
'Ini benar-benar gila, kenapa sepotong tangan muncul di kolam sambil membawa peti. Apakah dia sudah tahu identitas ku? ' batin Rita menggeleng.
Dia tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
"Ini masih belum seberapa, kau harus melihat pertunjukkannya sebelum pemimpin datang menyuruh kita semua berkumpul, " ucap Aung.
"Apalagi yang ingin kakak tunjukkan? Itu hanyalah peti! " tanya Rita bingung.
Dia sebenarnya lebih takut kalau pemandangan ini mengarah kepada dirinya agar segera mati.
"Ini bukanlah peti mati seperti yang kau pikirkan adikku, " ucap Aung.
Dia dapat melihat reaksi dari Aung seakan memperhatikan ekspresinya yang benar-benar ketakutan itu.
Aung pun tertawa mendapati ekspresi Rita yang kebingungan itu.
"Kau sangatlah menggemaskan adikku saat melihat ini, " goda Aung kepada Rita. Dia benar-benar tertawa lepas, tapi dia dapat melihat kalau sorot mata Aung sedang menyembunyikan sesuatu di balik penuh tawanya itu.
"Jangan menggodaku, " ucap Rita. Dia memanyunkan bibirnya itu.
"Baiklah, lihatlah ini, " ucap Aung. Dia pun memberikan tepukan hingga kotak peti itu menghampiri mereka berdua dengan sendirinya.
Rita mulai mendekati kotak peti itu. Dia benar-benar penasaran dengan isi kotak kecil peti itu.
"Apa isi kotak kecil ini? " tanya Rita.
"Ini Mutiara Bulan, " jawab Aung. Dia pun membuka kotak peti itu dengan cara meniupkan nya hingga peti itu terbuka.
Rita yang melihat itu pun membuat matanya terkena silauan Mutiara bulan itu.
Mutiara bulannya begitu bercahaya hingga tempat kediamannya yang gelap berubah menjadi cahaya. Rita pun merasa kalau Mutiara bulan itu seakan bernyawa hingga ia dapat merasakan kedekatan antara tubuhnya dengan langit malam penuh bercahaya itu.
"Ini terlalu menyilaukan hingga aku merasakan kedekatan dengan langit malam, " ucap Rita. Dia mengutarakan apa yang ia pikirkan saat ini.
__ADS_1
"Itulah kegunaannya Mutiara bulan ini, " ucap Aung.
"Bukan kegunaan, paling tidak fungsinya, " ucap Rita.
"Hemm, kau benar. Mutiara bulan ini sangatlah berharga bagi keluarga kita. Bahkan, pemimpin dark eyes pun tidak mengetahui soal ini, " ucap Aung.
"Seberapa berharganya? lalu bagaimana reaksi pemimpin dark eyes bila mengetahui soal ini? " tanya Rita.
"Kalau kata keterangan kedua orang tua kita yang sudah meninggal, ini sangat berharga sampai tidak boleh jatuh ke tangan orang lain selain keluarga kita sendiri, " ucap Aung. Dia tidak dapat menjelaskan berapa harga atas penyembunyian Mutiara bulan ini dari dark eyes itu.
Air mata Aung jatuh saat dia membiarkan Mutiara bulan ini melayang sendiri dan mengelilingi mereka berdua.
"Kenapa kau menangis? " tanya Rita tak mengerti dengan maksud dari Aung. Jadi, dia tidak bisa menyimpulkan kalau keluarganya yang ia pakai tubuhnya saat ini adalah orang-orang jahat ataukah orang baik.
"Aku tidak tahu harus bicara apa kepadamu, kalau Mutiara bulan ini didapatkan dengan nyawa kedua orang tua kita. Mereka mempertaruhkan nyawanya dengan menyembunyikan ini dan menyelamatkan kita juga dengan ini, " ucap Aung.
Mutiara bulan yang mengetahui kesedihan Aung pun membiarkan embun-embun itu bersinar hingga mengelilingi mereka berdua demi menghibur masing-masing.
"Sepertinya ada rahasia yang belum bisa diungkapkan, " ucap Rita. Dia memberikan respon secukupnya. Padahal, dia ingin meneliti lebih lanjut.
"Seperti apa kak? " tanya Rita.
"Keluarga kita menjadi terpinggirkan dari pihak manapun. Sekalipun, aku mengikuti pemimpin dark eyes, aku hanya ingin menjaga Mutiara bulan ini agar tidak tersampaikan oleh dark eyes itu atau menyembunyikannya dari mereka, " jelas Aung.
Saat Aung mengatakan itu, Mutiara bulan ini memberikan cermin dua sisi kepada mereka berdua lalu menunjukkan masa lalu keadaan keluarganya yang begitu miris.
Mereka berdua yang mendapatkan sinar dari cermin dua sisi pun memasuki masa lalu keadaan keluarganya itu. Mereka seakan bayangan yang melihat masa lalu keadaan keluarganya itu.
"Lihatlah ini spesialnya mutiara bulan ini, " puji Aung kepada Rita.
"Ini maksudnya apa ya? " tanya Rita tak mengerti saat dia tahu kalau mereka berdua telah menerobos cermin dua sisi dengan perantara mutiara bulan.
"Ini cermin masa lalu. Mutiara bulan ini akan menunjukkan keadaan keluarga kita di masa lalu, berhubung kau tidak memiliki ingatan apapun, maka ini bisa memberikanmu ingatan segar di kepalamu. Mungkin saja, ingatanmu akan pulih setelah melihat ini, " ucap Aung.
__ADS_1
Rita yang mendengarkan perkataan Aung pun merasa bersalah kalau dirinya menggunakan tubuh adiknya demi mengetahui seluk-beluk dark eyes. Namun, setelah mengetahuinya sendiri, dia pun tidak tahu harus melakukan apa saat ini. Dia tidak bisa mengambil keputusannya sendiri.
Rita hanya bisa diam tanpa suara sambil memikirkan hal-hal lain.
'Aku tidak tahu bila perasaan adikmu yang melihat kakaknya yang begitu menyenangkan seperti ini. Dia mungkin akan semakin menyayangimu. Namun, aku bukanlah adiknya saat ini melainkan jiwa yang mampir di tubuh adiknya. ' batin Rita.
Aung yang melihat Rita terdiam pun langsung merangkul pundaknya.
"Kau tidak perlu khawatir bila ingatanmu masih tidak pulih, kakak akan tetap menemanimu sampai kau pulih atau bila kau tidak pulih sama sekali, kakak akan selalu ada di sisimu, " ucap Aung. Dia mencoba tersenyum di hadapan Rita.
Rita yang mendapatkan perkataan Aung pun hanya bisa tersenyum kepadanya.
Dia tidak tahu harus menjawab apa. Selain itu, dia tidak bisa menggunakan tindakan berpura-pura sebagai adiknya.
Dia hanya memerankan sebagaimana mestinya. Dia hanya ingin mengalir apa adanya saja.
Mereka pun tengah berjalan dengan keadaan setapak demi setapak, menelusuri situasi keluarga yang ia pakai saat ini.
"Silahkan beli mutiara bulannya. "
Rita yang mendengarkan penjualan mutiara bulan itu pun terdengar aneh.
"Kenapa banyak sekali mutiara bulannya? " tanya Rita penasaran karena banyak orang yang menjual mutiara bulan seakan itu barang biasa. Padahal, Aung menunjukkan sesuatu yang luar biasa di balik mutiara bulan itu.
"Itu hanyalah permainan para pedagang karena mereka mengetahui eksistensi mutiara bulan sangatlah luar biasa hingga mereka berbondong-bondong menjual kan mutiara bulan palsu demi keuntungannya, " ucap Aung.
"Itu namanya pembohongan, " ucap Rita.
"Tak ada namanya kebohongan dalam dunia dagang, toh mereka tidak menyebutkan juga kalau mutiara bulannya sungguhan. Mereka hanya menggunakan itu untuk menggunakan saya tarik para pembeli, " jelas Aung.
"Kenapa kakak banyak mengetahui hal ini? " tanya Rita.
"Tentu saja kakak tahu karena kakak lebih berpengalaman dibandingkan denganmu, adikku, " jawab Aung tersenyum.
__ADS_1
"Lalu dimana kedua orang tua kita yang mengambil mutiara bulan yang asli? " tanya Rita penasaran. Dia tidak melihat seorang pun yang menunjukkan kedua orang tuanya yang ia pakai dalam tubuhnya itu. Dia hanya melihat sekumpulan pedagang yang menawarkan mutiara bulan dalam bentuk beraneka ragam.