
Para pelayan, prajurit bahkan panglima Steven menjatuhkan rahangnya saat mendengar Queen berani memanggil nama Duke mereka.
"NONA JAGA UCAPAN ANDA, ORANG SEPERTI ANDA TIDAK BERHAK MEMANGGIL NAMA TUAN SAYA SEPERTI INI." Bentak panglima Steven marah.
Queen tidak menghiraukan perkataan panglima Stive.
"WOYYY KRISTANA SIALAANNNN KELUAR LO, JANGAN BERANI CUMA DI KANDANG LO YA. CEPAT KELUAR KRISTANAAAA SIALAN, GAK TERIMA GUE DI HINA KAYAK GINI SAMA TU MANUSIA ALIEN. KRISTANAAAA KELUAR LO SINI! " Teriak Queen marah, sampai-sampai ia menggunakan bahasa gaulnya.
Panglima Steven mendengar nama tuannya disebutkan seperti itu bahkan wanita ini berani-beraninya menyebut tuannya sialan , langsung mengangkat senjatanya dan ingin mengarahkan nya di leher Queen. Tapi tindakannya harus berhenti akibat mendengar sesuatu.
"Ada apa ini? " Ucap seorang pria berparas yang sangat tampan yang baru saja mendapatkan laporan bahwa ada salah satu tahanan yang mengamuk di area pelatihan prajurit.
Pria tersebut sangat tampan, dengan rambut berwarna merah darah, bola mata tajam, alis tebal dengan rahang tegas dilengkapi oleh bibir tipis merah, tubuhnya yang tinggi,tegak, dan bersih di balut dengan jas berwarna hitam lengkap dengan jubahnya kepemimpinan nya sebagai Duke Kristana.
Queen melihat itu langsung terpesona, tapi dengan sekuat tenaga ia menyadarkan dirinya. Karena ia harus membalas dendam dengan manusia alien atau panglima Steven itu.
Semua pelayan, prajurit dan panglima Steven yang melihat majikannya datang langsung menunduk hormat. Jadilah hanya Queen yang saat ini sedang berdiri tegak dengan tangan di lipat di dadanya.
"Bangun " titah suara dingin yang berasal dari Duke Kristana
Mendengar perintah tersebut, semua orang langsung menuruti perintah Duke Kristana
__ADS_1
"Tuan sa......"
Belum sempat panglima Steven melanjutkan perkataannya, Duke Kristana sudah terlebih dahulu mengangkat tangannya yang berarti jangan bicara lagi.
Duke Kristana melangkahkan kakinya menghampiri gadis bercadar tersebut yaitu Queen yang sedari tadi nampak sangat santai.
"Tahan Queen tahan, nanti ada saat nya lo bisa terkam ni cogan. Sekarang lo harus bersihkan nama baik lo dulu. "Batin Queen, Queen tak pernah menyangka, bahwa saat ini di depannya sudah berdiri tokoh favoritnya yang sedari dulu ia beri ciuman online.
Satu langkah lagi Duke Kristana tepat berada di depan Queen, tapi ia menghentikan langkahnya. Jadilah mereka berdua saat ini sedang bertatapan tajam.
Queen melihat itu tersenyum licik, dengan berani ia melangkahkan kakinya mendekati tubuh Duke Kristana.
Queen yang melihat pria tampan di depannya ini terkejut, hanya mengedipkan satu matanya menggoda. Melihat kedipan mata dari Queen, membuat Duke Kristana tambah terkejut. Apa baru saja ia berusaha di goda glandangan?
"Bagaimana, apa kau setuju dengan tawaranku hmmm "tanya Queen pelan.
Duke Kristana masih terdiam, mata tajamnya terus saja menatap bola mata indah milik Queen.
"Tuan gadis tersebut su..."belum sempat melanjutkan ucapannya sudah dipotong Duke Kristana
"Bawa dia keruangan ku. "Ucap Duke Kristana memotong ucapan panglima Steven, dan setelah itu ia pergi meninggalkan area ini.
__ADS_1
Pikirannya saat ini sedang kacau, bagiamana masalah pribadinya yang hanya diketahui oleh beberapa orang kepercayaan nya yang sudah ia ancam untuk tutup mulut selama bertahun-tahun ini. Diketahui oleh gadis yang tak tahu asal usulnya dari mana.
Panglima Steven yang mendengar itu, langsung terkejut bukan main. Apa yang wanita ini katakan, hingga membuat tuannya seperti ini. Saat melihat punggung Duke Kristana sudah menjauh, panglima Steven langsung menatap Queen tajam. Yang dibalas senyuman manis oleh Queen
"Apa yang kau katakan dengan tuan ku haa?" Tanya panglima Steven menatap tajam Queen
"Ahhhhh sepertinya hukuman mu di tambah ya, kaki ku saat ini sangat kotor. Apa kau mau membersihkan nya?" Tanya Queen tak nyambung.
Panglima Steven mendengar itu sangat marah, bisa-bisa nya harga dirinya diinjak-injak oleh wanita kotor ini.
"Cih, aku tidak sudi menyentuh kaki dekil mu itu." Cemoh panglima Steven
"Benarkah? Kalau begitu akan ku pastikan kaki dekil ini yang akan merebut ciuman pertama mu." Jawab Queen centil
Panglima Steven membelalakkan matanya kaget, bagaimana bisa ada wanita yang berbicara sevulgar ini di tempat umum.
Malas meladeni wanita tersebut, panglima Steven pergi meninggalkan Queen dengan raut wajah memerah menahan marah.
Queen yang melihat di tinggal pun tersenyum tipis. "Dalam hitungan ketiga manusia alien itu pasti datang lagi. Satuuuuuuuu, duaaaaaaaa....."
keknya cukup deh upnya hari ini O iya sekedar info kenapa aku upnya banyak soalnya buat bsk aku ga up yaa soalnya kayaknya sibuk jadi aku up sekalian hari ini🥰i love you Queen salam Queen buat kalian😘😅
__ADS_1