Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2

Transmigrasi Gadis Pintar Sesi 2
Konsekuensi Memiliki Nama Dunia Chang'an


__ADS_3

"Namamu saat ini ialah Liu Changhai, " jawab Annchi itu.


"Apakah aku boleh mengetahui arti dari nama itu? " tanya Changhai. Dia bukan lagi Rita melainkan Liu Changhai saat ini. Itu artinya dia sudah diakui oleh dunia Chang'an.


"Melimpah seperti laut karena dirimu ialah dewi air, " ucap Annchi.


"Baiklah, aku akan mengingatnya, " jawab Liu Changhai itu.


Annchi pun bergegas pergi dari alam bawah sadarnya Liu Changhai itu lalu Liu Changhai yang masih dalam bawah sadarnya pun terbangun.


Dia pun langsung merusak segel penyiksaan dari mutiara bulan dengan tubuh maupun nama barunya saat ini.


Dia yang berada di bawah air laut pun memberi ledakan yang besar hingga gelombang air pun melimpah ruah bagaikan tsunami.


Namun, dia yang mengkhawatirkan orang-orang biasa pun mengubah air tsunami itu seperti es.


Kemampuan elemen airnya pun diubah membeku saat ini. Dia pun langsung terbang melihat ke arah tempat yang menjadi saksi dirinya berubah menjadi Liu Changhai.


Dia takkan membuat mutiara bulan itu merajalela. Dia mengira kalau mutiara bulan bukanlah orang baik.


"Inilah kekuatan yang sesungguhnya yang tak pernah aku ketahui, " gumam Liu Changhai melihat tubuh barunya beserta kejadian yang dia rombak menjadi pembekuan es.


Saat itulah, dia baru menyadari kalau Yuu yang berada di tubuh Iwan, apakah dia sudah memiliki nama lain di dunia Chang'an ini?


Dia pun bergegas pergi meninggalkan tempat itu dan melupakan tubuh adiknya Aung yang sering ia isi dengan jiwanya.


***


Qander pun terbangun dari pingsannya itu. Dia pun membuka matanya dengan kebingungan.


"Ini dimana? " tanya Qander saat dia melihat dirinya berada di tengah kamar yang tak ia ketahui.


Saat dia tengah bertanya itulah muncullah seseorang yang berwujud setengah kelabang dengan setengah manusia di atasnya itu.


"Ini hutan pemakan jantung manusia penghianat, " jawab Wang Xuemin.

__ADS_1


Qander pun menoleh ke arah sumber suara. Dia pun kaget melihat wujudnya Wang Xuemin yang setengah kelabang itu.


"Kau... " ucap Qander tak percaya dan dia tidak dapat meneruskan kata-katanya saat ini.


"Aku tahu yang mulia kaget dengan wujud ku tapi kau harus terbiasa selama di tempat ini, " ucap Wang Xuemin dengan wajah seriusnya itu.


"Aku tidak bisa tinggal di tempat ini, aku meninggalkan seseorang, " ucap Qander. Dia mengkhawatirkan Nayna yang tengah menunggunya dalam memberikan hasil buruannya.


Wang Xuemin yang mendengarkan itu pun segera mendorong Qander ke tempat rahasia.


Qander yang mengetahui Wang Xuemin terus mendekat pun berusaha mundur dari situasi itu, tetapi sayang sekali dia tidak bisa mundur akibat dirinya dibawa Wang Xuemin dengan sihir teleportasi itu ke tempat penyaksian.


"Apa yang akan kau lakukan kepadaku? " tanya Qander. Dia merasa takut kalau dirinya tengah ditemani dengan seorang yang berwujud kelabang itu.


"Yang mulia harus mengelilingi tempat ini untuk memantau pekerjaan mereka, " jawab Wang Xuemin. Dia bersikap serius tanpa adanya rasa kasihan kepada Qander sedikit pun.


"Lalu bagaimana dengan temanku itu? " tanya Qander dengan berani. Dia tidak bisa menjalankan sesuatunya kalau dirinya tengah mengkhawatirkan orang lain.


"Jangan membicarakannya lagi atau aku yang membunuhnya yang mulia, " ancam Wang Xuemin. Dia memberikan aura yang tak biasa. Dia dapat melihat itu kalau aura itu akan benar-benar membunuh seseorang yang ia cintai kalau dirinya terus melanjutkan perkataannya.


Dia pun segera diam dengan situasi itu. Dia tidak boleh gegabah saat ini. Dia harus bekerja sama dengan orang yang di sampingnya. Kalau suatu saat nanti dirinya bisa kembali, dia akan kabur dari tempat yang ia tinggali saat ini.


"Lihatlah, kau akan mengetahuinya yang mulia, " jawab Wang Xuemin itu.


Qander yang tak mengerti dengan perkataan dari Wang Xuemin pun menatap tengah hutan itu dengan sungguh-sungguh.


Saat itulah mulut hutan terbuka bagaikan bibir monster yang terbuka lebar. Kemudian para pengawalnya Wang Xuemin telah membelah salah satu manusia dengan membawa jantungnya itu.


Qander yang melihat pembelahan manusia itu pun meneguk salivanya tak percaya dengan apa yang lihat. Dia melihat adegan mutilasi itu di hadapannya sendiri.


Tubuhnya benar-benar gemetar saat melihat kejadian itu. Namun, dirinya mencoba bertahan berdiri demi mengetahui semua kejadiannya itu.


Pengawalnya Wang Xuemin yang sudah membelah manusia itu memberikan jantung itu kepada hutan yang telah membuka mulutnya itu lalu mulut yang terbuka lebar pun benar-benar mengunyah jantung manusia itu.


Qander yang melihat itu merasa bulu kuduk nya berdiri. Dia pun mencoba memalingkan wajahnya.

__ADS_1


Sayangnya, Wang Xuemin yang melihat Qander memalingkan wajahnya itu memintanya dengan keras.


"Kau tidak boleh memalingkan wajahmu sedikit pun dengan hal ini, " ucap Wang Xuemin.


Qander yang mendengarkan suara geraman dari Wang Xuemin pun mematuhinya.


Dia enggan melihat kejadian pembunuhan itu di hadapannya sendiri, tapi dia tidak bisa apa-apa dalam situasi ini.


Saat itulah, dia baru menyadari perkataan dari Nayna yang mengatakan kalau dunia ini dipenuhi kultivasi dan sihir. Jadi, sebagai manusia biasa, dia tidak memiliki keduanya itu.


Kemudian, hutan pemakan jantung itu pun kembali dengan wujud semula. Mulut lebar yang mengunyah jantung itu telah hilang bagaikan hutan biasa.


Hutan itu pun berubah menjadi tempat para pinus yang indah.


Qander yang melihat itu tak bisa membayangkan kalau tempat pinus yang indah itu memiliki rahasia lain yakni pemakan jantung dengan mulutnya yang terbuka lebar seperti monster.


"Aku benar-benar tidak mengerti dengan maksudmu yang memperlihatkan pembelahan manusia kepadaku, " ucap Qander penasaran. Dia tidak bisa diam begitu saja dengan apa yang ia lihat saat ini.


"Itulah manusia biasa yang mengubah takdirnya itu di dunia Chang'an ini, " jawab Wang Xuemin ambigu.


"Apa maksudmu? " tanya Qander lagi.


"Kami akan menangkap manusia biasa yang menggunakan nama lain dunia Chang'an ini, " jawab Wang Xuemin serius.


"Aku tidak berharap kalau itu benar-benar serius, " ucap Qander. Dia tidak ingin kalau ada manusia yang mendapatkan pembelahan mutilasi itu lagi.


"Apakah yang mulia berharap aku bercanda?" tanya Wang Xuemin dengan tatapan dingin penuh menusuknya kepada Qander.


Qander yang melihat itu hanya bisa meneguk salivanya berulang kali. Dia merasa kalau dirinya akan roboh begitu saja dengan auranya Wang Xuemin itu.


"Aku tidak tahu, " jawab Qander. Dia memilih jawaban netral saat ini. Dia tidak ingin nyawanya menghilang begitu saja di tempat asing itu.


Wang Xuemin yang tidak dapat mengetahui pemikiran Qander pun langsung mendekat.


"Yang Mulia harus banyak pelajar sebagai penerus. Tubuhmu begitu rapuh hanya dengan auraku saja, " ucap Wang Xuemin.

__ADS_1


Dia menepuk pundaknya Qander yang mampu membuat dirinya benar-benar terjatuh karena auranya Wang Xuemin yang begitu kuat.


'Ini kekuatan apa? ' batin Qander. Dia merasakan ada aura yang masuk ke dalam tubuhnya.


__ADS_2