
"Tuan." Panggil Queen lembut, mirip seperti cabe-cabean yang dipasar.
Panglima Steven yang mendengar itu, wajahnya langsung memerah.
"No...nona anda siapa?" Tanya panglima Steven gugup.
"Ntahlah tuan, saya tidak tahu saya siapa." Ucap Queen pura-pura sedih, sambil mengelus dada bidang panglima Steven.
"Demi apa woyyy akhirnya gue bisa ngelus dada cowok huwaaaa" histeris Queen
Diperlakukan seperti ini oleh gadis secantik di depannya, membuat jantung panglima Steven terus berdetak kencang.
DEGG
DEGG
DEGG
"Hmm lalu nona, apa yang anda lakukan di ruangan gadis budak dan dekil itu. "Tanya panglima Steven.
Queen yang mendengar itu, langsung mendorong keras dada panglima Steven pada saat mendengar pria itu menyebutkanya budak baru dekil lagi.
"Cih, dasar bodoh. Gadis yang kau sebut dekil tersebut itu adalah aku. Kenapa terkejut hmm. "Ucap Queen sombong.
Panglima Steven mendengar itu langsung terkejut.
"Tidak mungkin "sahut panglima Steven tak percaya.
"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Kali ini aku akan memaafkan mu, karena saat ini aku sudah sangat lapar. Ambil pelajaran untuk kejadian hari ini, yaitu kau tidak bisa menilai sesuatu dari sampulnya saja. "Ucap Queen serius dan langsung meninggalkan panglima Steven yang memasang wajah terkejutnya sekarang.
"HEIII kenapa di situ saja haa, cepat tunjukkan jalannya ke meja makan. "Teriak Queen keras.
Panglima Steven yang mendengar itu, langsung berjalan cepat mengikuti ucapan Queen
Queen berjalan mengikuti panglima Steven dengan semangat, dan bibirnya tak hentinya tersenyum manis. Para pelayan yang berpapasan dengan Queen di jalan, semuanya langsung menatap Queen terpesona malah ada yang mimisan bahkan sampai pingsan melihat kecantikan itu.
(Lihatlah tuan, belum sehari anda di sini tapi sudah banyak orang yang menjadi korban anda.)
__ADS_1
"Aku akan menganggap itu sebagai pujian. "Balas Queen santai.
Tak terasa akhirnya Queen sudah sampai di meja makan, disana sudah ada Duke Kristana yang duduk dengan tegak di kursi nya.
Tapi bukan itu yang pertama kali Queen lihat, karena dari awal Queen sudah melihat makanan yang di sajikan di meja.
Queen yang melihat itu dengan cepat berlari kencang. menuju meja dan menatap makan semuanya dengan mata berbinar bahagia. Dimeja sudah disajikan berbagai olahan makanan,
Dari ayam, daging, sayur-sayuran dan buah-buahan. Semua orang kaget melihat tiba-tiba ada gadis yang sangat cantik disini, kecuali Duke Kristana yang menatap Queen dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Ekhemmm ekhemm" dehem Duke Kristana keras menyadarkan Queen yang sedari tadi melihat makanan.
Queen yang mendengar itu langsung menatap Duke Kristana cengengesan.
"Selamat hmm ini sore apa malam ya?" Tanya Queen
polos. Semua koki yang berbaring di sana tersenyum geli, melihat tangan tingkah Queen yang berbeda dengan bangsawan wanita lainnya.
"Malam "jawab Duke Kristana datar.
"Selamat malam Duke, semoga anda panjang umur dan sehat selalu" hormat Queen asal-asalan, yang penting ia sudah memberi salam kan.
"Lain kali jika ingin tinggal disini, belajarlah tata krama yang baik. "Ucap Duke Kristana tajam.
"Hahaha anda tidak perlu repot-repot mengingatkan saya Duke, karena setelah saya menyelesaikan tugas saya disini. Saya akan pergi, anda tidak perlu khawatir. " Jawab Queen
Mendengar ucapan Queen, ada sedikit mengganjal di hati Duke Kristana seperti tidak rela. Entah ia menyadari atau tidak, semenjak kehadiran Queen di rumah ini. Suasana rumah lebih berwarna, tidak sesuram dahulu.
"Duduk" ucap Duke Kristana datar.
Queen dengan cepat duduk di kursi dan langsung menatap lezat makanan di depannya.
"Tunggu apa lagi, cepat makan."Ucap Duke Kristana mulai menyantap makanan nya pelan dan elegen.
Mendengar itu Queen langsung makan dengan semangat, Queen menyantap makanan di depannya rakus seperti 10 tahun ga makan. Masa bodoh dengan peraturan yang harus menjaga etika, saat ini Queen lebih mementingkan perutnya.
Semua orang yang ada dirumah terkejut melihat sikap Queen, bagaimana bisa ada wanita yang memiliki sifat seperti itu. Duke Kristana yang melihat itu seperti sudah terbiasa, karena baru beberapa jam ia mengenal gadis ini ia sudah dapat menyimpulkan bahwa
__ADS_1
Gadis ini tidak dapat di atur alias bandel.
Keras kepala sekeras batu
Bermulut kasar
Bermulut Pedas
Terlalu aktif
Suka menggoda banyak pria.
__ADS_1