
Sejak kematian dari pelayan tersayangnya, Du Xian Er menjadi jasad tanpa nyawa, pikirannya seakan kosong.
Fisiknya semakin memprihatinkan, matanya bengkak, tubuhnya semakin kurus tak terawat.
Ia berjalan tak tentu arah, hingga akhirnya tersadar bahwa ia sudah tersesat terlalu dalam di hutan malam.
"Dimana ini, a aku sepertinya tersesat" batin Du Xian, wajah cemas dan berubah pucat ketika ia mendengar suara raungan binatang buas.
Ia tak bodoh untuk tidak mengetahui jika hutan malam adalah hutan paling berbahaya kedua setelah Hutan Kematian dan tanpa ia sadari, ia sudah berada di hutan malam lapisan pertama.
Du Xian berlari sekuat tenaga tanpa peduli dengan tubuhnya yg penuh luka gores ranting, atau semak berduri.
Ia berlari sekuat tenaga tapi apalah dayanya yg terlahir sebagai sampah tidak berguna karna terlahir tidak bisa berkultivikasi, sehingga harus menerima ketika ia disiksa saudara tirinya dan orang tuanya.
Ia dibuang dihutan malam karna difitnah berusaha meracuni adik tirinya Du min yi, yg dianggap mutiara keluarga setelah kakak kandungnya Du Xiao jin yg telah menjadi murid diakademi terkemuka dan menjadi murid tersayang panatua disana.
"ahk.. kakiku sakit sekali, mengapa nasibku selalu buruk, apakah dewa senang melihat diriku tersiksa, apa dosa yg telah kulakukan dikehidupan sebelumnya sampai harus menerima semua siksaan dikehidupan ini hiks hiks..." Du Xian mencoba kembali berlari meski rasa sakit karena kakinya terkilir tapi seketika tubuhnya kaku dan bergetar hebat dengan wajah pucat dan keringat dingin yg mengalir dipori² tubuhnya.
mengapa tidak di depannya yg berjarak 20 langkah seekor serigala yg dengan tatapan laparnya, dan haus darah menatap dirinya, dan siap menerkamnya.
Berlari walau harus terseok-seok, karna tak ingin menerima nasib untuk menjadi makanan hewan buas, dan juga belum membalaskan dendam kematian ibunda tercintanya.
__ADS_1
tapi apalah dayanya kakinya dicakar dengan dalam, dan digigit hingga terkoyak lebar.
"Akh t tidak hiks.. a aku tidak ingin mati, a aku belum membalaskan dendam untuk ibuku hu huuu.. hiks.." Du Xian semakin memperkeras tangis dan teriakannya. Kakinya telah buntung darah berceceran, wajah pucat dan dingin karna darah yg terus mengalir.
Akankah ada secercah harapan yg datang untuknya, sekarang ia mulai pasrah karna percuma untuk bertahan hidup jika tubuhnya sudah setengah habis di makan oleh serigala lapar itu.
pandangannya sedikit menggelap, tubuh yg sakit tak terkira. Dengan mata sedikit menyipit ia melihat sosok berpakaian ungu berkelahi dengan serigala tersebut.
Gadis yg tampak seumuran dengannya tampak lincah, dan gesit menghindari serangan balik dari serigala peringkat tiga itu, yg akhirnya dimenangkan oleh gadis tersebut dengan memenggal kepala serigala itu dengan belati kembarnnya.
Gadis itu mendekati Du Xian yg mulai sekarat, dan tampak wajah penuh iba dan penyesalan tergambar jelas dimatanya. Du Xian hanya tersenyum tulus melihat sesosok gadis penyelamatnya yg ternyata sangat² cantik tak terkira.
"T teri ma kasih.."
Gadis berbaju ungu yg tidak lain adalah Shizu Ayame yg telah berpindah dimensi, hanya dapat tersenyum getir melihat gadis yg ditolongnya.
"Biarkan aku membantu mengobatimu, walau tidak bisa menumbuhkan anggota tubuhmu yg telah hilang" jawab Shizu dengan wajah sedih.
"t tak a apa ini m memang s sudah takdirku"
"kalau boleh tau mengapa kamu bisa disini dan berakhir tragis seperti ini" tanya Shizu penasaran dan Du Xian menceritakan semuanya dari awal.
__ADS_1
"T terima kasih dermawan karna datang menolong sampah ini.....j jika boleh tau siapa nama dermawan"
"Namaku Shizu Ayame dan aku bukan dari tempat manapun didunia ini"
"A apa maksudmu? "
" Sebenarnya entah kamu percaya atau tidak karna aku akan mengatakan bahwa aku berasal dari dunia lain" jawab Shizu pada Du Xian.
" ooh. jadi begitu, jadi dermawan bolehkah aku meminta tolong padamu sekali lagi" tanya Du Xian ragu dengan napas yg mulai tak beratur.
"Apa itu, dan saya akan mencoba sebisa mungkin"
"Tolong ambilah identitasku sebagai Putri pertama mentri Du dan tolong bantulah aku untuk membalas dendam"
"Baiklah lagi pula aku juga butuh sebuah identitas ini untuk aku hidup didunia ini, tapi kalau boleh tau seperti apa kisah hidupmu sampai² harus diasingkan dari keluarga".
Du Xian menceritakan kisah hidup teragisnya, yg membuat Shizu juga geram mendengar semua kisah Du Xian yg disiksa dan ia juga senang mungkin pejalanannya didunia asing ini akan sedikit mulai menarik.
Du Xian yg terlalu banyak kehabisan darah pun meninggal, dan dikubur dengan layak oleh Shizu yg telah menyandang nama Du Xian Er.
" Xian tenang saja aku akan membalaskan dendammu sebagai balasan atas identitasmu" Shizu mendongkakkan wajahnya kelangit yg mulai senja dan tersenyum penuh makna dengan dengan seringai devilnya.
__ADS_1