
pagi}
saat ini mereka berdua sudah berpakaian rapi, anggel berniat untuk memperkenalkan suaminya kepada karyawan toko untuk menggantikan dirinya.
"hubby jadi keputusan kamu apa? " tanya anggel.
"hubby mau atas nama kamu saja humaira, nanti jika kita punya anak terus anak kita dewasa ana mau serahkan perusahaan itu untuk anak kita, tapi itu saran ana saja selanjutnya terserah kamu saja humaira" ucap ustadz sam'an sambil menatap istri nya itu.
"aku ngikut kamu aja mas, tapi apa gak papa pakai nama ana? kan yang kerja kamu" ucap anggel.
"humaira yang tersayang ana gak papa, lagian ana kerja untuk menafkahi istri ana ini dan satuan lagi perusahaan ini di berikan sama mertua ana yaitu papi kamu kepada ana, jadi ana gak keberatan sama sekali" ucap ustadz sam'an dengan nada yang lembut.
entah kenapa saat ustadz sam'an menyabutkan kata 'YANG TERSAYANG'pipi anggel langsung bersemu merah.
"ehem salting" canda ustadz sam'an.
"aaa udah hubby malu aku nya" ucap anggel sambil menutupi wajahnya.
"eh, kenapa di tutupi" ucap ustadz sam'an.
"memang nya kenapa hubby" tanya anggel.
"cantiknya ketutupan" ucap ustadz sam'an.
aduh tolong anggel sekarang dia terasa ingin terbang saja.
"udah ah ayuk pergi" ucap anggel sambil mendorong pelan tubuh suaminya, karena anggel kuat dia berhasil mendorong suaminya itu.
"na'am bidadari nya ana" ucap ustadz sam'an.
............
mereka berdua keluar dari lift dengan bergandengan tangan.
"kok sepi humaira? " tanya ustadz sam'an.
"memang begini hubby keadaannya, momi dan papi hanya datang kesini paling lama ya tiga hari terus berangkat lagi" ucap anggel.
"sabar yah humaira kamu jangan sedih kan ada hubby dan kak iqbal" ucap ustadz sam'an.
"em.... aku udah terbiasa kok hubby jadi gak papa, udah yuk kita pergi sekarang entar kejebak macet loh" ucap anggel.
"na'am humaira".
mereka berdua pun keluar dari rumah mewah itu kemudian masuk ke dalam mobil, mobil pun melaju membelah jalanan kota yang agak macet
setelah sampai di depan toko ustadz sam'an pun memarkirkan mobil yang iya bawa di tempat nya, setelah itu sam'an keluar dari dalam mobil di ikuti oleh anggel yang langsung ikut keluar.
" hubby ini toko aku, ya walaupun gak terlalu besar tetapi alhamdulillah allah kasih aku rezeki yang sangat cukup bagi aku"ucap anggel menatap toko usaha nya sendiri tanpa ada ikut campur tangan kedua orang tua nya, banyak sekali kenangan atau kejadian yang bahagia maupun yang sedih serta sulit yang di alami oleh anggel dan tem\karyawan yang bekerja dari dulu dia awal membangun toko ini sampai sukses, anggel tidak akan dapat melupakan mereka yang sangat berjasa bagi anggel mereka adalah kekuatan dan motifasi anggel untuk tidak menyerah, memang sukses itu tidak semudah apa yang kita kira bahkan pernah anggel di tipu di ejek bahkan sampai main kasar.
"humaira kamu baik-baik saja kan? " tanya sam'an yang melihat anggel termenung sambil menatap toko milik nya.
__ADS_1
"enggak papa kok hubby" ucap anggel.
"yakin? ".
" em iya"ucap anggel sambil tersenyum menatap ke arah ustadz sam'an.
setelah itu mereka berdua masuk ke dalam toko dengan ustadz sam'an menggandeng tangan anggel begitu romantis🌹.
saat kaki mereka sudah masuk ke dalam anggel yang melihat satu karyawan nya langsung memanggilnya.
"kristian tolong kesini sebentar" ucap anggel sambil melambaikan tangannya sebelah.
tia yang mendengar itu pun langsung mendekat kebetulan juga tidak ada yang harus di layaninya.
"butuh bantuan apa nona? " tanya kristian yang biyasa di panggil tia atau tian.
anggel memang tidak mau di panggil bos namun karena karyawan nya ingin tetap Frifisional mereka pun memanggil anggel dengan nona.
"tolong panggil kan semuanya saat waktu istirahat, tolong temui saya diruangan saya dan jangan lupa pesankan makanan apapun yang kalian mau biar kami yang bayar" ucap anggel.
"baik nona kalau begitu makasih" ucap tia.
"sama-sama tia".
tia pun pamit pergi untuk menyampaikan dan melakukan apa yang anggel suruh.
" hubby gak papa kan nunggu sampai istirahat? soalnya gak enak kalau tiba-tiba karyawan nya pada ngehilang padahal masih ada pelanggan nya "ucap anggel.
" untuk apa hubby? tadi udah aku pesan kan kok kalau hubby juga mau"ucap anggel.
"bukan humaira kan kata humaira tadi biyar kami yang bayar jadi berapa hubby harus bayar hm? " tanya sam'an dengan lembut.
"gak usah hubby, pakai uang aku aja".
" kan katanya kami ".
"hubby uang kamu uang aku uang aku juga uang kamu, jadi nanti bila hubby ada keperluan gak usah bilang sama aku kalau mau pakai uang aku apa lagi untuk agama allah"ucap anggel.
" humaira uang kamu biyar kamu aja yang simpan, begitu pula uang hubby nanti kamu yang akan mengatur pengeluaran gak papa kan? ".
" gak papa hubby aku malahan senang, tapi kalau ada apa-apa jangan sungkan atau apapun untuk bilang sama aku, ya hubby ".
" na'am ya humaira ".
mereka berdua pun pergi dari sana menuju ruangan milik anggel yang akan di tempati oleh sam'an nantinya.
...****************...
saat ini waktu istirahat sudah tiba dan semua karyawan juga sudah berada di ruangan milik anggel.
" jadi semuanya kalian sudah taukan kalau ini suami saya yang akan menggantikan saya"ucap anggel sambil tersenyum.
__ADS_1
"iya nona "ucap mereka semua kompak.
" apa ada pertanyaan atau saran? "tanya anggel.
" nona kenapa anda tidak mau bekerja di sini lagi? "tanya rafika.
" iya nona padahal kan di sini semuanya perempuan kecuali pekerja penjaga dan pengangkat barang, selebihnya kan perempuan semua maaf bukannya kami tidak suka suami nona menggantikan anda tapi rasanya gimana aja gituh"ucap laras.
"mohon izin bicara sebentar bisa? " ucap sam'an.
"boleh silahkan hubby".
" ana mau tanya jadi semua karyawan di sini rata-rata semua nya cewek? ".
" iya pak"ucap para karyawan.
ustadz sam'an yang mendengar itu tentu kaget dia tidak di beri tau oleh anggel bahwa karyawan nya itu rata-rata\kebanyakannya cewek.
"humaira bisa bicara sebentar? "tanya ustadz sam'an.
" em semuanya apa gak papa ana tinggal sebentar? ".
" gak papa nona".
"oh iya kalian makan aja duluan kan sudah selesai juga perkenalan nya".
" iya nona ".
setelah berpamitan mereka berdua keluar dan pergi ke ruangan yang satunya.
" hubby mau bicara apa? "tanya anggel.
" humaira apa tidak sebaiknya kamu aja yang urus toko ini, maaf bukannya apa-apa cuman hubby takut aja padahal juga hubby pengen nya jadi pengajar aja, hubby juga kalau bisa nolak untuk jadi penerus perusahaan itu hubby akan nolak karena hati hubby selalu adem dan tentram saat di pesantren, saat hubby bisa jaga pandangan dan untuk tidak berdekatan dengan yang bukan mahram lebih dekat dengan keluarga angkat {keluarga besar pondok pesantren}.kalau hubby boleh pilih hubby lebih nyaman dengan hidup yang sederhana "ucap ustadz sam'an.
anggel pun terdiam beberapa saat setelah mendengar ucapan suaminya, memang benar apa yang di ucapkan suaminya itu karena anggel tau suaminya itu lebih suka hal-hal yang sederhana, bahkan mungkin untuk jadi pemilik perusahaan terus mengajar di pondok dan toko berlian anggel itu akan melelahkan.
"baiklah hubby aku tetap di toko berlian"ucap anggel mengalah.
" makasih yah humaira hubby izin kan kok, tetapi ingat jangan lupa waktu ".
"iya hubby, kalau begitu mari kita ke sana lagi untuk makan".
" baik humaira ".
mereka pun kembali ke ruangan tadi dan makan-makan bersama seluruh pekerja termasuk penjaga laki-laki ada 4orang penjaga.
__ADS_1