Transmigrasi Antagonis

Transmigrasi Antagonis
Transmigrasi Antagonis Part 10


__ADS_3

Sebenarnya dalam perjalanan menuju benua timur, kereta yang Queen tumpangi sering berhenti untuk beristirahat serta membeli makanan untuk perjalanan selanjutnya. Hingga waktu yang di tempuh harus dua bulan setengah menjadi tiga bulan.


Queen tidak marah, bagiamana pun juga kusir kereta ini merupakan lelaki yang sudah tua. Queen memaklumi itu, meskipun ia sudah tidak sabar menginjakkan kaki nya di benua terbesar tersebut.


(Tuan apa anda sudah bisa melakukan jurus tersebut?)


Tanya sistem pada Queen, karena saat ini mereka sedang melatih elemen air Queen.


"Sepertinya sudah. Sistem ayolah! Aku capek seharian ini belajar, aku ingin istirahat " keluh lelah Queen


(Tuan, anda selalu saja mengeluh. Sekarang waktunya anda untuk belajar tata krama.)


Queen mendengar itu langsung pura-pura tidur. Ayolah! Dulu mama selalu memaksanya belajar tata krama tapi tak pernah ia jalankan bahkan Queen sering bolos dalam pembelajaran itu.


(Tuan, saya tahu anda pura-pura tidur. Sekarang bangun tuan, jika anda pemalas seperti ini tidak akan ada pria yang tertarik dengan anda.)


Merasa tak ada jawaban apapun dari Queen, sistem mendengus kesal.


(Tuan, anda sungguh menyebalkan.)

__ADS_1


Queen mendengar sistem kesal pun, berusaha sekuat mungkin menahan tawanya.


Waktu pun terus berjalan, tak terasa kereta yang Queen tumpangi sudah masuk di ibu kota benua timur.


Queen membuka jendela samping kereta itu, matanya berbinar melihat pemandangan di depannya.


Benua timur pantas saja di sebut benua yang sangat maju, lihatlah pakaian yang mereka gunakan semuanya terlihat mewah dan mahal-mahal berbeda sekali dengan penampilan masyarakat di tempat pertama kali ia membuka mata di dunia ini.


Saat sedang menikmati pemandangan di jendela, Queen dikagetkan dengan sang kusir yang tiba-tiba di depan pintu kereta.


"Nona, kita sudah sampai di benua timur. "Ucap kusir kuda tersebut.


"Iya paman, terimakasih sudah mengantar saya sejauh ini. "Ucap Queen ramah, selama tiga bulan ini ia sudah sangat akrab dengan kusir kuda ini.


Queen pun mulai turun dari kereta, Queen masih menggunakan pakaian dan cadar. Ia belum ada waktu untuk mengganti pakaiannya.


"Tidak apa-apa paman, kalau begitu saya pergi dulu ya. Paman hati-hati dijalan "ucap Queen


"Iya nona, nona juga hati-hati. Sampai jumpa nona " ucap kusir tersebut naik kembali ketempat duduknya dan mulai menjalankan keretanya.

__ADS_1


Melihat kepergian kereta itu, Queen langsung menyusuri pasar yang sangat ramai.


Kebanyakan orang-orang yang tinggal di benua timur adalah orang-orang bangsawan dan kaya raya, itu membuat mereka semua memandang penampilan Queen penuh jijik.


'Cih bisa-bisa budak berada di benua ini.


'Tapi, rambut wanita itu kelihatan sangat cantik.


'Dasar miskin.


Queen mendengar itu, tidak menghiraukan. Karena menurutnya dia cantik, jadi dia tidak perlu merasa tersinggung.


Queen dengan semangat mendatanginya sebuah rumah makan, yang tampak sangat ramai.


Semua orang melihat Queen mendatangi tempat itu langsung menatap Queen remeh. Pasti gadis ini sedang meminta makanan, 'pikir mereka.


Sebelum Queen menginjakkan kakinya di rumah makan tersebut, ia ditahan oleh beberapa prajurit yang langsung menyodorkan sebuah pedang di leher Queen


"E...ehhh " kaget Queen, tubuhnya sekarang sudah berkeringat dingin. Sedikit saja ia bergerak, dipastikan leher akan tergores.

__ADS_1


"Bawa mata-mata ini. "Ucap salah satu prajurit pada


hayooo apa yang dilakuin Queen sampe di kejar prajurit? apakah karna dia pakai pakaian jelek? atau karna dia kaya mata mata???


__ADS_2