Transmigrasi Antagonis

Transmigrasi Antagonis
Transmigrasi Antagonis Part 23


__ADS_3

Entah karena Jhovenus yang begitu keras tangannya atau karna kekuatan kegelapan nya Jhovenus bisa menghempaskan tangan milik Melly sehingga membuat tubuh Melly sekarang terjatuh keras di tanah.


Queen menelan ludahnya terkejut melihat itu, alur


novel benar-benar sudah berubah drastis.


"MELLYYYYYYYYYYY!!!! " teriak gelegar seorang pria paruh baya yang berlari kearah Queen.


"Tuan Jhovenus , tolong maafkan putri saya. Dia masih lugu dan polos, dia pasti tidak sengaja Melakukan itu. "Ucap Anthony yang merupakan ayah Melly .


"Cih, apa segitu saking miskin nya hingga tidak mengajari anak mu itu tata krama Haaa!!!" Bentak Jhovenus marah.


Queen rasanya sangat bahagia menonton drama ini, ia tidak menyangka ulahnya bisa membuat Anthony dan Lucy bisa berada di posisi bertahan sekarang.


"Tuan hiks hiks maafkan Melly "Tangis Melly melas


Sekuat mungkin Queen menahan tawanya, Melly? Hahahahaa Queen jadi teringat Kucing kecil gendut yang mama nya pelihara yang diberi nama Meli.

__ADS_1


"Saya bukan orang baik, dan kalian pasti tau itu. Aldan bawa ayah dan anak itu ke penjara bawah tanah di menara. "Perintah Queen pada tangan kanannya.


"Baik Tuan" Balas Aldan cepat.


Saat Aldan menarik paksa tangan Anthony dan Melly dengan cepat Queen mengentikan nya.


Ayolah, permainan ini baru di mulai. Apa lagi setelah mengetahui sifat Melly yang sebenarnya, Queen merasa permainan ini jauh lebih menyenangkan dan ia takkan mudah melepaskan Melly begitu saja.


"Hmm sebelumnya maaf karena saya ikut campur urusan kalian, bagaimana jika memberi kesempatan pada mereka tuan. Lagi pula ini bukan hanya salah nona ini, saya juga ikut bersalah dalam kejadian ini." Ucap Queen lemah lembut kek popok bayi.


Mereka semua yang mendengar ucapan itu, langsung menatap Bianca yang wajahnya tertutup.


"Dasar tua bangka, gue udah baik untuk nyelamatin dia tapi malah gue disalahin." Batin Queen kesal.


Dengan keras Jhovenus menendang Anthony hingga terlempar jauh, Melly yang melihat itu langsung berteriak histeris dan menghampiri ayahnya yang kesakitan.


"Jaga ucapan anda Anton!" Geram Jhovenus

__ADS_1


(selamat tuan, sepertinya anda sudah memiliki pelindung yang kuat atau mungkin salah satu idaman tuan.)


Queen mendengar itu membuka mulutnya tak percaya, sebenarnya apa yang terjadi?


"Tuan hiks hiks maafkan ayah saya tuan, maafkan hiks ayah saya. "Mohon belas kasih Melly


Saat Jhovenus ingin menjawab, tiba-tiba saja Alden membisikkan sesuatu padanya.


"Bawa ayah bodoh mu itu pergi dari sini sekarang juga, jika tidak saya tidak akan segan-segan untuk menebas leher pria tua itu. " Perintah dan ancaman Jhovenus tegas.


Dengan cepat Melly langsung membawa ayahnya pergi, ini adalah keberuntungan mereka bisa lolos oleh pria maniak darah itu.


Semua orang yang melihat Melly dan Anthony telah pergi, langsung ikut membubarkan diri. Jadilah tinggal hanya Queen dan Jhovenus serta tangan kanan Jhovenus yaitu alden.


Queen yang sedari tadi merasakan telinga panas, memutuskan untuk pulang ke mansion Duke Kristana. Ia takut Duke Kristana mengetahui jika ia kabur dari rumahnya.


"Tuan, saya permisi. Sebelumnya maaf sudah membuat keributan disini. "Ucap Queen langsung pergi meninggalkan Jhovenus yang saat ini menatapnya dengan dalam.

__ADS_1


"Tuan, apa perlu saya mengejar gadis kecil itu. Sepertinya dia sangat mencurigakan. "Ucap Alden.


"Tidak perlu. "Jawab Jhovenus datar dan langsung pergi meninggalkan tempat itu.


__ADS_2