
"Siapa kau sebenarnya?" Tanya Duke Kristana dingin, ia sangat yakin gadis ini bukan orang sembarangan.
Ditanya seperti itu, bukannya menjawab Queen malah kembali duduk di sofa dan melipat kakinya songong atau sombong mungkin? .
Melihat perilaku gadis ini, Duke Kristana berusaha untuk lebih bersabar lagi. Ia harus tau asal-usul gadis ini, jika gadis ini berbahaya ia akan langsung membunuh nya. Karena gadis ini sungguh membawa malapetaka.
"Saya dari benua Utara di desa yang kecil, saya kesini cuma ingin berjalan-jalan. Tapi saya tak menyangka di tengah jalan saya di tangkap oleh prajurit anda, dan menuduh saya sebagai mata-mata. Mereka sangat bodoh, gadis secantik diriku ini tidak akan menjadi mata-mata ck ck ck. " Jawab kesal Queen
"Lalu, bagaimana kau tahu tentang penyakit saya" Tanya Duke Kristana, sambi mulai duduk kembali di sofanya.
"Cuma menebak saja. "Jawab Queen asal.
Mendengar itu, Duke Kristana menggeram marah. Queen mendengar Duke Kristana sudah menggeram marah seperti hewan singa mau mengamuk pun, tak kuasa menahan tawanya.
"Santai-santai, anda tidak perlu tau dari mana saya mengetahui penyakit anda. Tapi, yang perlu anda tahu adalah bahwa saya bisa menyembuhkan penyakit anda. "Ucap Queen santai.
__ADS_1
"Bagaimana caranya?" Tanya Duke Kristana.
Duke Kristana memutuskan untuk mempercayai gadis ini, dilihat dari cara gadis ini menendangnya tadi dapat Duke Kristana rasakan gadis ini mempunyai banyak mana di tubuhnya.
"Itu urusan saya, anda tidak perlu tahu. Jika anda siap untuk di obati oleh saya, besok kita akan mulai proses pengobatannya. "Ucap Queen.
Duke Kristana menghembuskan nafas gusar, di lain sisi ia tidak ingin percaya dengan orang sembarangan. Tapi, dia juga sudah lelah menghadapi penyakitnya yang terus saja bertambah parah.
"Tidak ada salahnya aku mencoba percaya dengan gadis ini. "Batin Duke Kristana
"Terserah anda tuan Duke yang terhormat, sekarang saya minta dengan segala hormat tolong berilah sesuap nasi pada penolong mu ini. Karena saya belum sempat makan, dan itu semua ulah prajurit anda. " Ucap Queen
Duke Kristana mendengar itu, tersenyum tipis sangat tipis takkan ada yang menyadari bahwa saat ini Duke Kristana yang terkenal dingin, angkuh dan haus akan darah sekarang sedang tersenyum. Yaaa walaupun tipis setidaknya itu merupakan satu langkah yang baik bukan begitu pembaca??.
Duke Kristana langsung berdiri dari tempatnya dan berjalan meninggalkan Queen, yang masih merenggut kesal.
__ADS_1
"Sebelum saya memberi mu makan, setidaknya bersihkan lah tubuh kotor mu itu. Kau tau, bau tubuhmu itu sungguh menyengat di ruangan ini." Ucap pedas Duke Kristana yang berjalan menuju pintu keluar.
Queen yang mendengar itu, membelalakkan matanya tak percaya.
"DUKE SIALAN, BIARPUN AKU TIDAK MANDI SELAMANYA TUBUH KU INI TETAP HARUM YAAAAA!!!" teriak matah Queen yang tidak terima ucapan Duke Kristana.
"Ck ck ck kecantikan gue ini memang tidak dapat di ragukan lagi, Bangga banget gue ama wajah xixixi. "Ucap Queen cekikikan di depan cermin.
Memang saat ini Queen edang di kamar tamu mansion besar Duke Kristana, karena Duke Kristana berkata jika Queen belum membersihkan tubuhnya ia tidak akan memberi makan gadis cantik itu. Dan dengan malas pun Queen menurutinya, sebenarnya bisa saja ia melawan tapi Queen juga rasa tubuhnya ini sudah mulai lengket maklum 3 bulan lebih ga mandi.
Tidak seperti para bangsawan wanita yang lainnya, yang jika mandi, memakai baju, berdandan itu dibantu oleh banyak pelayan di sampingnya.
Sedangkan Queen? la melakukan nya sendiri. Tidak mungkin kan ia meminta bantuan para pelayan memandikan nya, yang ada bukannya dimandiin malahan nanti dia di *****-***** lagi, kan pelayan di mansion ini semuanya laki-laki.
"Aishh muka gue kok rada pucat ya, disini gak ada make up gitu kah? " Gumam Queen sambil membongkar segala isi lemari depan cermin.
__ADS_1