
"Kau melupakan hal lainnya sebelum itu, " ucap Liu Chang Hai. Dia menggunakan taktiknya itu demi memperlihatkan orang yang ada di hadapannya.
"Melupakan apa? " tanya Huan Huan. Dia merasa sudah membongkar seluruh ingatan dari Qian Yu itu dari lautan magma.
"Haha, aku hanya bercanda, " tawa Liu Chang Hai. Dia tak ingin memperlihatkan kalau dirinya benar-benar mencurigai Huan Huan.
"Jadi, apakah kita akan melakukannya? " tanya Huan Huan. Dia begitu antusias agar bisa kultivasi bersama dengan Liu Chang Hai itu. Dia ingin segera mendapatkan jiwa dari dunia lain untuk diteliti di dunia Chang'an. Dia benar-benar kecanduan dalam meneliti sesuatu termasuk jiwa dari dunia lain.
Penelitian jiwa dunia lain memang menarik. Banyak sekali kisah misterius tentang keberadaan jiwa itu bisa terlempar ke dunia lain. Hanya saja, dia belum mendapatkan alsan yang jelas tentang penelitian yang ia inginkan.
"Tidak, aku masih ingin melakukan hal lain, " jawab Liu Chang Hai.
"Hal apa yang ingin kau lakukan? " tanya Huan Huan.
"Kita berada di mana? " tanya Liu Chang Hai.
"Kita di tempat yang kau impikan, " jawab Huan Huan. Dia segera mengubah lautan jiwa itu menjadi tempat dunianya Liu Chang Hai, yakni bumi yang jauh dari mereka berdua tempat di dunia Chang'an.
Liu Chang Hai yang melihat lautan jiwa itu berubah menjadi dunianya pun sedikit terkejut. Dia tidak tahu siapa orang yang ada di hadapannya bisa membuat mereka berdua benar-benar kembali ke dunianya begitu cepat.
Mereka berdua pun telah mengubah bajunya secepat kilat. Hanya dengan jentikan jarinya Huan Huan, mereka berdua sudah menggunakan pakaian biasa di bumi.
"Kita pulang sayang, " ucap Huan Huan. Dia mengenggam tangannya Liu Chang Hai lalu membuat Liu Chang Hai terkejut.
"Ini beneran rumahku? " tanya Liu Chang Hai itu. Dia melihat rumahnya yang sederhana itu. Terlihat sekilas, kalau dirinya benar-benar pulang dan akan menjadi Rita lagi. Dia dapat meneruskan impiannya menjadi sarjana. Namun, dia terlihat bingung. Apakah dia akan meneruskan misinya atau benar-benar kembali?
"Ya, ini rumahmu sayang. Kita pulang, pasti orang tuamu sedang mencarimu selama ini, " ucap Huan Huan.
"Ibu, aku pulang, " teriak Liu Chang Hai. Dia langsung mencari ibunya di rumah tanpa mengebor pintu atau membuka kunci. Rumah itu sudah alami dibuka oleh Huan Huan untuk membuat hatinya Liu Chang Hai dilema.
__ADS_1
Liu Chang Hai pun melihat ibunya sedang memasak. Dia langsung memeluk ibunya hingga menangis. Dia sudah lama tak bertemu dengan ibunya selama ini. Dia sudah begitu lama berada di dunia aneh dengan banyaknya identitas yang ia jalani lalu memasuki ke tubuh orang lain setiap kali dia terluka. Kemudian, dia pun selalu merasakan rasa sakit itu berulang kali.
"Kamu kenapa, nak? " tanya ibunya.
"Aku merindukan ibu, " jawab Liu Chang Hai. Dia sudah pulang ke dunia bumi dengan namanya sebagai Rita lagi.
"Kamu kan baru bertemu ibu kemarin, " jawab ibunya. Dia memeluk anaknya erat.
Liu Chang Hai yang mendengarkan itu pun terkejut. Siapa orang yang menggantikan dirinya di dunia bumi selama ini? Bukankah dia benar-benar terkena tiang listrik sebelum dia berpindah tubuh ke Nayna yang bodoh itu?
"Ibu, aku kan kecelakaan, " ucap Liu Chang Hai. Dia mendongkak kepalanya ke hadapan sang ibu.
"Kamu bicara apa sayang? " tanya ibunya tak mengerti.
Dia langsung mengenggam anaknya ke meja makan.
"Kecelakaan itu sudah lama, tidak perlu Rita membahasnya lagi, ditakutkan traumamu akan kambuh lagi, " jawab sang ibu.
Sebelumnya...
"Rita... " teriak sang ibu. Dia melihat anaknya digendong oleh Yuu bersamaan dengan Alaska.
"Ibu, aku bisa menjelaskannya, lebih baik kita bawa Rita ke ruang ICU, " ucap Yuu. Dia menenangkan ibunya Rita itu.
"Ya, bawa anakku, tapi... " ucap Ibunya. Dia tidak memiliki banyak uang untuk merawat sang anaknya itu. Yuu maupun Alaska yang mengerti keadaan ibunya Rita pun menawarkan diri mereka.
"Kami akan membayarnya, " ucap mereka berdua bersamaan.
Ibunya yang mendengarkan itu pun terkejut, tapi ibunya dapat melihat ketulusan kedua pria itu terhadap sang anaknya.
__ADS_1
"Ibu tidak perlu membayar kembali, anggap ini pertolongan dari kami berdua, " ucap Alaska. Dia tengah mendesak Yuu agar mengatakan hal yang sama dengannya. Walaupun, dia membenci Yuu begitu dalam akibat dia telah mencuri ciuman wanita yang ia cintai itu, tapi demi keselamatannya Rita. Itu bukanlah masalah baginya.
"Ya, Alaska benar, " jawab Yuu. Dia begitu kooperatif dengan perkataan dari Alaska itu hingga Rita pub dimasukkan ke dalam ruang ICU sebagaimana perintah dari mereka berdua.
Rita di bawa ke tempat paling VVIP. Tak hanya itu saja, mereka berdua benar-benar membiayai kehidupan ibunya Rita itu. Hanya saja, ibunya Rita merasa malu karena telah dibiayai oleh mereka berdua.
"Ibu, gak punya apa-apa untuk membalas kebaikan kalian berdua, " ucap ibunya Rita itu.
"Tak perlu membalas bu, ini demi menebus kesalahan kami berdua, " jawab Yuu. Dia merasa bersalah akibat dirinya yang memicu konflik terlebih dahulu dengan Rita. Bukan konflik sih, melainkan dirinya benar-benar diliputi oleh napsu saat dia melihat Rita sedang menggunakan baju yang ia ingin belikan untuknya di mall.
"Kesalahan apa? " tanya ibunya Rita tak mengerti.
"Maafkan aku ibu, aku telah salah mencium anak ibu hingga dia melarikan diri dari saya dan terkena tiang listrik saat ada perbaikan itu, " ucap Yuu. Dia menundukkan kepalanya kepada Sang Ibu hingga dirinya benar-benar menangis dengan tulus.
Hanya saja, Alaska yang melihat itu merasa tidak senang dengan perkataan Yuu kepada ibunya Rita.
'Dia benar-benar ingin membuat ibu calon ibu mertua menyetujuinya. ' batin Alaska.
Plak
Ibunya Rita benar-benar menampar Yuu saat itu. Rita sudah terjaga dari seluruh tubuhnya agar tidak disentuh oleh pria manapun kecuali suaminya. Hanya saja, keterus terangan dari Yuu membuat ibunya Rita benar-benar marah kepadanya.
"Kau tidak tahu, Rita begitu menjaga tubuhnya untuk suaminya lalu kau dengan senang hati menciumnya! " seru ibunya Rita benar-benar naik pitam.
"Maafkan aku! " ucap Yuu. Dia terus meminta maaf kepada ibunya Rita itu.
"Aku akan membayar kembali biaya pengobatannya setelah ibu melihat anakku siuman, " ucap ibunya Rita.
"Ibu tidak perlu membayar semua biaya ini, Yuu benar-benar tulus terhadap anak ibu, " ucap Yuu.
__ADS_1
"Anakku tak menjual tubuh!" seru ibunya Rita menjadi-jadi.
"Aku tak mengganggap anak ibu seperti itu. Aku sudah menganggapnya sebagai calon istriku, bu! " seru Yuu tak kalah berani di hadapan ibunya Rita yang begitu galak itu. Dia mengungkapkan perasaannya selama ini agar ibu ibunya Rita menyetujui dirinya menikah dengan anaknya. Akankah ibunya Rita menyetujui itu?