Tobat Nya Gadis Nakal

Tobat Nya Gadis Nakal
24


__ADS_3


...----------------...


acara pun sudah di mulai saat ini anggel dan lalita duduk bersama ummah di dalam tempat yang khusus untuk di adakan acara-acara besar.


terdengar lantunan ayat suci al-qur'an di seluruh ruangan, siapapun yang mendengar itu menjadi terbuai dan hatinya menjadi lebih tenang termasuk anggel.


masyaallah suaranya merdu banget "ucap anggel setelah lantunan ayat suci al-qur'an itu selesai di baca.


apa kamu tertatik dengan orang itu gel? "bisik lalita.


entahlah aku belum memikirkan tentang pernikahan, yang ku pikirkan sekarang hanya mendekat kan diri ku kepada allah,aku terlalu jauh pada allah dan sangat dekat dalam lubang kemaksiatan makanya dirinya ingin lebih mendekat pada allah tuhan pemilik alam.


ummah kalau boleh tau yang membaca al-qur'an itu siapa? "kepo anggel.


tadi katanya ".ucap lalita terhenti karena anggel menutup mulutnya.


oh itu nak sam'an yang di rumah sakit waktu itu "jelas ummah.


gel tolong lepas"ucap lalita yang mulutnya masih di bekap anggel.


hehehe maaf kelupaan ".ucap anggel sambil melepas kan tangannya


ummah dan orang yang di sekitar yang melihat itu hanya menggeleng kan kepala nya melihat kelakuan mereka sahabat seperti saudara.


kalian sahabat seperti saudara yah"ucap salah satu ibu-ibu yang di sana.


empat bersaudara bu".jawab anggel.


eh benarkah nak kalau begitu kenapa temannya gak di ajak kasini? ".tanya ummah.


em kita berbeda-beda ummah "ucap anggel.


maksudnya "tanya salah satu ibu-ibu yang kepo.


kita beda agama bu "jawab lalita anggel pun mengangguk sambil tersenyum.


kita dulu agama nya berbeda-beda yang islam di antara kami dulu hanyalah lalita"ucap anggel.


masyaallah persahabatan yang luar biasa"ucap salah satu ibu-ibu itu.


assalamualaikum wr. wb"ucap mc nya.


waalaikumsalam wr. wb "jawab semua nya.


acara selanjutnya yaitu ceramah agama yang akan di bawakan oleh ustadz gaul kita "ucap mc dengan candaan


salah seorang laki-laki dengan perawakan tinggi gagah dengan kulit yang bersawu matang berdiri.


assalamualaikum wr. wb, saya ingin membenarkan sedikit kesalahan dari mc kita hari ini, nama saya adalah faruq saya juga ingin berterimakasih karena telah berkenan mengundang saya untuk mengisi acara hari ini".ucap ustadz alfaruq.


waalaikumsalam wr. wb "jawab semua orang.

__ADS_1


mantep salamnya di balas "ucap ustadz alfaruq dengan sedikit candaan.


em di sini ulun handak bakisah dulu nah kada papa kalo lih?".


gih kada papa ustadz ".


ulun di sini handak menyampaikan kisah tentang berbakti kepada kedua orang tua ".


Dikisahkan dalam kitab Irsyadul Ibad (hal. 155-156) pernah suatu ketika Nabi Sulaiman ‘alaihi salam mendapatkan perintah dari Allah ta’ala untuk pergi ke tepi laut (pantai)—di sana akan menemukan suatu hal yang luar biasa.


Setelah mendengar perintah tersebut, Nabi Sulaiman ‘alaihi salam berangkat menuju pantai beserta rombongannya, yang terdiri dari golongan manusia dan jin.   Sesampainya di pantai, Nabi Sulaiman melihat ke kanan dan ke kiri mencari tau apa yang terjadi di sekitarnya, teringat perintah Allah bahwasanya ia akan menemukan suatu hal yang luar biasa.   Beliau terus mencari tahu, menengokkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, namun apa yang beliau lakukan belum bisa menjawab rasa penasaran yang ada dalam pikiranya.


“Menyelamlah ke dalam laut, lalu katakan kepadaku apa yang kamu lihat di dalam sana,” pinta Nabi Sulaiman kepada Jin Ifrit


Lalu Ifrit pun menyelam ke dalam laut, mencari tau apa yang terjadi di dalamnya. Beberapa waktu kemudian Ifrit muncul kedasar laut dan menghadap kepada Nabi Sulaiman.   “Wahai Nabi Allah sesungguhnya saya sudah menyelam ke dalam laut yang sangat dalam, saya mencari tahu apa yang terjadi ke sana dan kemari, namun saya tidak menemukan apa pun di dalam sana.” ucap Ifrit memberi informasi kepada Nabi Sulaiman.


“Menyelamlah ke dalam laut, lalu datanglah kepadaku serta beri tau apa yang sebenarnya terjadi” pinta Nabi Sulaiman kepada Ifrit yang lain untuk yang kedua kalinya.   Menyelamlah Ifrit dan selang beberapa waktu Ifrit pun muncul dan menghadap kepada Nabi Sulaiman. Apa yang dikatakan Ifrit ini sama seperti perkatakann Ifrit yang pertama tadi.


Masih belum puas dengan apa yang dikatakan Ifrit, Nabi Sulaiman memerintahkan Asif Barkhiya untuk berdoa kepada Allah agar memberi tahu apa yang terjadi di dalam laut. Asif Barkhiya adalah menteri Nabi Sulaiman yang disebut di dalam Al-Qur’an pada Surat An-Naml ayat 40. Dia juga seorang waliyullah yang doanya diijabah oleh Allah.   “Beritahu kepadaku apa yang terjadi di dalam laut sana?” pinta Nabi Sulaiman kepada Asif Barkhiya.


Asif pun berdoa kepada Allah untuk menunjukan apa yang terjadi. Setelah Asif Barkhiya berdoa, tiba-tiba datang sebuah benda berbentuk kubah yang mempunyai empat pintu. Satu pintu terbuat dari batu intan, satu pintu terbuat dari batu yaqut, satu lagi terbuat dari batu intan putih, dan satunya lagi tebuat dari batu aquamarine (zamrud) hijau.   Semua pintu itu terbuka dan tidak ada satu tetes air pun yang masuk ke dalamnya, padahal benda tersebut berada di dalam laut yang sangat dalam sama seperti tiga kali perjalanan menyelamnya Ifrit yang pertama.


Lalu, benda yang berbentuk kubah tersebut diserahkan kepada Nabi Sulaiman ‘alaihi sallam. Tiba-tiba, di dalamnya terdapat seorang laki-laki yang tampan, memakai baju yang serbaputih, dan bersih badannya.   Pemuda itu sedang melakukan shalat, lalu Nabi Sulaiman masuk ke dalamnya dan memberikan salam kepada pemuda itu. Pemuda itu pun mempercepat shalatnya dan menjawab salam Nabi Sulaiman.   “Sebab apa kau bisa berada di dasar laut ini?” tanya Nabi Sulaiman mengawali pembicaraan.  


“Wahai nabiyallah, sesungguhnya bapak saya adalah seorang laki-laki yang lumpuh dan ibu saya adalah seorang wanita yang buta. Saya merawat keduanya selama tujuh puluh tahun. Saya merawat keduanya dengan penuh kasih sayang. Ketika ajal menjemput ibu saya, dan berdoa kepada Allah ‘Ya Allah, panjangkanlah umur anakku dalam keadaan selalu takwa kepada-Mu’ dan ketika ayah saya wafat dia berdoa kepada Allah ‘Ya Allah, tempatkanlah anakku ini di tempat yang tidak ditemukan oleh setan’,” cerita pemuda itu kepada Nabi Sulaiman.


Sejenak keduanya terdiam. “Setelah saya memakamkan kedua orang tua saya, saya berjalan-jalan ke tepi pantai untuk menghilangkan kesediahan saya. Lalu saya melihat kubah yang bercahaya, kubah tersebut sangat indah, saya masuk ke dalamnya untuk melihat keindahan kubah tersebut. Lalu datanglah malikat dari beberapa malaikat. Malaikat tadi membawa kubah tersebut ke dalam laut, sedangkan saya berada di dalamnya” ucap pemuda itu melanjutkan ceritanya.   “Pada zaman siapa kamu mendatangi pantai?” tanya Nabi Sulaiman penuh penasaran.   “Pada zaman Nabi Ibrahim ‘alaihi sallam,” jawab pemuda itu.


Sejenak Nabi Sulaiman terdiam, mengingat kembali sejarah. Begitu terkejutnya Nabi Sulaiman ketika mengetahui bahwa jarak zamannya dengan zaman Nabi Ibrahim itu adalah dua ribu empat ratus tahun. Begitu panjangnya umur pemuda dan yang anehnya lagi tidak dijumpai satu helai rambutnya yang beruban.   “Lalu, bagaimana kamu bisa mendapatkan makan dan minun?” tanya Nabi Sulaiman.


Lalu Nabi Sulaiman memerintahkan Asif Barkhiya untuk mengembalikan pemuda itu ke tempat semula, saat itu juga pemuda itu hilang dari pandangan Nabi Sulaiman dan rombongan.   Dari kisah tersebut kita bisa mengambil hikmah bahwasanya doa orang tua itu sangatlah mustajab dan tidak bisa diragukan lagi. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  


ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ


“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang bepergian (safar), dan doa orang tua pada anaknya,” (HR Ibnu Majah).   Oleh karena itu, kita sebagai anak seharusnya berbakti kepada orang tua. Minimal dengan tidak membuatnya sakit hati, atau syukur-syukur bisa membuat mereka bangga, serta merawatnya dengan kasih sayang, dan masih banyak lagi hal yang bisa dilakukan. Jangan sampai kita menyakiti hati mereka dan selalu mengharapkan ridha dari orang tua.  


Dari Abdullah bin ‘Amru radhiallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  


رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ   “Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua


dan murka Allah tergantung pada murka orang tua” (HR. Hakin, ath-Thabrani)


nah dari kisah itu kita bisa mengambil hikmah supaya paasian lawan ibu bapak, tapi ingat misalkan kedua orangtua kalian menyuruh kepada ke maksiatan jangan di lakukan, ada nginih kada di suruh nukarakan garam kada hakun, jar kuitan oy aluh tukarakan pang garam ujar nang si anak ih maai hadangi hulu lah, beberapa menit kemudian nang si anak nih kada ja kaluar dari kamar, laluai lagi nang si uma kaluar, oy nak maapa rang ikam ulah di dalam kamar tuh dari tadi ku hadangi inta turakan garam kada ja belum manukarakan, ada nang si anak nih manyahutai inggih maai satumat lagi nah jar si nang anak,umanya nih asa lapah dah mahadangi buka umanya ai lawang kamar nang si anak, ni kisahnya lawangnya kada bakunci lah amun bakunci hancur narai lawang di dobrak nang uma ".


hadirin yang mendengar itu pun tatawaan.


sakalinya umanya mambuka lawang tanganga sidin malihat kalakuan nang anak.


uma... uma umaai kanapa ikam nak bajugit-jugit kaya itu warasai kalu masih ikam nak ".


han paumaan kada tau pada nang si anak ba.... banapa ngintuh nang tiktok kah amun kada salah, amun salah di bujurakan lah kaynah mun salah supan ulun ".


ada nang si anak nih takajutai lagi malihat kuitan surang, nang uma masih takajut-kajut tanangis lagi sidin malihat kalaukan nang anak.

__ADS_1


tambahi kah lagi? ".tanya ustadz alfaruq.


tambahi lagi ".jawab orang yang di sana.


nih ada nang saikung nih si utuh pulang ".


nang si utuh nih di suruh bagawi kada hakun tapinya ada nang bila di suruh langsung handak tahulah buhan pian napa? ".


kada tahu ustadz "jawab yang ada di sana.


kawin! ".


para hadirin yang mandangar pun ikut tertawa dan ada yang tersenyum.


jar umanya u si anak haja nah kita kada basambat ngaran amun basambat kalu ada nama nang ulun sambat di sini ".


inggih ".


nah jar umanya oy anak ku ikam nih ganal dah tamat dah sekolah inggih maai jawab nang si anak,kira nang anak maanui kaya itu gasan nyuruh kawin sakalinya nyuruh bagawi ,ikam nih nakai sadang dah bagawi naham jar si anak kukira handak nyuruh aku kawin, bagawi haja balum handak kawin makani napa anak orang amun nya kadada isi gawian makan cinta lih? amun di sini asa kadada pang, nih contohnya ustadz kita yang bungas nih, tampan harat mangaji sambahyang bisa apa lagi jadi imam anak pian soleh panyayangan lawan kucing haja inya sayangnya di mandiinya di tataki akan kukunya di makani nya, kucing haja di perlakukan nya nang kaya itu apa lagi kaynah bininya, ada baisi pekerjaan hafal al-qur'an 30 juz napa lagi nang kurang tapi ulun madahakan ja lah setiap manusia itu punya ke kurungan lawan kelebihan masing-masing, ada jua nih nak iqbal tampan pengusaha hidung nya mancung muhanya nang kaya bule soleh amun sifatnya nang ulun lihat panyayangan amun handak tahu takuni siapakah, hah kanapa? ".


takuni ading nya ustadz tai "ucap seseorang.


nah tuh takuni ading nya jar, amun bibini kawaai kita jodohakan lawan ustadz sam'an nih, amun lawan gus yasin kaynah kalu pina tahamburan piring sidin sudah batunangan dan jum'at ini akad nya, iya kalu gus? ".


inggih ustadz "jawab yasin


han baminantu kyai kaynah ba cucu, harus semangat gus ai supaya kyai kita nih dapat cucu ".


di posisi anggel dan lalita.


aciee uhuy "bisik anggel lalita yang mendengar itu mukanya jadi merah.


balik posisi 🤣]


sudah lah sampai sini asa lawas dah ulun nah badiri hasu jua sudah rakungan, ayu mc nya mana di lanjut kan pulang mc nyaai ".


ustadz alfaruq pun duduk dan di gantikan oleh mc.


baikalah do'a untuk do'a ulun pintakan kepada gus kyai "ucap mc.


[skip]


baiklah acara kita hari ini sudah selesai mari kita tutup dengan alhamdulillah "ucap mc.


alhamdulillah "ucap semua.


silahkan untuk para tamu kalau handak makan makan kalau,kaynah ada yang akan membagikan roti dan nasi, dan untuk para santri putra/i kalau handak bertemu dengan keluarga nya silahkan untuk mancari keluarga nya kaluai duit habis "ucap mc dengan candaan di akhir nya.


acara pun selesai dan lantunan-lantunan khasidah pun terdengar.


assalamualaikum wr.wb.


apa khabar?

__ADS_1


sebelum ini ana minta maaf kepada para pembaca karena mungkin beberapa hari ini tidak bisa sering up det karena beberapa hari lagi ada kesibukan yang harus di kerjakan.


saya juga berterimakasih kepada para pembaca yang setia menunggu novel ini makasih 😊


__ADS_2