak dua pelayan membantu seseorang didalam gerbong.


Lalu terlihatlah jari² putih seputih porselen dengan jari ramping, dan mulus.


Dengan kaki lembut yg mempijakkan kakinya dijalan, hingga terlihatlah gadis berhanfu putih dengan cadar menampakkan aura keagungan.

__ADS_1


Melewati beberapa pelayan hingga mencapai aula pertemuan, prajurit penjaga tampak terpukau dengan aura yg mengelilinginya.


Kedua pelayan disampingnya mengungkapkan identitas Du Xian, dan prajurit mangumumkan kedatangannya.


"Nona Tertua Keluarga Du, segera memasuki ruangan"


Mata semua orang menatap kearah pintu masuk, dan terlihat gadis hanfu putih dengan cadar berjalan anggun, dan bermartabat memukau orang yg hadir.


"Dia nona tertua keluarga Du"


"Bukannya dia sudah lama diasingkan, tapi lihat aura disekitarnya benar² memukau"


"Memukau apanya lihat saja dia memakai cadar jangan² wajahnya sangat jelek"


"Huh lihat dia saja ditinggal keluarganya, pasti karna dibenci"


Banyak cercaan dan gunjingan dari orang² tapi hanya dianggap angin lewat olehnya.


"Salam hamba gadis kecil ini kepada Yang Mulia Kaisar, Permaisuri, Selir kerajaan, Pangeran mahkota dan serta Pangeran dan Putri semoga diberi umur panjang" salam Du Xian membungkuk sedikit.


"Berdirilah, zhen sudah lama merindukanmu. Zhen sangan senang kau datang diacara Ulang Tahun zhen" ucap lembut Kaisar.


"Hamba juga senang Yang Mulia" balas Du Xian lembut.


"Baiklah duduklah kau dikursi para Putri, karna zhen tau kau akan hadir hari ini" ucap Kaisar Ling Zhue


"Tak perlu kau duduk disamping keluargamu yg tak berharga" lanjutnya


"Wkwkwk, Kaisar gak pakai basa basi langsung gak kasih muka tu pak tua Du" batin Du Xian sambil tersenyum.


Hatinya juga hangat karna masih ada yg menyayangi Du Xian.

__ADS_1


"Baiklah"


Du Xian dengan bahagia mengikuti perintah,karna memang ia tidak mau memberi muka keluarganya.


__ADS_2