Time Travel : The Legend Of Genius Lady

Time Travel : The Legend Of Genius Lady
Ulang Tahun Kaisar 3


__ADS_3

Du Xian dan Yan Feng yg telah keluar dari cicin ruang, hanya menunggu dengan santai rombongan sosok yg tidak diketahui apa tujuanya.


Ketika rombongan dengan sebuah tandu sederhana, tampak mendekat Du Xian pun mengenakan sebuah cadar putih untuk menutupi wajah cantiknya.


Yan Feng diminta untuk memasuki cicin ruang, walau awalnya menolak dan dengan paksaan ia pun hilang bak ditelan bumi.


Rombongan berhenti, dan tampak seorang wanita paruh baya keluar dengan angkuhnya, tanpa memberi salam, dan dengan congkaknya ia menatap langsung Du Xian.


"Huh nona Du Xian, anda diminta untuk ikut hamba ke Manor Du atas perintah Tuan Du, jadi anda tak perlu melakukan persiapan apapun karna saya masih memiliki hal yg lebih penting, dan itu jauh lebih penting, jadi cepatlah jangan buang waktu saya" cetus Su Mama pelayan peringkat satu dan merupakan pelayan kepercayaan Selir Rong Yi.


"Oh astaga ini kuda nil jelek pengenku smackdown aja, itu mulut ngomong aja sampai itu ludah muncrat sana sini, nanti tuh virus corona jadi nular " batin Du Xian gak mau kalah sama Su Mama yg berbadan gendut, yah walau cuman dihati.


🔳 Author: woi² kok pakek ngebahas virus corona sih.


🔲Du Xian: Eh thor, lu enak lagi duduk nyante sambil makan popcorn, nah gua


harus terima kena sembur tuh kudanil, rasanya pengen gua sumbat tuh mulut.


🔳Author: Sabar² lagi bulan puasa nanti hilang pahalanya.


🔲Du Xian: Benar juga, tpi lu aja gak puasa.


🔳Author: Hehehe jadi malu 😄😄😄

__ADS_1


jangan ikutin thor yah


⏩⏩Next⏩⏩


"Baik, Xian'er harap Xian'er bisa ketemu ayah. Xian'er sangat merindukan ayah" jawab Du Xian lembut walau dalam hati ia mengutuknya.


"Ck anda jangan cari muka didepan tuan nanti, karna kasih sayang tuan hanya untuk nona muda Du Min Yi jadi jangan harap tuan akan mengasihi anda" ketus Su Mama.


"Baik saya paham" balas Du Xian dengan wajah tertunduk sehingga orangmemb


ak dapat melihat senyum devilnya.


"Bagus kalau anda sadar diri" jawabnya lalu meninggalkan Du Xian dibelakang.


Selama diperjalanan, Du Xian yg tampak menutup matanya hanya diam memikirkan rencana apa yg akan dilakukan untuk bermain dengan orang² yg pernah menyakiti Du Xian. Mata dibalas mata, gigi dibalas gigi dan darah dibalas dengan darah, ia akan membalas kejahatan mereka yg menyakitinya 100 kali lipat dan begitupun sebaliknya.


Su Mama memandang Du Xian dengan cemohan, dan menganggapnya hanya sampah masyarakat.


Du Xian hanya tersenyum devil dibalik cadarnya, ketika tau ada yg menatapnya dengan penuh ejekan dan kebencian.


Tak terasa perjalanan Du Xian beserta rombongan telah memasuki ibu kota,Du Xian menggeser tirai untuk melihat orang² yg tampak ramai hilir mudik.


Orang² yg melihat ada tandu melewati mereka hanya melirik sebentar, dan setelah melihat bahwa itu hanya tandu sederhana akhirnya mereka melanjutkan pekerjaan masing².

__ADS_1


Tidak berapa lama mereka sampai didepan Manor keluarga Du, ketika Du Xian turun tidak ada yg menyambutnya sama sekali, sedangkan Du Xian hanya memasang wajah polosnya saja yg tampak seperti gadis lemah yg lugu.


"Pelayan antar nona tertua ke ruangannya !! " perintah Su Mama pada bawahannya.


"Baik Su Mama" balas pelayan 1 dan 2 bersamaan.


Tanpa menatap Du Xian, kedua pelayan berjalan didepan Du Xian dengan angkuhnya ke arah timur dan terlihatlah sebuah bangunan tak terurus rumput panjang dan dedaunan berserakkan disana sini.


Ketika pintu bangunan dibuka tampak debu berterbangan.


"Nona kami telah mengantar anda, jadi kami harus segera kembali karna kami masih banyak yg harus diurus, dan nona dapat mengurus diri anda permisi" cetus pelayan 2 sambil menatap Du Xian.


Kedua pelayan itu berjalan dengan angkuh untuk meninggalkan Du Xian sendiri, dan baru pada langkah ke5, Du Xian menghentikan mereka.


"Berhenti, siapa yg mengijinkan kalian untuk keluar dari paviliunku hah ??" tanya Du Xian dengan dingin.


Kedua pelayan sempat terkejut akan tetapi mereka menyangkalnya, dan dengan sombongnya pelayan 1 maju menjawab Du Xian dengan marah.


"Beraninya sampah seperti anda memerintah kami, atas apa anda dapat memerintahkan kami"


"Heh atas apa" lalu Du Xian tertawa terbahak² dan mengeluarkan niat membunuhnya.


Dedaunan yg berserakan tampak terbang mengelilingi Du Xian, aura kegelapan, dan niat membunuhnya yg mengerikan keluar sehingga menampakkan pemandangan seperti dewa ashura yg siap membunuh mangsanya, dan kedua pelayan didepannya tampak gemetar hebat dengan nafas yg sesak mereka terduduk dan memuntahkan darah.

__ADS_1


Melihat hal ini Du Xian menorlmalkan kembali auranya, dengan senyum devilnya Du Xian menghampiri Kedua pelayan didepannya.


__ADS_2