
hari ini hari terakhir mereka di jakarta, besok hari mereka akan pulang ke kampung halaman, sebelum pulang anggel mengajak ke dua adek nya sam'an untuk pergi ke suatu tempat dan tak lupa teman adeknya ustadz sam'an.
beberapa jam kemudian mereka sampai di tempat pelatihan milik anggel.
kak ini tempat apa yah? "bingung lilis.
ini tempat pelatihan dek" ucap anggel sambil tersenyum.
ayo masuk"sambung anggel.
mereka semua pun masuk ke dalam, saat pertama kali mereka masuk mereka semua sangat terpukau dengan tempat itu.
humaira ini beneran milik antum? "tanya ustadz sam'an.
iya hubby dulu aku sering ke sini, namun saat ini sangat jarang" ucap anggel.
mereka pun mengelilingi tempat itu silsilia sangat antusias karena itu adalah kesukaan nya.
pak"sapa anggel.
eh nak anggel sudah lama tidak ke sini apa khabar? "tanya pak alex.
alhamdulillah baik pak" jawab anggel.
kalau suaminya nak anggel gimana? "tanya pak alex.
alhamdulillah baik pak".
mereka pun berbincang bincang dan si silsilia yang sangat antusias untuk bertanya dan tidak malu untuk mencoba dan membaur, mereka semua pun ikut belajar dan melihat.
3jam kemudian...... setelah 3jam mereka pergi dari tempat itu menuju kediaman utama anggel.
masyaAllah rumah siapa ini kak? " tanya syarif.
rumah kedua orang tua kakak"ucap anggel.
berarti rumah kakak juga dong "ucap siti zafira.
__ADS_1
enggak ini bukan rumah kakak, rumah kakak bukan di sini" ucap anggel.
memang nya humaira gak tinggal di sini".tanya ustadz sam'an.
enggak hubby aku kakak dan kedua orang tua aku sangat jarang tinggal di sini, kakak lebih memilih tinggal di kos-kosan yang dekat dengan tempat usaha nya, sedang kan aku juga memilih untuk tinggal di dekat tempat usahaku bukan hanya itu saja alasan nya, rumah aku yang itu juga dekat dengan rumah sahabat aku yaitu lalita, kalau kedua orang tua aku sering pergi ke luar negeri"ucap anggel sambil menghela nafas.
ternyata jadi orang kaya gak seindah khayalan juga yah kak "ucap siti zafira.
makanya syukuri apa yang adanya" sahut ustadz sam'an.
iya kakak"jawab mereka ber berangan.
...{skip}...
anggel pun membawa mereka ke sebuah tempat.
saat mereka masuk yang pertama kali mereka lihat yaitu buku-buku yang tersusun dengan rapi.
masyaAllah kakak "kagum syarif.
inggih kak, apakah kakak juga suka buku? ".
he'em kakak dulu sangat suka mengoleksi buku, bahkan saat kakak ultah kakak di berikan hadiah buku" ucap anggel.
kak kita boleh baca gak? "tanya syarif.
boleh silahkan" ucap anggel.
syukron kak"ucap mereka kompak.
anggel yang kurang paham pun memandang ke arah ustadz sam'an.
artinya makasih humaira "ucap ustadz sam'an yang paham.
oh makasih" ucap anggel kepada ustadz sam'an.
Sama-sama ".jawab ustadz sam'an.
__ADS_1
Sama-sama adek-adek" ucap anggel.
mereka pun pada memencar untuk mencari buku yang mereka inginkan, sedangkan ustadz sam'an dan anggel memilih untuk di sopa.
humaira "ucap ustadz sam'an memulai pembicaraan.
em iya hubby".jawab anggel.
ana mau nanya setelah ini humaira mau tinggal di mana? " tanya ustadz sam'an.
em aku terserah saja, tapi aku beri saran untuk tinggal di rumah aku yang dekat dengan usaha gimana? "ucap anggel.
ana dulu punya rencana setelah menikah tinggal di dalam kawasan pondok" ucap ustadz sam'an.
memang ada hubby? ".
na'am ada, setiap ustadz yang belum mempunyai rumah baik yang belum mempunyai istri atau sudah mempunyai istri boleh untuk tinggal di dalam kawasan pondok, selama itu para ustadz bisa menabung untuk membeli rumah, karena rumah itu gratis hanya untuk bayar listrik dan makan saja" .
oh...... "ucap anggel sambil mengangguk.
jadi humaira mau tinggal di mana? ".
aku sih maunya tinggal di rumah aku aja hubby, karena apa? karena sayang jadi gak ada yang ninggalin rumah itu" ucap anggel.
hafidz pun jadi terdiam.
bukannya gak mau tapi dia cuman merasa gak enak, seharusnya laki-laki lah yang bertanggung jawab untuk nyediain semua kebutuhan sang istri.
anggel yang melihat suaminya itu terdiam jadi sedikit paham apa permasalahan nya.
hubby gak usah pikiran itu... aku sama sekali tidak merasa terbebani "ucap anggel.
baiklah humaira kita tinggal di rumah kamu aja" ucap ustadz sam'an.
gimana gini aja sebulan kita tinggal di pondok setelah itu kita tinggal di rumah aku, tapi rumah aku gak semewah rumah momi".
gak masalah humaira ".
__ADS_1