
Setelah berbincang² Du Xian dan kedua pelayannya, ijin pergi setelah mengobati Ye Lan dan Wei Shen, lalu Du Xian akan kembali menjemput mereka berdua esok hari yang akan langsung dilatih olehnya sebelum penerimaan murid baru akademi karna ia tak mungkin memiliki waktu.
Sesampainya di mansion Du, Du Xian langsung pergi ke paviliunnya, sambil merebahkan dirinya.
"Nona, ingin mandi dengan pewangi apa?" tanya Lili
"Lavender saja" ucapnya malas
Tak beberapa lama Lili pun menghampiri Du Xian.
"Nona air mandinya sudah siap"
"Hn"
Du Xian segera memasuki ruang mandinya, bak kayu besar yang mengeluarkan uap hangat berwangi lavender menenangkan Du Xian, segera ia melepas helai demi helai hanfunya dan segera memasuki bak mandinya.
Ia memejamkan matanya, dan setelah mandi ia mengenakan hanfunya sendiri, karna ia sedikit risih jika dibantu.
Setelah berpakaian rambutnya disisir lembut oleh Ye Lin yg ingin rambutnya tetap polos, karna lelah Du Xian meminta kedua pelayannya keluar agar ia bisa istirahat.
Tak terasa Du Xian terlelap dalam mimpi indahnya, dan tiba² sesosok pemuda tampan bersurai putih perak dan mata birunya yang tajam memasuki kamar Du Xian lewat jendela, sedangkan yang empunya tidak sadar karna saking lelapnya, pemuda itu menatap intens wajah gadis cantik yang sedang terlelap dalam tidurnya.
Sosok tampan itu melangkah kearah tempat tidur Du Xian, dan membelai surai hitam lembut gadisnya, ya dia adalah Yan Feng yg telah kembali menemui Du Xian.
"Sayang aku pulang, aku sangat² merindukanmu" ucap Yan Feng lembut ditelinga Du Xian.
Merasakan nafas hangat dari orang lain Du Xian bangun namun segera rileks, karna melihat kekasihnya yang selama ini dirindukannya.
Melihat Du Xian bangun Yan Feng tersenyum lembut.
"Apakah aku mengganggu tidur cantik mu?"
"Hm..sangat" kesal Du Xian karna Yan Feng pergi terlalu lama meninggalkanya.
Yan Feng sebenarnya sudah tau jika Du Xian marah padanya karna hal lain akan tetapi ia ingin sekali menggoda kekasihnya.
"Oh kalau begitu Yan Yan pergi dulu, karna sepertinya Xian'er tak ingin bertemu Yan Yan" balasnya lalu ingin melangkah pergi.
__ADS_1
(Kok rada merinding yah pas ngetik dialognya Yan Feng 😰😰)
"Huh..Yan dasar enggak peka, kok kamu gak membujukku sih, aku tu lagi kesal tau" kesal Du Xian sambil menggembungkan kedua pipinya yang terlihat sangat imut😣😣
Yan Feng tertawa renyah melihat kekesalan kekasihnya.
"Baik² maafkan aku yang gak peka ini yah sayang" ucapnya lalu menarik Du Xian kedekapannya.
Ia mengecup lembut kening Du Xian, sedangkan Du Xian hanya menutup matanya menikmati kecupan yabg didaratkan padanya, kecupan yang mulanya di kening, lalu kedua mata pipi lalu bibir sensual Du Xian.
Awalnya hanya sebuah kecupan lembut yg berubah menjadi ciuman lalu berubah intens, Yan Feng sangat merindukan Du Xian, terutama ketika mereka berciuman rasanya ia ingin waktu segera berhenti disitu.
Karna sama² kehabisan nafas Du Xian dan Yan Feng melepaskan tautan keduanya, lalu Yan Feng ikut merebahkan tubuhnya disamping Du Xian.
"Tidurlah sepertinya kamu akan membuat gebrakan besar esok?"
"Maksudnya ?" tanya dengan wajah polos dan watadosnya, yg membuat Yan Feng gemes.
"Bukankah kamu akan melatih anggota barumu yg pertama, untuk anggota kelompok pembunuh bayaran mu yg baru kamu buat"
"Dari mana kamu tau itu" selidik Du Xian sedangkan, Yan Feng hanya menghela nafas pelan.
"Oh..., tapi tunggu dulu, tadi katamu dapat melihat apapun yg kamu inginkan" sambil menatap tajam Yan Feng, yang ditatap hanya merasa ada hal yang membuatnya gelisah melihat tatapan tajam kekasihnya, lalu ia hanya mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Du Xian.
"Kamu tidak menyalah gunakannya untuk mengintip perempuan mandikan" selidiknya.
"Hem..ya tetapi sekali untuk satu gadis" goda Yan Feng pada Du Xian karna gadis yg disebutnya ada didepannya, namun yg didapatnya adalah amukan dari Du Xian.
"Dasar laki² b*rengs*k, mesum pergi dariku jangan tunjukan wajah mesummu padaku" usir Du Xian pada Yan Feng dari kamarnya.
Yan Feng yg berada di luar kamar dengan pintu tertutup, mulai frustasi karna ia sebenarnya ingin menggoda Du Xian, tapi yg didapat malah amukannya.
"Sayang maafkan aku sayang, aku dapat menjelaskan semuanya" sedih Yan Feng.
"Berisik pergi jauh² dariku"
"Sayang aku kedinginan diluar, nyamuknya juga banyak apa kamu tega melihatku sakit nanti ?" tanyanya mamelas
__ADS_1
"Tega, emangnya kenapa"
"Sayang kamu gak cinta lagi sama aku" sedihnya.
"...."
Yang didapatnya hanya kesunyian, lalu tak berapa lama Yan Feng merasa ada mata² yang menatap kearah paviliun kekasihnya yang memiliki maksud jahat.
Yan Feng menghilang, lalu muncul dibelakang penyusup.
"Sebaiknya saya harus menyampaikan lokasi gadis ini pada tuan" ucapnya namun saat hendak pergi ia tercekat saat melihat ada pemuda dibelakangnya, ia tak ingin gegabah karna tau bahwa pemuda didepannya bukan orang sembarangan apalagi hawa keberadaannya yg tak terasa sama sekali.
"Mau kabur tidak semudah itu" tanya Yan Feng sinis dan dingin aura membunuhnya keluar karna rasa kesalnya mendapat amukan dari Du Xian, sehingga menjadikan si penyusup sebagai pelampiasan, Yan Feng bertarung tidak serius hanya ingin menyiksa penyusup sedikit demi sedikit.
Karna merasakan bahaya penyusup itu segera menyerang Yan Feng, lalu terjadilah perkelahian.
Disisi lain Du Xian yang tidak mendengar suara Yan Feng tambah kesal lalu ingin beranjak tidur, akan tetapi ia mendengar suara perkelahian lalu segeralah keluar dan mendapati Yan Feng bertarung dengan sosok berpakaian hitam yang dipastikan Du Xian adalah penyusup.
"Yan ada apa ini ?" tanya Du Xian
Yan Feng dan penyusup menatap kearah suara, yaitu gadis cantik dengan baju tidur tipisnya dibawah pancaran cahaya bulan purnama membuat gambaran sosok seksi yang membuat kedua pemuda melongo takjup 😻😻melihatnya.
Akan tetapi penyusup cepat sadar dan segera menghampiri Du Xian sebagai tameng, ia mengunci tubuh Du Xian dan sedikit memeluknya, si penyusup dapat mencium bau harum dan kelembutan dari tubuh gadis dipelukanya.
Du Xian menegang ketika laki² asing ini berani memeluknya, karna Du Xian memang sengaja membiarkan dirinya menjadi tameng musuh, tapi ia merasa tak rugi juga ketika melihat wajah Yan Feng yang menggelap marah, ia senang melihat wajah cemburu Yan Feng.
Tanpa 'Ba Bi Bu' Yan Feng yang marah segera menghilang lalu muncul menghajar penyusup dengan benci karna berani memeluk kekasihnya.
(Author: Malangnya nasipmu penyusup karna harus dijadikan pelampiasan kemarahan Yan Feng ckck 😖😖)
Setelah meloloskan Du Xian, Yan Feng dengan posesif memeluk Du Xian sambil bertarung dengan geram lalu meluapkan semua emosinya, hingga penyusup babak belur, ketika Yan Feng ingin membakar habis penyusup Du Xian menghentikannya.
"Yan cukup kita membutuhkan informasi darinya, untuk mengetahui siapa yang mengirimnya" lembut Du Xian
"Baiklah" Yan Feng meredakan amarahnya lalu menyuruh shadow guardnya untuk mengikat dan membawa penyusup ke gudang.
__ADS_1
Yan Feng dengan kesal menggendong Du Xian lalu membawanya keruang mandi dan memasukannya ke bak mandi.