Transmigrasi Antagonis

Transmigrasi Antagonis
Transmigrasi Antagonis Part 34


__ADS_3

"Nona itu sangat penting, bagaimana pun juga anda yang telah menemukan anjing kesayangan saya. Jadi saya harus berterimakasih pada anda, benar kan black?" Tanya King pada anjing di pelukannya itu.


"Guk guk guk "


"Anda sudah berterimakasih, jadi ada perlu apa lagi ha! " Kesal Queen.


"Hmm begini nona, saya harus mengetahui nama anda. Sepertinya saya tertarik dengan nona " jawab King tersenyum manis.


"Saya tidak tertarik padamu! " Balas Queen sambil mempercepat jalannya.


"Aishhh perkataan anda sangat menyakitkan nona, tapi bagaimana jika kita berteman saja. "Tawar King pada Queen.


Queen yang mendengar itu, langsung menatap king jengah.


"Tuan Marquess King yang terhormat, anda dikenal sebagai pria yang bijaksana dan bertanggung jawab. Tapi saya baru menyadari, jika di balik sikap anda tersebut anda juga merupakan orang yang sangat pemaksa ya. "Ucap Queen tersenyum kecil.


"Tapi, jika anda memaksa. Saya akan menjadi teman anda. Tapi dengan syarat anda harus membiayai segala keperluan saya, bagaimana?" Lanjut Queen


(Tuan, saya pikir anda akan menolaknya.)


"Ayolah sistem, kita baru saja kehilangan pemasok uang kita yaitu Duke Kristana. Sekarang kita harus cari pemasok yang baru bukan? Aku tidak ingin mengandalkan point ku hanya untuk masalah uang. "Balas Queen didalam hati


(Tuan anda sangat cerdas.tapi, lebih tepatnya licik.)

__ADS_1


"Aku anggap itu pujian " balas Queen didalam hati


King mendengar ucapan Queen langsung melotot tak percaya, apa kah sekarang dia sedang di manfaatkan?


Tapi itu semua tidak apa-apa, sepertinya ia benar-benar tertarik pada seorang gadis untuk pertama kalinya. Dan sepertinya gadis ini berbeda dengan gadis di luaran sana, jadi untuk mendapatkan gadis ini setidaknya ia memerlukan pengorbanan.


"Baiklah, saya setuju." Putus King


Queen yang mendengar itu, langsung memukul bahu King keras sembari tersenyum manis.


"Sekarang aku panggil kamu King saja ya?" Ucap Queen bahagia.


Melihat perbuah sikap gadis ini, King mengernyit heran. Tapi dengan cepat, ia mengangguk setuju. Lagipula ia menyukai panggilan itu.


"Baikah, tapi sebutkan nama terlebih dahulu. Kita sekarang teman, bukan kah teman harus akrab? "Ucap King.


" Wahh king dan Queen kayanya kita jodoh ya" Ucap king


Queen mengabaikan perkataan King


"Baiklah Queen, sekarang kemana kau akan pergi?" Tanya King.


"Aku akan menghadiri pesta penyambutan jenderal besar, ahhh aku tidak sabar untuk bertemu dengannya. " Jawab Queen cepat.

__ADS_1


"Apakah kau menyukai nya?" Selidik King


"Belum, tapi tidak tau nanti pas ketemu." Jawab Queen tersenyum malu-malu.


Mendengar itu, ada sedikit mengganjal di hati King, Tapi dengan sekuat mungkin ia menepis rasa itu, mungkin hanya kebetulan saja.


"Jika nanti kau menyukai, lebih baik kau buang saja perasaan mu itu. "Ucap King sambil melangkahkan kakinya.


"Kenapa?" Tanya Queen polos


"Dia tidak menyukai yang namanya perempuan." Jawab King.


" Kau tau darimana?" Tanya Queen tak percaya.


"Tentu saja aku tau karena aku su......"


Belum sempat King melanjutkan perkataannya, dia sudah di seret deluan oleh Queen.


"king, hentikan cerita mu sejenak. Lihatlah kita sudah dekat. "Semangat Queen menggenggam tangan King sambil berlari.


DEG


DEG

__ADS_1


DEG


King melihat tangannya yang di pegang oleh Queen, entah kenapa jantungnya berdetak lebih cepat sekarang ini.


__ADS_2