Transmigrasi Antagonis

Transmigrasi Antagonis
Transmigrasi Antagonis part 26


__ADS_3

Queen yang mendengar itu, langsung membalikkan tubuhnya dan matanya langsung terbelalak melihat Duke Kristana dan panglima Steven yang saat ini sedang menatapnya tajam.


Belum sempat Queen menjawab, Duke Kristana sudah terlebih dahulu membuka paksa tudung kepalanya dan melempar tudung itu entah kemana.


Saat tudung itu dilepas, nampaklah wajah Queen yang saat ini sedang menyengir lebar.


"Hehehe Hay Duke, panglima Steven. Selamat malam, kalian kenapa disini? Sekarang itu waktunya tidur, kalian tidak boleh suka begadang itu tidak baik untuk kesehatan." Ucap Queen tak nyambung, saat ini Queen berusaha untuk tetap tenang walaupun di batinnya sedang panik.


"Dari mana?" Tanya Duke Kristana pelan.


Entah mendengar suara pelan Duke Kristana bulu kuduk Queen langsung merinding.


"Hoaammm Duke sepertinya saya sudah me.... "


" DARI MANA SAJA HAAA!!! " Bentak Duke Kristana keras.


Queen mendengar itu langsung kaget, bahkan tubuhnya saat ini sudah gemetar ketakutan. Entah kemana jiwa keberanian saat ini, mungkin takut melihat wajah Duke Kristana yang biasanya dingin sekarang merah karena marah.


"Pe-pesta perayaan lampion " jawab Queen gugup

__ADS_1


sambil menunduk tak berani menatap wajah kedua pria tampan yang marah di depannya.


"Apa kau tau karena ulah mu itu semua orang di mansion ini sibuk mencari mu selama dua jam ha, apa kau tau tindakan mu itu membuat semua orang repot, bisakah kau tidak membuat ulah ha! " Marah Duke Kristana sambil memandang Queen tajam.


"Ma...maaf "ucap Queen pelan dengan tubuh yang gemetar.


Duke Kristana yang melihat gadis itu saat ini sedang ketakutan, ia berusaha menahan gejolak amarahnya. Duke Kristana tidak marah pada Queen dia sekarang hanya menasehati gadis nakal itu.


Entah kenapa melihat gadis itu yang menunduk ketakutan, serta tubuh yang gemetar. Membuat kemarahan Duke Queen langsung mereda, ingin sekali ia merengkuh tubuh kecil gadis itu tapi egonya lebih tinggi. Sehingga Duke Kristana langsung meninggalkan gadis itu dan langsung pergi keruangan nya.


Dan tinggallah Queen dan panglima Steven berdua di situ.


Queen mendengar itu, langsung pergi meninggalkan panglima Steven yang masih saja terus menegurnya.


Apakah mereka tidak memikirkan dirinya, dia juga capek tau. Setidaknya sebelum mereka menceramahi nya, izinkan lah ia mengistirahatkan tubuhnya terlebih dahulu.


Queen masuk ke kamarnya, dan langsung merebahkan tubuhnya di kasur yang lembut itu.


"Ini semua karena mu sistem, tadi aku sudah bertanya apa ada orang di atas sana kau jawab tidak ada!" Kesal Queen.

__ADS_1


(Tuan, anda bertanya apakah ada prajurit di atas sana. Yaa saya jawab tidak ada, coba seandainya anda bertanya apakah Duke Kristana atau panglima Steven ada di atas pasti saya akan menjawab iya. Jadi salah saya dimana tuan?)


Queen mendengar itu mengangguk juga, tapi setidaknya sistem itu harusss ahhh sudahlah ini sudah takdirnya. Besok saja ia meminta maaf pada Duke Kristana , sekarang ia sudah sangat mengantuk.


Pagi pun tiba, Queen saat ini sudah rapi dan cantik dengan memakai gaun berwarna merah maron. Rambut warna emas panjang nya, ia urai yang bagian kanan kiri nya ia kepang sedikit dan di beri aksesoris berbentuk mutiara.


Sehingga sekarang penampilan Queen sangat cantik, dan terkesan imut. Ditambah tubuhnya mungil sehingga membuat orang gemas melihatnya.


Pada saat membuka lemari Queen terkejut, bagaimana tidak lemari tersebut sudah penuh oleh gaun-gaun yang sangat cantik. Ahh Duke Kristana benar-benar memperlakukannya dengan baik disini, Queen jadi tak enak sudah membuat pria itu marah tadi malam.


Sehingga Queen memutuskan untuk meminta maaf pada Duke Kristana pagi ini, Queen pun berjalan gembira keluar dari kamarnya.


Saat di jalan, Queen bertemu seorang pelayan laki-laki. Dengan cepat Queen mendatangi pelayan tersebut.


"Dimana Duke sekarang?" Tanya Queen


Pelayan tersebut yang melihat wajah Queen dari dekat, langsung memerah.


Pria normal mana yang tidak tergoda oleh gadis didepannya ini, bahkan Duke mereka yang di kenal sebagai pecinta sesama jenis langsung jadi normal saat bertemu dengan gadis ini.

__ADS_1


"Ji...jika pagi seperti ini, biasanya Duke masih di kamarnya nona. "Jawab pelayan itu.


__ADS_2