
...{skip}...
tak terasa sekarang sudah mendekati bulan Ramadhan sekitar 3hari lagi.
saat ini anggel dan ustadz sam'an tengah berada di ruang keluarga.
'humaira biyasa nya kalau bulan ramadhan hubby akan pulang kampung "ucap ustadz sam'an.
'jadi hubby nanti akan pulang kampung? " tanya anggel.
'hubby mau tanya sama kamu dulu kamu nya mau atau enggak? "tanya ustadz sam'an.
'aku sih ngikut hubby aja, memang nya kapan biyasa nya pulang kampung nya? ".
'lima hari sebelum hari raya humaira, hubby kalau pulang kampung biyasanya cuman hari raya idul fitri dan idul adha saja ".
'boleh hubby sekalian liat kampung halaman hubby"
'tapi humaira rumah hubby gak kayak rumah orang yang di kota-kota "ucap ustadz sam'an.
__ADS_1
'gak papa hubby sekali-kali liat yang berbeda" ucap anggel sambil tersenyum manis namun tak lama senyuman nya jadi memudar yang mana membuat ustadz sam'an bingung.
'kenapa mukanya kok kayak sedih "tanya ustadz sam'an dengan lembut bahkan sangat lembut.
'gak papa hubby" ucap anggel sambil tersenyum tipis.
'coba sini "ucap ustadz sam'an sambil menepuk pahanya.
'kenapa hubby? " bingung anggel.
'coba rebahkan kepala kamu humaira "ucap ustadz sam'an, anggel pun mengangguk dan merebahkan kepala nya di paha ustadz sam'an, sam'an yang melihat itu pun tersenyum dan langsung mengelus kepada anggel yang tidak memakai hijab, memang anggel biya sanya kalau di dalam rumah jarang memakai hijab kecuali ada yang tamu datang tetapi tenang saja kalau untuk tamu dadakan karena di setiap ruangan ada hijab, ruang keluarga yang sekarang mereka tempati pun cukup tertutup jadi di jamin tidak ada manusia yang mengintip.
'hubby "lirih anggel.
'kenapa humaira ana yang solehah? ".
'aamiin. hubby kita kan udah lama menikah tetapi kenapa sampai sekarang aku belum ada tanda-tanda" ucap anggel dengan nada sedih.
'humaira kalau memang belum takdir nya allah memberikan keturunan maka kita harus bersabar, keturunan juga adalah salah satu dari ujian untuk berumah tangga betul juga menikah itu untuk memiliki keturunan, tetapi ingat anak itu adalah amanah terbesar bagi ke dua orang tua jangan hanya ada ke inginan untuk memiliki anak banyak namun tidak ada ke inginan dalam merawat dan mendidik nya, jangan sampai masalah banyak anak akan menelantarkan anak yang lainnya hubby gak melarang kok untuk banyak memiliki anak malahan itu bagus tapi kita harus sadar bisa gak menjaga amanah yang besar ini, tapi jangan takut juga kalau banyak anak itu kita akan jatuh miskin karena anak itu memiliki rezeki dan takdir nya masing-masing yang sudah di tentukan sebelum iya lahir, jadi belum rezeki kita untuk memiliki anak humaira maka dari itu kita harus bersabar berdo'a dan berusaha "ucap ustadz sam'an.
__ADS_1
'tapi hubby aku.... aku takut gak bisa kasih kamu keturunan"ucap anggel dengan meremas kedua tangannya.
'humaira kita kan pernah cek dan konsultasi tapi tidak ada masalah pada kita berdua jadi sudah yah jangan sedih lagi".
'hubby misalnya aku gak bisa kasih kamu keturunan kamu boleh kok nikah lagi" ucap anggel.
'humaira sudah yah jangan bahas ini lagi, tuh kasihan tv nya"ucap ustadz sam'an.
'memang nya kenapa dengan tv nya hubby? "heran anggel.
'kasian tv nya bukan di tonton malah tv nya yang nonton kita" ucap ustadz sam'an sambil mencoel gemes hidung anggel.
'isss hubby mah bisa aja"ucap anggel sambil terkekeh.
'masyaAllah cantik nya ciptaan mu ya Allah"ucap ustadz sam'an sambil menatap manik mata anggel, anggel yang di tatap dan mendengar perkataan suaminya itu menjadi salting.
'em, hubby malu tau"ucap anggel langsung menyembunyikan wajahnya nya di perut suaminya yang memakai baju.
'eh, apa tadi merah-merah pipi nya"ucap ustadz sam'an sambil mengelus kepala anggel dan mengulum senyuman nya.
__ADS_1
'hubby "rengek anggel.