
saat ini anggel berada di dalam kamarnya bersama iqbal dan lalita.
dek sudah jangan diam dong dari tadi "ucap iqbal.
iya katanya kamu mau ikut jemput momi ke bandara kan? ".
kalian pergi aja dulu aku capek butuh istirahat" ucap anggel.
jadi anggel itu rebahan dengan selimut menutupi tubuh nya semua.
baiklah kalau ada apa-apa bilang jangan di pendam "ucap lalita.
duluan aja lit" ucap iqbal.
em baiklah gel kak aku keluar dulu yah".
iya\hm"ucap iqbal dan anggel.
lalita pun berdiri dan keluar dari dalam kamar anggel
........
gel.... "ucap iqbal sambil mengelus kepala anggel.
kenapa kakak gak pergi? ".
kakak mau nemenin kamu aja".
kak plis..cuman sebentar aku hanya ingin sendirian dulu".
baiklah ingat gel ikuti apa kata hati kamu, kalau ada apa-apa jangan di pendam bilang aja sama kakak".
em iya kak".
__ADS_1
sebelum pergi iqbal mencium pucuk kepala anggel, sedang kan anggel setelah kepergian iqbal iya berjalan ke arah balkon, anggel pun berdiri di pembatas balkon nya kemudian menatap langit yang di hiasi bintang.
ciptaan Tuhan itu memang indah cuman manusia aja yang kurang bersyukur" ucap anggel sambil menatap bintang.
puk}
papi "kaget anggel saat seseorang menepuk bahu nya.
indah yah bintang nya" ucap sang papi ikut berdiri di dekat pembatas di samping anggel.
ada apa pih? ".
kamu beneran sudah memilih agama? " tanya sang papi beralih menatap wajah anggel.
iya pi anggel udah milih jalan sendiri ".
anak papi ternyata sudah dewasa, tapi apa sebab kamu memilih agama islam kan banyak agama yang lain? papi harap ini bukan paksaan".
no pi.... itu bukan paksaan, papi tau sebelum aku masuk islam aku mempelajari agama Islam dan sebelum mempelajari agama islam aku mempelajari agama lainnya, namun hatiku lebih tertarik dengan islam, semua kisah para nabi para sahabat nabi dll membuat hatiku tersentuh, sampai di malam itu saat aku berada di rumah sakit, malamnya aku bermimpi sesuatu yang menambah keyakinan ku untuk masuk islam, papi mau tau kisahnya? ".
kalau begitu mari kita duduk di kursi pi" .
iya nak".
mereka pun duduk di sebuah kursi, anggel pun menceritakan apa yang mimpikan dan sang papi setia mendengar kannya, ada rasa aneh yang bergejolak di hati sang papi.
begitu pi cerita nya {kalau mau tau ceritanya ada di episode berapa itu lupa ana}".
hm baiklah papah hanya bisa mendukung kamu saja".
jadi papi gak masalah aku masuk islam? ".
papi gak masalah kamu mau masuk agama apapun asalkan tanpa paksaan".
tapi pi.... bagaimana momi apa lagi nenek sangat menentang nya".
__ADS_1
sudah itu biar urusan papi, kamu tidur sana gak baik malam-malam begini diam di balkon".
em iya pi".
mereka berdua pun kembali masuk ke kamar anggel.
tidur yah jangan begadang".
iya pi".
cup}sang papi pun mencium kening anggel.
selamat malam princess nya papi".
malam juga papi".
sang papi pun berjalan menuju pintu tapi...
tunggu pi".
kenapa? " tanya sang papi berpaling lalu menatap anggel dengan jarak yang cukup jauh.
papi gak mau masuk islam? ".
biar papi pikirkan dulu yah".
baiklah tapi jangan lama mikir nya pi".
iya princess nya papi, apa ada lagi? ".
em anggel sayang papi" ucap anggel berlari kecil menuju sang papi kemudian mencium pipi papinya.
papi juga sayang sama princess".
setelah itu sang papi pun keluar dari kamar, anggel pun menutup pintu nya kemudian kembali ke kasur dan berbaring untuk istirahat.
__ADS_1