
Queen yang melihat di tinggal pun tersenyum tipis. "Dalam hitungan ketiga manusia alien itu pasti datang lagi. Satuuuuuuuu, duaaaaaaaa....."
Dan benar saja, panglima Steven kembali mendatangi Queen dengan tangan yang terkepal.
"Tigaaaaaaaa "batin Queen
"Cepat ikuti saya, anda sudah di tunggu oleh Duke Kristana di ruangannya." Ucap panglima Steven singkat, lalu pergi meninggalkan Queen tanpa mendengar respon Queen itu.
Queen tidak memperdulikan itu, ia langsung mengikuti panglima Steven di belakang sembari melihat-lihat dekorasi mansion utama Duke Kristana.
Selama perjalanan menuju ruangan Duke Kristana, tidak ada pembicaraan antara panglima Steven dan Queen. Mereka sama-sama terdiam, yang mana panglima Steven sedang berusaha untuk menahan emosinya sedangkan Queen sedang menatap kagum seisi mansion ini seperti terbuat dari emas.
Satu yang membuat Queen sadar, bahwa maid atau pelayan yang berada di sini itu semuanya lelaki. Queen baru sadar, bahwa saat pertama kali ia menginjakkan kakinya di mansion ini ia belum ada melihat satu wanita atau gadis pun di sini.
"Ini kok gak di jelaskan di novel ya. "Batin Queen bingung.
Tanpa sadar, mereka berdua saat ini sudah berada di depan pintu ruangan kerja Duke Kristana. Dengan cepat Steven mengetuk pintu pelan.
__ADS_1
Tok tok tok
"Masuk " ucap suara dingin dari dalam ruangan.
Panglima Steven yang mendengar itu, langsung membuka pintu untuknya dan juga Queen
"Cepat masuk. "Ucap panglima Steven tajam ke Queen.
"Anda benar-benar tidak sopan dengan majikan baru mu ini hmm " ucap Queen.
Panglima Steven tidak menghiraukan ucapan Queen dengan cepat ia menghampiri Duke Kristana yang saat ini sedang duduk tegak di sofa ruangannya.
"Keluar " ucap Duke Kristana datar.
Panglima Steven sangat terkejut, tapi dengan cepat ia menjawab.
"Baik tuan. "Ucap panglima Steven lalu meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
Tinggallah Queen dan Duke Kristana di ruangan yang sunyi itu. Queen yang sedari tadi sudah berdiri tapi belum juga ditawari duduk jadi kesal, tanpa malu karna urat malunya udah putus Queen langsung duduk di sofa dan mengambil gelas di meja yang sudah disediakan air disitu dan juga makanan.
Queen membalikkan badannya dan langsung meneguk air tersebut dengan rakus, ia sudah kehausan sedari tadi.
Duke Kristana melihat itu, hanya menatap datar tingkah Queen saat ini.
"Ahhhhhh akhirnya. "Ucap Queen lega sehabis minum.
Queen pun melihat Duke Kristana yang saat ini menatapnya tajam.
"Apa lihat-lihat?" Tanya ketus Queen sambil menyenderkan bahunya di sofa empuk itu.
"Bagaimana anda bisa mengetahui itu?" Tanya Duke Kristana langsung. Queen ditanya seperti itu hanya tersenyum tipis sampai Duke Kristana yang memiliki tatapan tajam tidak melihat, di dunia ini Queen sudah mengetahui semuanya. Termasuk penyakit yang di derita pria didepannya ini.
Duke Kristana mempunyai penyakit yang tidak diketahui banyak orang, penyakit nya tersebut sangat berbahaya bahkan di dalam novel ia meninggal karena penyakit nya tersebut.
Keturunan Kristana merupakan seorang yang mempunyai elemen air, sama seperti Duke Kristana saat ini. Tapi, karena kelebihan mana di tubuhnya itu membuat elemen air Duke Kristana berubah menjadi elemen es.
__ADS_1
Yang mana setiap satu tahun, tubuh Duke Kristana akan mengalami pembekuan. Dan pembekuan tersebut waktunya tidak terlalu lama, biasanya hanya beberapa hari dan yang paling lama ada sebulan.
Tapi, penyakit ini tidak dapat diremehkan. Karena Duke Kristana akan meninggal karena kehabisan darah serta suhu tubuh yang terlalu dingin. Sudah berpuluh-puluh tabib di benua ini yang ia cari untuk menyembuhkan penyakitnya, tapi semua tabib tidak mampu untuk menyembuhkan nya.