
"Duke " panggil Queen pelan.
"Hmmm "jawab Duke kristana sambil menyandarkan punggungnya di kursinya, ia mau lihat apa sebenarnya tujuan gadis ini.
"Saya dengar, di ibu kota ada pesta perayaan penyambutan jenderal besar benua ini ya?" Tanya Queen
"Hmmm "jawab Duke Kristana sekarang ia sudah tahu keinginan gadis ini.
"Ichh aaan cih hmm hmm mulu dari tadi" Batin gerutu queen
"Saya dengar, di ibu kota ada pesta perayaan penyambutan jenderal besar benua ini ya?" Tanya Queen
"Hmmm " jawab Duke Kristana sekarang ia sudah tahu keinginan gadis ini.
"Ishh apaan sih, hmm hmm mulu dari tadi. Gelay deh. "Batin Queen kesal.
Dengan gugup Queen mencoba memperbaiki duduknya terlebih dahulu.
"Begini Duke, bisakah saya meminta izin untuk pe.."
"Tidak! "Belum sempat Queen meneruskan perkataannya, sudah di potong deluan oleh Duke Kristana.
"Ayolah Duke, saya janji cuma sebentar setelah acaranya selesai saya akan langsung pulang. "Bujuk Queen.
"Tidak! Sekarang keluar dari ruangan saya! " Tegas Duke Kristana.
__ADS_1
Mendengar itu, emosi Queen langsung meluap seketika. Dengan keras ia memukul meja Du szke Kristana sambil berdiri memandang DDuke Kristana marah.
Duke Kristana melihat itu sangat terkejut, tidak! Ia tidak marah atas tindakan Queen. Saat ini pandangan Duke Kristana malah menuju tangan Queen. ia takut tangan gadis itu kenapa-kenapa.
"Duke, anda tidak berhak melarang saya keluar dari sini. "Geram Queen.
"Saya mempunyai hak penuh, karena kau sekarang tinggal di mansion saya!" Balas Duke Kristana santai, tapi hatinya tak berhenti khawatir melihat tangan putih mulus itu yang saat ini sudah berwarna merah.
"Baiklah kalau begitu, saya akan keluar dari mansion ini. "Putus Queen.
Mendengar itu, Duke Kristana langsung menatap Queen tajam.
"Kau tidak mempunyai hak seenaknya keluar masuk ke mansion saya nona Queen." Tekan Duke Kristana marah.
"Cihh, kita lihat saja nanti. "Remeh Queen lalu pergi dari ruangan itu.
Duke Kriatana mendengar itu, langsung menghempaskan seluruh barang-barang dimejanya.
PRANGGG
'Kenapa gadis itu sungguh sangat sulit di atur. "Gumam Duke Kristana geram
"STEVENNNNNNNN!!! "teriak Duke Oliver keras.
Dengan cepat kilat, panglima Steven langsung berada di hadapan Duke Kristana.
__ADS_1
"Iya Duke, ada yang bisa saya bantu?" Hormat Steven.
"Cepat suruh semua prajurit untuk menjaga ketat semua jalan keluar dari mansion ini, terutama terowongan itu. Jangan biarkan setiap sudut mansion ini kosong! " Perintah Duke Kristana tegas.
"Baik Duke " jawab panglima Steven, langsung menjalankan tugasnya.
Sebenernya ada banyak pertanyaan di benak panglima Steven , apa sekarang ada musuh yang ingin menyerang mansion ini sehingga Duke memutuskan untuk memperketat penjagaan.
BRAKKKK
Queen membanting pintu kamar dengan keras, ia sungguh merasa sangat kesal sekarang.
Queen itu orangnya liar, ia tidak suka di atur. Sedangkan keluarganya saja selalu menuruti apa kemauan nya, karena mereka tau semakin mereka menekan Queen maka akan semakin meresahkan pula perilaku gadis itu.
(Tuan, sekarang apa yang akan anda lakukan?)
"Aku tidak tahu, tapi aku sudah tak tahan untuk disini. Bagaimana aku bisa menghancurkan alur novel itu jika aku saja tidak bisa bebas untuk keluar." Keluh Queen
(Apa anda ingin keluar dari mansion ini tuan?)
"Maunya sih begitu sistem, tapi bagaimana caranya. Tuh lihat, penjagaan sekarang benar-benar sudah di perketat oleh Duke sialan itu. "Geram Queen, sambil melihat kearah jendela.
(Saya punya cara tuan.)
maap cuma up 2 tdinya mau 3 cuma kurang 100 kata udh ngntuk jdi ya gitu lah,๐
__ADS_1