
{malam hari}
saat ini iqbal berada di kamar anggel untuk membicarakan sesuatu.
gel".
iya kak? ".
jika ada seseorang yang ingin ngelamar kamu di dalam waktu yang dekat misalnya besok apakah kamu udah siap? ".
kalau dia memang yang di takdirkan untuk anggel maka siap atau pun tidak jika allah menghendaki aku juga bakalan pasti menikah, entah besok atau suatu hari nanti pilihan ku hanyalah jodoh atau mau yang lebih dulu menyambut, insyaallah aku sudah siap kak" ucap anggel mantap.
berarti kamu sudah siap untuk menikah? ".
insyaallah jika Allah meridhoi nya" ucap anggel sambil tersenyum menahan tangisnya yang akan pecah.
baiklah gel jika kamu sudah setuju nanti habis solat isya temani kakak untuk berbicara sama papi".
kenapa harus ada aku kak? ".
kata papi kalau kamu setuju maka papi akan Menimbang-nimbang nya dulu, tapi kalau kamu gak setuju maka keputusan papi juga tidak setuju jadi itulah penting nya jawaban kamu juga".
em iya kak aku akan ikut" ucap anggel.
baiklah kakak ke kamar kakak dulu yah, semangat untuk ngehafal nya".
iya kak makasih ".
sebelum pergi iqbal mengusap kepala anggel dengan penuh kasih sayang.
setelah kepergian iqbal anggel melanjutkan untuk menghafal, dia menggunakan cara dengan menghafal zuz amma terlebih dahulu yaitu zuz 30.
{skip}
hehehe maaf yang banyak skip.
selepas solat isya anggel dan iqbal pun pergi menuju kamar sang papi dan momi mereka.
tok.
tok.
tok.
{ceklis}
pintu kamar pun terbuka dan nampak lah sang momi.
__ADS_1
apa ada sesuatu hal yang ingin kalian katakan? " tanya sang momi.
iya mom kita mau bicara sama papi, apakah papinya ada"ucap iqbal.
baiklah silahkan masuk"ucap sang momi yang masuk kembali dengan di ikuti iqbal dan anggel di belakang.
siapa mom? ".tanya sang papi.
anak kamu" ucap sang momi acuh.
anak kamu juga kali mom"ucap sang papi.
tau ah kalian bicara aja momi ngantuk mau tidur "ucap sang momi sambil berjalan ke arah kasur kemudian naik ke atas kasur.
momi gak mau dengar apa yang mau mereka katakan? ".tanya sang papi.
gak penting juga kan? ".
penting lah ini mom, ini tentang anak gadis kita".
memang nya seberapa penting nya sih".
mom dia anakku kita loh".
yah terus momi harus apa harus guling-guling gitu? ".
calon nya kaya enggak? " tanya sang momi sambil menatap suaminya itu.
dia ustadz mom ".
apa ustadz pi? no momi gak setuju pi apa gak ada yg lain gitu, ceo kek dokter kek pengacara kek ini malah ustadz gak mau pi momi gak mau".
momi ini seperti momi saja yang mau nikah anaknya aja setuju saja kok momi yang rempong" ucap papi.
yah... kan bisa malu momi nanti di tanya apa pekerjaan calon mantu, yang lain jawabanya ceo pengusaha dokter pengacara lah momi masa ustadz gak level lah pi ada-ada saja, kamu ini juga gel cari yang lebih kaya napa?, lebih baik kamu nikah sama pilihan nenek kamu dia papinya ceo loh, nanti kalau sudah nikah dia yang gantiin papinya ".
mi emang nya apa salah nya ustadz sih, lagian ustadz itu pekerjaan yang baik dan mulia loh mi, lagian aku kan beda agama sama yang di jodohin nenek itu" ucap anggel dengan lemah lembut, anggel teringat ucapan ummah untuk bertutur kata yang bagus saat berbicara.
pokoknya mami gak setuju, kamu juga lagian kenapa harus pindah-pindah agama? ".
mi agama itu penting untuk mengatur hidup kita, kalau hidup gak ada aturan maka bisa berantakan dan agama islam lah yang aku pilih yang membuat hatiku jauh lebih baik".
nak papi mau nanya kamu benaran mau menikah dengan ustadz itu? " tanya sang papi.
insyaallah adek udah siap pi"ucap anggel.
nah mom anaknya aja udah setuju masa kamu enggak ".
__ADS_1
tau ah momi pokoknya gak setuju, papi tidur sendiri aja momi mau ke kamar nenek" ucap sang momi anggel yang langsung turun dari ranjang dan keluar dari kamar.
pi maaf yah gara-gara anggel papi dan momi jadi berantem ".
gak papa nak nanti juga udah baikkan, kita lupakan saja itu dari mari bicara tentang lamaran kamu".ucap sang papi.
iya papi" ucap mereka berdua.
bal kamu gak papa kan di dahului adek kamu, kamu juga misalnya kalau udah ada jodoh atau tertarik dengan siapapun bilang sama papi atau bawa langsung temuin papi".
gak papa pi iqbal gak papa di dahuluin yang penting adek bahagia ".
baiklah kalau begitu, jadi apa ada yang mau di tanyain tentang lamaran ini" tanya sang papi menatap anak kedua dan pertamanya itu.
jadi papi setuju aku menikah sama ustadz itu? "tanya anggel.
kalau kamu setuju papi mau lihat orang nya dulu gimana, kalau udah ketemu baru papi putuskan".ucap sang papi, anggel pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda paham.
pi iqbal ada pertanyaan".
apa itu nak? ".
soal mahar kalau di keluarga kita berapa yah pi? " tanya iqbal.
kalau standar nya sih 60 ke atas".ucap papi.
pi itu banyak banget loh kalau ustadz nya gak bisa gimana? "tanya iqbal.
sang papi pun menatap anggel.
ada sedikit keringanan yaitu terserah sang perempuan yaitu kamu gel, kamu mau berpa maharnya nanti? " tanya sang papi.
anggel gak tau pi... anggel gak paham masalah ini ".
ya sudah kamu pikirkan dulu mau berapa maharnya tapi mikirin nya jangan lama".
em iya pi".
baiklah apa ada yang di pertanyakan lagi? ".
kita boleh tidur bareng papi gak? " tanya anggel.
wah pas banget padahal tadi papi mau ngajak kalian tidur bareng juga, karena nanti anak papi ini akan menikah jadi gak bisa tidur bareng lagi "ucap sang papi.
dan akhirnya mereka tidur bareng dengan anggel di tengah-tengah mereka.
selamat tidur semuanya" ucap mereka kompak lalu tertawa di akhirnya.
__ADS_1
anggel dan iqbal pun berdoa sebelum tidur.