
"Ulangi perkataan anda sekali lagi. "Ucap prajurit tersebut menatap Bianca tajam.
"I...itu ahh WOYYY TUNGGUIN SAYA. "Teriak Queen dan mulai mengejar para tahanan sama sepertinya, sebenarnya itu hanya alibi nya untuk menghindari prajurit berwajah seram itu.
"Huh huh huh, gila itu muka prajurit kok seram banget njir. Mirip kayak om Limbat. " Gumam Queen
kehabisan nafas karena berlari sangat kencang tadi.
" PARA TAHANAN, SILAHKAN UNTUK BERKUMPUL " teriak salah satu prajurit keras.
"Ehh buset, itu tenggorokan gak sakit apa teriak keras kayak gitu." Heran Queen, tapi tetap menuruti perintah untuk berkumpul dengan tahanan lainnya.
Sistem yang melihat kelakuan tuannya, hanya bisa diam. Ia takut jika bicara akan di marahi lagi. Diam adalah pilihan yang tepat saat ini, pikir sistem.
Setelah para tahanan itu berkumpul, datanglah seorang pria tampan memakai jas berwarna hitam. Pria tersebut membawa senjata di tangannya.
Memang di benua timur ini, cara berpakaian para bangsawan sudah mirip dengan cara berpakaian di zaman modern.
__ADS_1
Karena penulis novel tersebut, sedikit mencampur kan unsur modern di cara berpakaian mereka.
(ia merupakan tangan kanan Duke Kristana yaitu Steven Antapa)
"Ouh jadi ini wajah asli Stive, sangat tampan. "Batin Queen
" KALIAN DI KUMPULKAN DISINI UNTUK MEMBERI TAHU KAMI SIAPA YANG SUDAH MENGIRIM KALIAN MEMATAI WILAYAH INI, JIKA KALIAN SEMUANYA TIDAK ADA YANG MENGAKU. LIHATT DISANA " tunjuk pria tampan yang diketahui bernama Steven.
Para tahanan di sana melihat arah yang di tunjukkan panglima Steven.
Disana terdapat seorang lelaki berbadan kekar, dan berwajah seram. Mereka yang melihat itu mulai ketakutan.
Mereka semuanya langsung bergetar ketakutan, terkecuali Queen. Karena Queen yakin, ia tidak mungkin disakiti oleh siapapun.
Ayolah, Queen itu mempunyai seluruh elemen. Jika ia mau, ia bisa saja melawan mereka semua dengan satu tangan. Tapi ia tidak ingin orang tau tentang kekuatan nya, karena di dunia ini dia tidak ingin menjadi penguasa yang Queen ingin cuma MENCARI COGAN MY AYANG BEBEK.
Satu persatu para tahanan mulai mati di tangan sang algojo, Queen yang melihat itu sungguh sangat menikmatinya. Dahulu Queen sering menonton adegan seperti ini di tv, dan sekarang ia bisa melihatnya secara live itu sungguh menyenangkan menurut Queen
__ADS_1
Tanpa terasa semua tahanan habis, dan tinggal satu tahanan yang merupakan satu-satunya perempuan dari beberapa tahanan yang dibawa.
"Siapa yang mengirim anda kesini, dan apa motif anda mematai wilayah ini?" Tanya bentak panglima Steven
"HEIII BERANI SEKALI KAU MEMBENTAKKU HA! " Balas Queen membentak panglima Steven.
Para pelayan dan prajurit menyaksikan itu langsung berkumpul, baru kali ini mereka melihat seorang wanita yang berani berbicara sekeras itu dengan panglima mereka.
"KENAPA TIDAK BERANI, ANDA BUKAN SIAPA-SIAPA YANG HARUS SAYA HORMATI . " balas panglima Steven.
"CIH, JIKA ANDA TAU SIAPA SAYA. ANDA PASTI AKAN BERSUJUD DI KAKI SAYA KARENA BERANI BERBICARA SEPERTI INI PADA SAYA. " ucap Queen keras.
"Saya tidak akan bersujud pada seorang budak seperti anda. "Ucap panglima Steven remeh, memandang penampilan Queen dari atas sampai bawah kaya glandanyan
"WAHHH SEPERTINYA ANDA MEMANG INGIN MENCIUM KAKI SAYA YA. KRISTANA KELUAR ANDA DISINI!!!! "teriak Queen keras memanggil Duke Kristana.
Para pelayan, prajurit bahkan panglima Steven menjatuhkan rahangnya saat mendengar Queen berani memanggil nama Duke mereka.
__ADS_1
hayo apa lanjutannya?