Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2

Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2
Gelombang Kekuatan Mutiara Bulan


__ADS_3

"Pihak istana begitu keterlaluan kepadamu, " oceh mutiara bulan itu.


"Keterlaluan yang kau maksudkan apa? " tanya ayahnya Aung.


"Karena kau mencariku dengan susah payah, " ucap mutiara bulan itu iba terhadap tubuh ayahnya Aung yang terluka saat menaiki puncak.


Walaupun, dia menggunakan kultivasi nya itu tidak akan mempengaruhi tubuhnya yang bisa terkena luka.


Mutiara bulan pun memberikan penerangan terhadap tubuh ayahnya Aung.


"Apa yang sedang kau lakukan? " tanya ayahnya Aung tidak mengerti dengan maksud mutiara bulan. Dia bagaikan melihat tubuhnya sendiri yang tidak mengenakan pakaian. Padahal, dari luar dia masih mengenakan pakaian.


Dengan adanya sinar dari mutiara bulan dia dapat mengetahui seluruh lukanya bagaikan rontgen berjalan yang dapat ia lihat sendiri.


"Aku sedang memeriksamu, " jawab mutiara bulan.


"Apakah kamu selalu memeriksa seperti ini? " tanya ayahnya Aung.


"Tentu saja, tapi ini pertama kalinya aku memeriksa seseorang berdasarkan keinginanku sendiri, " jawab mutiara bulan.


"Apakah itu berarti mereka selalu memintamu melakukannya? " tanya ayahnya Aung itu.


"Tentu saja, banyak orang yang menginginkan diriku untuk memeriksa mereka, tapi itu berdasarkan permohonan mereka kepadaku bukanlah keinginanku sendiri, " ucap mutiara bulan.


"Aku mengerti, " jawab ayahnya Aung itu. Dia tidak akan mempermasalahkan mutiara bulan bila ingin memeriksanya saat ini.


"Aku merasa kalau mereka akan jatuh cinta suatu saat nanti, " ucap Rita. dia tengah mengomentari tontonan mereka berdua itu.


"Aku tidak tahu, tapi aku paling tidak suka dengan adegan yang menyiksa orang tua dari pihak Kekaisaran karena mutiara bulan itu, " ucap Aung. Dia tengah mengepalkan tangannya.


"Apakah kau sudah membalas dendam? " tanya Rita.


"Aku sudah membalaskan dendam ku karena itulah aku terikat dengan dark eyes saat ini, " ucap Aung. Dia memang menyesali telah menjadi pengikut dark eyes semenjak dendamnya sudah terbalaskan. Namun, dia tidak bisa memutuskan keterikatan dengan dark eyes saat ini.


"Apakah kakak menyesali perbuatan itu? " tanya Rita kepada Aung.

__ADS_1


"Aku tidak menyesal setelah membunuh mereka, tapi aku menyesal telah menjadi pengikut dark eyes yang artinya aku siap membunuh siapapun orang yang gak bersalah, " ucap Aung.


Rita yang mendengarkan itu pun terkejut.


"Apakah kau tidak bisa mengingkarinya kak? " tanya Rita kepada Aung.


"Aku sudah bersumpah darah yang artinya jiwaku bisa ditelan oleh mereka bila aku mengingkarinya. Aku tidak masalah bila kehilangan hidupku, tapi aku takut kamu sebagai adikku akan terkena imbasnya, " ucap Aung.


Rita yang mendengarkan itu merasa bersalah kalau adiknya Aung memnag sudah mati, dia hanya bisa menetap di tubuh adiknya untuk mencari tahu tentang pengikut dark eyes. Dia tidak pernah tahu kalau dirinya telah memasuki tubuh orang yang tidak bersalah.


Aung yang melihat adiknya diam itu segera memeluknya.


"Kau jangan mengkhawatirkan kakak, karena kakak melakukannya untukmu seorang, " ucap Aung.


"Baiklah, kalau begitu kita harus melanjutkan tontonan ini. Mungkin saja ada cara untuk menyelamatkan kakak dari pengikut dark eyes itu, " ucap Rita.


"Ya, sesuai keinginanmu. Namun, aku tak berharap banyak soal itu selama adikku masih di sampingku, " ucap Aung begitu tulus.


Rita yang mendengarkna itu ingin sekali menangis, tapi dia tidak bisa melakukannya. Dia takut itu melukai hatinya Aung yang sudah melakukan banyak hal kepadanya. Meski, dia hanya menggunakan tubuh adiknya, tapi dia merasa terbawa emosi dari keluarga yang sedang ia pakai di tubuhnya itu.


"Ini benar-benar menarik, " puji ayahnya Aung.


"Tentu saja, aku bisa melakukannya demi dirimu, " jawab mutiara bulan itu.


Ayahnya Aung yang terlampau senang itu memeluk mutiara bulan yang berwujud buntalan bantal putih. Dia melupakan kalau roh asli dari mutiara bulan itu seorang wanita hingga mutiara bulan yang mendapatkan pelukan tak terduga oleh ayahnya Aung pun memerah.


Dia tidak pernah dipeluk lelaki sebelumnya. Apalagi, ayahnya Aung masih terlampau muda dan tampan. Rambut panjangnya yang diikat di tengah dengan pakaian kunonya memnag terlihat gagah dan menawan.


"Bisakah kau tidak memelukku? " tanya mutiara bulan itu. Dia takut kalau dirinya tidak bisa mengontrol gelombang kekuatannya kalau dirinya merasa senang.


"Ah ya, maafkan aku yang terlampau senang saat ini berkat dirimu, " ucap ayahnya Aung itu. Dia merasa kalau dirinya tidak bisa mengendalikan diri saat mutiara bulan sudah menggunakan kekuatan penyembuh itu kepadanya.


"Ya, aku tahu itu, " ucap mutiara bulan itu. Dia langsung terbang sendiri dan berada paling depan. Dia tidak bisa berada di samping ayahnya Aung saat ini karena dirinya takut kalau kekuatannya benar-benar meledak.


"Apa kau merasakan sesuatu? " tanya ayahnya Aung. Dia berusaha mengalihkan topik agar kecanggungan di antara mereka berdua ini berakhir.

__ADS_1


"Aku memang merasakannya, tapi aku takut kalau mereka sedang mencarimu, " ucap mutiara bulan itu.


"Kau bisa menghilang saat mereka sampai disini? " tanya ayahnya Aung itu.


"Aku bisa melakukannya, tapi apa yang ingin kau lakukan? " tanya mutiara bulan khawatir.


"Aku hanya akan menguji kekuatanku saat ini sebagai panglima perang, " ucap ayahnya Aung.


"Kau yakin? " tanya mutiara bulan memastikan.


"Ya, aku yakin, " jawab ayahnya Aung itu.


Mutiara bulan yang mendengarkan keyakinan dari ayahnya Aung itu begitu khawatir. Pasalnya, Orang-orang yang akan menganggu ayahnya Aung itu di atas kultivasinya ayahnya Aung sendiri.


"Aku akan membantumu tanpa mereka menyadarinya, " ucap mutiara bulan.


"Kau tidak bisa membantuku karena aku ingin meminta permohonan lain, " jawab ayahnya Aung.


"Ini keinginanku, jadi anggaplah ini bukan permohonan, " ucap mutiara bulan.


"Aku takut mereka akan memintamu bila kau membantuku saat ini. Aku takut mereka datang hanya untuk mengujiku, apakah aku benar-benar bisa membawamu atau tidak, " ucap ayahnya Aung cemas.


"Kau memnag bisa diandalkan, " ucap mutiara bulan itu. Dia pun memberikan kekuatannya secara diam-diam tanpa diketahui eh ayahnya Aung sebelum mereka datang.


Dia takut kalau dirinya memberikan pertolongan secara terang-terangan itu akan ditolak langsung oleh ayahnya Aung itu. Dia tidak bisa membiarkan ayahnya Aung itu mati di tangan mereka.


Segerombolan pihak Kekaisaran dari timur pun datang di hadapan ayahnya Aung.


"Apa kau sudah menemukan mutiara bulan? " tanya pihak Kekaisaran itu dengan raut wajah bengis nya itu.


"Apa urusanmu aku menemukannya atau tidak, " ucap ayahnya Aung begitu berani.


"Jelas, itu urusanku karena kau sudah turun gunung begitu cepat. Tadinya, aku akan menyusulmu bila kau kabur dan tidak mengikuti perintah dari dekret Kekaisaran itu, " ucap pihak Kekaisaran itu.


"Aku yakin kau akan mengambil alih mutiara bulan itu bukan? " tanya ayahnya Aung memastikan tujuan dari pihak Kekaisaran timur itu yang tidak pernah ingin terlibat.

__ADS_1


__ADS_2