Transmigrasi Antagonis

Transmigrasi Antagonis
Transmigrasi Antagonis Part 21


__ADS_3

Dengan cepat Queen naik ketangga itu, dan langsung membuka pintu terowongan tersebut. Hal pertama yang Queen lihat adalah, langit malam indah dan terang diterangi cahaya bintang dan bulan benar benar indah mana yang kau dustakan.


" Sepertinya acara itu belum di mulai " gumam Queen dengan cepat keluar dari terowongan dan menutup kembali terowongan itu.


Mata Queen berbinar terang melihat pusat ibu kota sekarang yang sangat ramai, mirip seperti pasar malam di zamannya dahulu. Melihat itu dengan cepat Queen berjalan senang memasuki pasar itu.


(Tuan, jangan lupakan tujuan utama anda datang kemari.)


Rencana awalnya Queen yang ingin bersenang-senang langsung pudar mendengar ucapan sistem, dengan lesuh ia menghentikan langkahnya. Tapi tak lama kemudian, raut wajah Queen kembali bahagia. Lagi pula menghancurkan alur novel lebih menyenangkan pikir Queen.


Queen masih mengingat sangat jelas, lokasi dan tempat dimana si Meloy bertemu dengan Jhovenus


Dengan cepat Queen berjalan mengikuti pikirannya, penulis itu benar-benar sangat rinci menjelaskan setiap sudut pasar ini sehingga sekarang Queen merasa hidup di dunia nyata cuma versi kuno.


Tapi langkah Queen terhenti ketika melihat seorang kakek-kakek tua yang menjual tudung kepala yang di bawahnya digantung kain putih tipis.

__ADS_1


Queen memutuskan untuk membeli itu, ia merasa nafas nya sesak jika memakai penutup wajah seperti sekarang.


"Kakek tua, berapa kah harga tudung ini. "Ucap Queen ramah.


"Cuma sepuluh tembaga nona. "Jawab pedagang itu.


"Baiklah, aku ingin membelinya satu ini koinnya" Ucap Bianca memberikan 1 koin emas lalu mengambil tudung itu dan memasangnya di kepalanya.


"Nona, tapi ini sungguh banyak. Orang tua ini tidak punya koin cukup untuk kembaliannya. "Ucap kakek tua itu sambil menyerahkan koin emas ke Queen


"Terimakasih nona terimakasih "teriak kakek itu bahagia.


Setelah memasang tudung kepala itu, Queen langsung membuka penutup wajahnya. Sekarang ia tidak perlu memakai cadar lagi, karena tudung ini sudah ada kain tipis panjang samapai dadanya yang menutupi wajah Queen


Saat Queen ingin berjalan, langkahnya terhenti ketika melihat seorang lelaki tampan yang saat ini menaiki kuda dengan wajah datarnya.

__ADS_1


"Cih, lihatlah Duke jelek itu. Tanganku rasanya benar-benar gatal ingin memukul wajah dingin 10 pintu." Gumam Queen sangat kesal.


Karena malas untuk melihat wajah Duke Kristana yang menyebalkan menurutnya, Queen memutuskan untuk pergi ke kedai makanan yang mana tempat terjadinya drama Indosiar yaitu pertemuan Melly dengan Jhovenus.


Queen berjalan santai sambil melihat-lihat sekelilingnya, dan sampailah ia di rumah makan.


"Sistem, acaranya sudah lama di mulai tapi kenapa tempat ini masih sepi. Apa aku yang terlambat?" Ucap Queen.


(Tidak tuan anda sudah tepat waktu, coba lihat ke arah kiri anda disana sudah ada penyihir agung Jhovenus. )


Dengan cepat Queen menengok ke kiri, dan matanya langsung berbinar bahagia melihat pemuda yang sangat tampan yang saat ini sedang berbicara serius dengan temannya samping.


Rambut hitam legam, wajah yang sangat tampan di lengkapi dengan tubuh tinggi kekar mata biru tua. Membuat mata Queen serasa langsung seperti cacing kepanasan.


Dari arah jauh, Queen melihat gadis cantik berambut ungu yang saat ini sedang menatap Jhovenus dengan tersenyum kecil.

__ADS_1


__ADS_2